Usman Husin: NTT Tidak Kekurangan Potensi, yang Dibutuhkan adalah Perjuangan Membuka Akses
- account_circle Mario
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.ocm- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, menilai Nusa Tenggara Timur (NTT) sesungguhnya memiliki modal besar untuk berkembang.
Hamparan lahan pertanian yang luas, kekayaan sumber daya kelautan, kawasan hutan yang potensial, hingga kekayaan budaya yang beragam menjadi kekuatan yang dimiliki daerah ini. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat karena masih terbatasnya akses terhadap berbagai program pembangunan.
Bagi Usman, tantangan terbesar yang dihadapi NTT bukanlah minimnya potensi, melainkan bagaimana membuka jalan agar masyarakat dapat memperoleh akses terhadap bantuan pemerintah, teknologi pertanian, sarana produksi, infrastruktur pendukung, hingga pasar yang lebih luas.
Tanpa akses yang memadai, potensi sebesar apa pun akan sulit berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pandangan tersebut menjadi dasar perjuangannya selama duduk di Komisi IV DPR RI. Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai daerah di NTT, mulai dari Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Sumba Timur, hingga wilayah lainnya, Usman memilih berdialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak.
Menurutnya, setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda. Ada kelompok tani yang membutuhkan alat dan mesin pertanian agar pengolahan lahan lebih efisien, ada yang memerlukan benih unggul untuk meningkatkan hasil panen, ada pula yang mengusulkan pembangunan irigasi, bantuan bagi nelayan, hingga penguatan pengelolaan hutan adat.
“NTT tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah perjuangan membuka akses. Ketika akses terhadap program pemerintah, teknologi, dan pendampingan terbuka, saya yakin masyarakat kita mampu berkembang dengan kekuatan mereka sendiri,” ujar Usman dalam momen kunjungannya ke Kabupaten Rote Ndao pada pekan lalu.
Ia mengatakan, tugas seorang wakil rakyat tidak berhenti pada menyampaikan aspirasi di ruang rapat. Aspirasi tersebut harus dikawal hingga menjadi program nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal itu, kata Usman, tercermin dari berbagai bantuan yang berhasil diperjuangkannya selama ini, mulai dari traktor roda empat, combine harvester, bibit durian, bibit kopi, hingga berbagai program pemberdayaan petani yang kini telah diterima masyarakat di sejumlah kabupaten di NTT.
Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran program, tetapi bagian dari upaya membuka akses agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk maju.
Usman juga menilai pembangunan NTT harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memperkuat sektor pertanian, perhatian juga perlu diberikan pada sektor perikanan, kehutanan, peternakan, serta pelestarian budaya sebagai potensi ekonomi daerah. Dengan pendekatan yang terintegrasi, ia optimistis NTT mampu menjadi daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing.
“Saya tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton terhadap potensi yang dimiliki daerahnya sendiri. Mereka harus menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat dari setiap pembangunan. Karena itu, akses harus terus kita buka seluas-luasnya,” tegasnya.
Usman berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat agar potensi besar yang dimiliki NTT dapat dikelola secara optimal.
Menurutnya, jika akses terhadap program pembangunan semakin luas dan tepat sasaran, maka sektor pertanian, perikanan, kehutanan, hingga UMKM akan tumbuh lebih cepat dan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Usman Husin, membangun NTT bukan hanya menghadirkan bantuan, melainkan memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Sebab, ketika akses terbuka, potensi yang selama ini tersimpan akan berubah menjadi kekuatan yang mampu membawa daerah menuju masa depan yang lebih maju.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar