Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Pantau Adipura Selama Tiga Hari, DLH Pacitan Tekankan Pengelolaan Sampah dari Hulu

Pantau Adipura Selama Tiga Hari, DLH Pacitan Tekankan Pengelolaan Sampah dari Hulu

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 6 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Tim Pemantau Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaksanakan kunjungan lapangan di Kabupaten Pacitan selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (24–26 Oktober).

Pemantauan ini menyasar berbagai titik yang menjadi indikator penilaian Adipura, mulai dari kawasan permukiman, fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), perkantoran, sekolah, perairan dan saluran terbuka, terminal, pasar, jalan, pertokoan, taman, hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, Cicik Roudlotul Jannah, menegaskan bahwa penilaian Adipura tidak sekadar melihat kebersihan dan kerapian lingkungan, tetapi juga menilai sejauh mana masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan bertanggung jawab dalam mengelola sampah.

“Jadi, kondisi di lapangan yang dipantau selama tiga hari lalu akan menentukan apakah poin 50 persen bisa kita capai. Tidak cuma kebersihan wilayahnya, tetapi bagaimana setiap titik pantau bisa menyampaikan dan menunjukkan pengelolaan sampah yang sudah dilakukan, apakah sampah dikelola habis di sumber sampah atau hulu, atau hanya dibersihkan dan dibuang semua ke TPA,” ujar Cicik, Selasa (27/10).

Ia menjelaskan, penilaian Adipura terbagi dalam tiga indikator utama. Sebanyak 20 persen berasal dari aspek anggaran dan kebijakan, 30 persen dari sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana (sarpras), sedangkan 50 persen ditentukan oleh hasil pemantauan lapangan.

Dengan komposisi tersebut, praktik pengelolaan sampah di setiap titik pantau menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Bukan hanya lingkungan yang terlihat bersih, melainkan juga sistem pengelolaan sampah yang berjalan, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga upaya mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

Dalam pemantauan kawasan permukiman, tim mengunjungi sejumlah wilayah yang mewakili karakteristik perkotaan dan perdesaan.

Untuk kawasan perkotaan, pemantauan dilakukan di Kelurahan Sidoharjo, Pucangsewu, Pacitan, dan Ploso. Kawasan-kawasan tersebut terintegrasi dengan fasilitas pengelolaan sampah, meliputi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Pusat Daur Ulang (PDU), serta bank sampah.

Sementara itu, untuk wilayah perdesaan, tim mengunjungi Desa Sukoharjo dan Desa Ngadirjan. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya melihat praktik pengelolaan sampah di lingkungan permukiman dengan karakteristik yang berbeda.

Selain mengamati kondisi fisik lingkungan, tim juga melakukan tanya jawab secara langsung dengan masyarakat serta para pengelola fasilitas pengelolaan sampah, termasuk PDU, TPS 3R, dan bank sampah.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah yang dihasilkan sehari-hari, sekaligus melihat keberlangsungan pengelolaan sampah di tingkat sumber.

Lebih lanjut, Cicik menekankan, keberhasilan meraih Adipura tidak cukup ditunjukkan melalui jalanan yang bersih, taman yang tertata, atau alun-alun yang bebas sampah. Lebih dari itu, diperlukan perubahan perilaku masyarakat agar mampu mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, masyarakat perlu membangun kebiasaan memilah sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan, serta mengurangi penggunaan produk dengan kemasan sekali pakai.

Salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan adalah membawa tumbler atau botol minum guna ulang, sehingga penggunaan kemasan minuman sekali pakai dapat ditekan.

Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari, bukan sekadar dilakukan ketika ada penilaian atau pemantauan lingkungan.

“Penilaian Adipura menilai bagaimana masyarakat bertanggung jawab atas sampahnya masing-masing, bagaimana mengelolanya dengan bijak,” jelas Cicik.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang ideal harus berorientasi pada pengurangan timbulan sampah sejak dari hulu. Dengan demikian, sampah yang harus diangkut dan ditimbun di TPA dapat diminimalkan.

DLH Pacitan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan Mas Darling atau Masyarakat Sadar Lingkungan.

