Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Nelayan Keluhkan Izin Berlayar, Celly Ngganggus Dorong Cari Jalan Keluar

Nelayan Keluhkan Izin Berlayar, Celly Ngganggus Dorong Cari Jalan Keluar

  • account_circle Mario
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Persoalan perizinan melaut masih menjadi salah satu keluhan yang disampaikan nelayan di Namosain, Kota Kupang. Di tengah kebutuhan akan sarana penunjang aktivitas melaut, para nelayan juga berharap adanya jalan keluar agar persoalan perizinan tidak kembali menghambat mereka mencari nafkah.

Hal tersebut disampaikan dalam momentum penyerahan bantuan oleh Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, yang turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PKB, Celly Ngganggus, dan Anggota DPRD Kota Kupang Fraksi PKB, Amirudin La Oda.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu perwakilan nelayan, Sarus, saat menerima bantuan 50 coolbox untuk lima kelompok nelayan yang disalurkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin.

“Kami berterima kasih banyak kepada Pak Usman yang sudah datang menemui kami, nelayan kecil,” ujar Sarus, (12/9/2026).

Menurutnya, bantuan 50 coolbox tersebut sangat membantu nelayan dalam menunjang aktivitas mereka, khususnya dalam menjaga hasil tangkapan setelah melaut.

Namun, di balik rasa syukur atas bantuan tersebut, para nelayan juga menyampaikan persoalan lain yang selama ini mereka hadapi, yakni terkait perizinan untuk melaut.

Sarus mengatakan, persoalan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) turut disampaikan kepada Usman Husin dan Celly Ngganggus. Mereka berharap persoalan tersebut dapat dicarikan solusi sehingga nelayan bisa menjalankan aktivitas melaut dengan lebih tenang.

“Kami berharap masalah ini ada jalan keluar. Kami ingin bisa berlayar dengan tenang dan mencari nafkah tanpa terus dihantui persoalan perizinan,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PKB, Celly Ngganggus, mengatakan persoalan yang disampaikan nelayan merupakan bagian dari kegelisahan masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama.

Celly mengaku terkesan dengan momentum pertemuan tersebut. Baginya, kehadiran Usman Husin bersama bantuan yang diberikan bukan sekadar penyerahan barang, tetapi menjadi kesempatan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Mungkin kesan pertama ketika Pak Usman bertemu dengan bapak dan mama semua dan memberikan bantuan, Tuhan itu baik sekali. Saya pribadi melihat momen hari ini tentu Tuhan punya maksud yang baik untuk kita sekalian,” kata Celly.

Menurut Celly, bantuan coolbox yang bersumber dari perjuangan melalui anggaran pemerintah tersebut merupakan bentuk nyata perhatian terhadap kebutuhan nelayan.

“Secara kasat mata, Pak Usman datang menyerahkan bantuan yang riil. Kegelisahan dan pergulatan yang bapak mama rasakan hari ini mendapat perhatian. Melalui pemerintah dan Fraksi PKB, Pak Usman hadir di tempat ini untuk sama-sama berjuang menghadapi persoalan yang ada,” ujarnya.

Terkait persoalan SIPI dan SIUP, Celly menegaskan bahwa keluhan nelayan tidak boleh berhenti hanya pada penyampaian aspirasi.

Ia mengatakan, persoalan tersebut akan dibawa dalam koordinasi dengan pihak-pihak teknis agar dapat diketahui titik persoalannya dan dicarikan jalan keluar sesuai ketentuan.

“Kalau ada persoalan terkait perizinan yang membuat nelayan kesulitan melaut, ini harus kita lihat bersama. Kami di DPRD Provinsi tentu akan membantu mengomunikasikan dan mendorong agar persoalan ini bisa dibicarakan dengan instansi teknis terkait, sehingga nelayan tidak dibiarkan menghadapi masalahnya sendiri,” tegas Celly.

Ia mengatakan, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Kupang siap mendukung perjuangan masyarakat, termasuk memastikan berbagai kebutuhan nelayan dapat terus diperjuangkan melalui jalur kelembagaan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Kupang Fraksi PKB, Amirudin La Oda, memberikan apresiasi terhadap langkah Usman Husin.

Amirudin juga menyinggung penilaian masyarakat terhadap sosok Usman Husin yang dinilai telah menunjukkan kerja nyata setelah mendapatkan kepercayaan sebagai wakil rakyat.

Hal senada disampaikan salah satu tokoh masyarakat/ketua RT yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai bantuan dan kehadiran Usman Husin menjadi salah satu bentuk nyata perhatian terhadap masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Bagi para nelayan, 50 coolbox yang diterima bukan sekadar bantuan berupa sarana penyimpanan hasil tangkapan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas mereka sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan hasil dan pendapatan keluarga nelayan.

 

Menanggapi berbagai harapan tersebut, Usman Husin menegaskan bahwa bantuan yang sampai kepada masyarakat merupakan hasil dari kolaborasi bersama, termasuk dengan rekan-rekannya di Fraksi PKB yang berada di DPRD Kota Kupang dan DPRD Provinsi NTT.

“Kolaborasi DPRD Kota, DPRD Provinsi, dan kami di DPR RI harus tetap berjalan. Bantuan-bantuan untuk perikanan mudah-mudahan ke depan semakin banyak dan bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Usman.

Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan dimanfaatkan secara tepat sasaran.

Usman juga berharap ke depan dukungan untuk nelayan tidak berhenti pada bantuan coolbox. Berbagai sarana pendukung lainnya, menurut dia, perlu terus diperjuangkan untuk membantu meningkatkan produktivitas nelayan.

“Saya ingin ke depan ada mesin-mesin dan sarana lainnya yang bisa masuk ke sini, sehingga dapat membantu nelayan dalam menjalankan aktivitasnya,” lanjutnya.

Usman menambahkan, kolaborasi antara DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci agar berbagai kebutuhan nelayan dapat terus diperjuangkan.

Dengan diterimanya 50 coolbox tersebut, para nelayan Namosain berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut. Di saat yang sama, mereka juga menaruh harapan agar persoalan perizinan yang disampaikan kepada para wakil rakyat dapat menemukan jalan keluar, sehingga mereka dapat kembali melaut dengan lebih aman dan tenang.

Diketahui, SIUP merupakan Surat Izin Usaha Perikanan, sedangkan SIPI merupakan Surat Izin Penangkapan Ikan. Pengurusan dan aspek teknis perizinan tersebut berkaitan dengan kewenangan instansi teknis di daerah sesuai ketentuan yang berlaku. ***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPI KPNPA RI Apresiasi Respons Cepat Aduan Masyarakat Harus Jadi Prioritas, Penghargaan Segera Diberikan

    BPI KPNPA RI Apresiasi Respons Cepat Aduan Masyarakat Harus Jadi Prioritas, Penghargaan Segera Diberikan

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SEOUL Korea Selatan, JARRAKPOS – Komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat penegakan hukum, serta merespons cepat pengaduan masyarakat menjadi sorotan Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI). Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar, mengapresiasi langkah dan kinerja jajaran Polda Jawa Timur di bawah […]

  • Wali Kota Amsakar Achmad Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

    Wali Kota Amsakar Achmad Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Batam. Komitmen tersebut disampaikannya di hadapan ratusan penggerak akar rumput dalam acara silaturahmi yang hangat di Aula Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam, Kecamatan Batu Aji, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini mempertemukan Wali Kota dan […]

  • Gubernur Akmil Terima Audiensi Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 548
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Arnold A.P. Ritiauw, menerima audiensi pimpinan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di Ruang Kehormatan, Gedung Graha Utama Akademi Militer, Magelang. Kamis(6/2/2025). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT KCI, Asdo Artriviyanto, didampingi Corporate Secretary Vice President, Joni Martinus, serta HSE & Security Vice President, Asep Rokhyana. […]

  • Perluas Akses Keuangan Aman, OJK dan Pemprov Jabar Resmi Buka FinExpo 2026 di Bandung

    Perluas Akses Keuangan Aman, OJK dan Pemprov Jabar Resmi Buka FinExpo 2026 di Bandung

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Ghana
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BANDUNG, Jarrakpos.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan secara resmi membuka Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Bandung pada Kamis (29/10). Pameran finansial berskala nasional bertajuk Financial Expo (FinExpo) 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 1 November 2026. ​Langkah strategis tersebut dihadirkan untuk memperluas […]

  • Menjelang Akhir 2025, Bulog NTT Pastikan Harga Pangan Terkendali di Pasar

    Menjelang Akhir 2025, Bulog NTT Pastikan Harga Pangan Terkendali di Pasar

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 301
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Menutup rangkaian tugas pengawalan pangan sepanjang tahun 2025, Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga hingga ujung tahun. Melalui kegiatan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), Bulog Kanwil NTT bersama instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Oebobo […]

  • Sekdes dan Kadus Lae Ikan Ajukan Keberatan, Nama Mereka Tidak Dimasukkan Dalam DPT

    Sekdes dan Kadus Lae Ikan Ajukan Keberatan, Nama Mereka Tidak Dimasukkan Dalam DPT

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, JARRAKPOS.COM — Polemik daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilihan kepala Kampong Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, masih terus bergulir. Kali ini, Sekretaris Desa Lae Ikan Saiful Fata Berutu, dan Kepala Dusun Sabarianto Berutu, turut mempersoalkan nama mereka tidak terdaftar dalam DPT. Keduanya diketahui telah melayangkan surat keberatan kepada Panitia Pemilihan Kepala Kampong (P2K) […]

expand_less