Gerakan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran akibat sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola fasilitas umum, lembaga pendidikan, hingga rumah tangga memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Cicik menegaskan, upaya menjadikan Pacitan sebagai kabupaten peraih Adipura membutuhkan komitmen kolektif, bukan hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran untuk mengelola sampah secara bijak harus tumbuh menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten di seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, momentum pemantauan Adipura tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga penguatan komitmen bersama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Sebab, lingkungan yang bersih bukan semata-mata hasil dari kegiatan membersihkan sampah, melainkan buah dari kebiasaan masyarakat yang mampu mengurangi, memilah, dan mengelola sampahnya sendiri sejak dari sumbernya.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tinjau Program Manunggal Air Bersih di Dumai

    ‎Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tinjau Program Manunggal Air Bersih di Dumai

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 86
    • 0Komentar

      ‎ ‎DUMAI,Jarrakpos.com  — Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen.TNI.Dr.A.Agus Hadi Waluyo.S.A.P.,M.M.,CHRMP., beserta jajaran  meninjau langsung pelaksanaan Program Manunggal Air Bersih di Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kota Dumai, dalam dialog bersama wartawan. Program unggulan TNI Angkatan Darat ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Minggu 30/08/26 ‎ ‎Dalam dialog tersebut, Pangdam […]

  • Damkarmat Kabupaten Cirebon Berhasil Padamkan Api Yang Sedang Membakar Rumah Milik Warga.

    Damkarmat Kabupaten Cirebon Berhasil Padamkan Api Yang Sedang Membakar Rumah Milik Warga.

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 252
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Telah terjadi kebakaran sebuah rumah milik seorang warga bernama Syeha yang beralamat di Desa Klayan, Blok p5 no 15 RT/RW 025/006, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Senin 2/2/26. Menurut keterangan saksi mata di tempat kejadian yang bernama Aulia tetangga korban, ia melihat api berasal dari ruang bagian atas rumah. Dari awal datangnya […]

  • Lantai 4 Ponpes Ciwaringin Cirebon Terbakar, Hanguskan Barang-Barang Santri

    Lantai 4 Ponpes Ciwaringin Cirebon Terbakar, Hanguskan Barang-Barang Santri

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 91
    • 0Komentar

    CIREBON,  JARRAKPOS.COM– Kebakaran melanda gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafie yang berada di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (4/10/2026) malam. Api berhasil dipadamkan, namun sempat menghanguskan sejumlah barang milik para santri di lantai empat gedung tersebut. Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran serta Penyelamatan (PPSP) Dinas Damkar Kabupaten […]

  • Larangan Anak di Bawah Umur Mengendarai Motor, Kapolres Pacitan Ingatkan Peran Orang Tua

    Larangan Anak di Bawah Umur Mengendarai Motor, Kapolres Pacitan Ingatkan Peran Orang Tua

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Yuniardi Sutondo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pacitan,JarrakPos.com-Keselamatan anak di jalan raya menjadi perhatian serius di Kabupaten Pacitan. Anak-anak di bawah umur dan mereka yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) diimbau untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor, baik saat berangkat maupun pulang sekolah maupun dalam aktivitas sehari-hari. Imbauan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Bupati Pacitan Nomor 500.11.1/2944/408.39/2025 tentang larangan mengendarai kendaraan bermotor […]

  • Yayasan Camellia Panduwinata Peduli Ribuan Santri di Rangkasbitung, Begini Harapan KITA Lebak 

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Yayasan Camellia Panduwinata kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan ribuan telur dan minyak goreng di Pondok Pesantren (Ponpes) La Tahzan. Kegiatan tersebut dilakukan di Jalan Prof. Dr. Ir. Sutami KM 7, Kampung Kalapa Tilu, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat, 7 Februari 2025 kemarin Camellia Panduwinata Lubis menyebut, gerakan ini bukan sekadar […]

  • Komitmen Nyata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dalam Mendukung Pendidikan Melalui PIP (Program Indonesia Pintar)

    Komitmen Nyata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dalam Mendukung Pendidikan Melalui PIP (Program Indonesia Pintar)

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 173
    • 0Komentar

    CIREBON,JARRAKPOS.COM –Komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon melalui fasilitasi penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa-siswi jenjang SD hingga SMP. Program tersebut menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi pelajar, khususnya dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah. Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten […]

expand_less