Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Usman Husin: FAPE-PS Jadi Jalan Entaskan Kemiskinan di NTT, Negara Hadir Bantu Masyarakat Kelola Lahan

Usman Husin: FAPE-PS Jadi Jalan Entaskan Kemiskinan di NTT, Negara Hadir Bantu Masyarakat Kelola Lahan

  • account_circle Mario
  • calendar_month 4 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, menegaskan Program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam mendorong pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui program ini, masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial tidak hanya memperoleh akses legal terhadap lahan, tetapi juga menerima berbagai bentuk dukungan pemerintah, mulai dari bibit tanaman berkualitas, sarana produksi, pendampingan, hingga akses pasar agar hasil usaha masyarakat memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Usman, FAPE-PS merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan melalui sektor kehutanan yang produktif.

“Program FAPE-PS ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di NTT. Negara hadir memberikan program kepada masyarakat agar lahan yang mereka kelola bisa menjadi sumber penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Usman, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,6 juta untuk setiap hektare lahan yang masuk dalam program tersebut. Bantuan itu tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam berbagai kebutuhan produktif seperti bibit tanaman kayu berkualitas, bibit tanaman pangan seperti jagung, padi maupun pangan lokal sesuai karakteristik daerah, alat penunjang kegiatan, biaya pembersihan lahan, serta pendampingan kepada kelompok masyarakat.

Usman mengatakan, pada tahun 2026 program tersebut menyasar lahan seluas 1.336 hektare di NTT yang dikelola sekitar 40 kelompok perhutanan sosial.

“Kalau satu hektare mendapatkan sekitar Rp5,6 juta, maka untuk luasan sekitar 1.336 hektare nilai program yang masuk ke masyarakat mencapai miliaran rupiah. Ini bukan angka yang kecil. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar memanfaatkan program ini agar lahannya produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Menurut Usman, keberhasilan FAPE-PS tidak hanya diukur dari luas lahan yang ditanami, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kelompok berhasil mengelola lahannya dengan baik, hasil panennya meningkat, pendapatannya naik, maka tujuan utama program ini tercapai. Kita ingin masyarakat semakin mandiri dan kemiskinan di NTT terus berkurang,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Usman menegaskan akan terus mengawal agar program-program pemerintah pusat semakin banyak menjangkau masyarakat NTT.

“Tugas kami di DPR RI adalah memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Saya akan terus memperjuangkan agar semakin banyak kelompok perhutanan sosial di NTT mendapatkan manfaat dari program seperti FAPE-PS,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, mengatakan FAPE-PS merupakan program yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan kawasan perhutanan sosial, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok masyarakat hingga mitra usaha sebagai offtaker yang siap menampung hasil produksi masyarakat.

Ia menjelaskan, selain bantuan sarana produksi, kelompok penerima juga memperoleh pendampingan secara berkelanjutan agar kegiatan di lapangan berjalan sesuai rencana.

“Pendampingan dilakukan sejak awal pelaksanaan program hingga proses pengembangan usaha masyarakat. Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar bantuan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan,” katanya.

Erwin menambahkan, komoditas prioritas dalam FAPE-PS di NTT meliputi tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti mete, kakao dan komoditas kehutanan lainnya, serta tanaman pangan, terutama jagung, yang dinilai sesuai dengan karakteristik lahan di NTT.

Untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan air, Balai Perhutanan Sosial Kupang juga berkoordinasi dengan BMKG dalam menentukan waktu tanam yang tepat sehingga peluang keberhasilan program semakin besar.

Ia optimistis peluang perluasan program pada tahun-tahun mendatang masih terbuka apabila pelaksanaan tahun ini menunjukkan hasil yang baik.

“Target yang ingin kami capai tidak hanya bertambahnya tutupan lahan, tetapi juga meningkatnya produksi tanaman, terjaganya kelestarian lingkungan, dan yang paling utama meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial,” pungkasnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Nunleu Sambut Positif Bantuan Ayam Petelur dan Lele dari Usman Husin untuk Dorong Ekonomi Warga

    Masyarakat Nunleu Sambut Positif Bantuan Ayam Petelur dan Lele dari Usman Husin untuk Dorong Ekonomi Warga

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 231
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Masyarakat Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, menyambut positif rencana bantuan ayam petelur dan budidaya ikan lele dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin. Bantuan tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong peningkatan ekonomi warga. Tokoh masyarakat setempat, Yosken Khoyungan, mengungkapkan bahwa rencana bantuan tersebut sangat dinantikan oleh […]

  • Waka Polres Labuhanbatu Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Dan Sambut Ramadhan 1446 H

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Labuhanbatu serta para PJU Polres Labuhanbatu turut menghadiri acara keagamaan yang berlangsung di halaman Masjid Ikhlasyah, Jalan Sirandorung, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, pada Rabu,(26/02/25). Acara ini mengusung konsep Cooling System, yang bertujuan menciptakan suasana […]

  • Bupati Dian: Dari “BARAKUDA” Spirit Gotong Royong Perantau jadi Energi Akselerasi Kuningan

    Bupati Dian: Dari “BARAKUDA” Spirit Gotong Royong Perantau jadi Energi Akselerasi Kuningan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 127
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos com – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa kekuatan terbesar pembangunan daerah tidak hanya terletak pada pemerintah, tetapi juga pada semangat gotong royong masyarakat, termasuk para perantau. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Milangkala ke-14 Paguyuban Barakuda di Taman Open Space Kertawangunan (OSK), […]

  • Respons Cepat Usman Husin Berbuah Hasil: RDKK Petani Bena-Pollo Dikembalikan, Petani Bisa Tebus Pupuk Kembali

    Respons Cepat Usman Husin Berbuah Hasil: RDKK Petani Bena-Pollo Dikembalikan, Petani Bisa Tebus Pupuk Kembali

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 416
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Apa yang dikeluhkan petani kini terjawab. Hanya dalam hitungan 1 x 24 jam, aspirasi yang diperjuangkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, membuahkan hasil nyata. RDKK 114 kelompok tani di Desa Bena dan Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi dikembalikan ke kios pupuk semula yang […]

  • Bangkitkan Ekonomi Desa, Dispora Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kreativitas

    Bangkitkan Ekonomi Desa, Dispora Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kreativitas

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com – Dalam upaya memperkuat ekonomi pedesaan dan mendorong kemandirian daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menginisiasi gerakan pemberdayaan pemuda desa. Mereka diyakini memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Samsir, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Bengkulu, menegaskan bahwa pemuda desa harus berperan aktif sebagai penggerak utama ekonomi kreatif di […]

  • Dispora  Ajak Pemuda Bengkulu Isi Ramadhan dengan Kegiatan Bermanfaat

    Dispora Ajak Pemuda Bengkulu Isi Ramadhan dengan Kegiatan Bermanfaat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk meningkatkan kualitas diri. Menyadari hal ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu mendorong para pemuda untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan positif, seperti mengikuti pesantren kilat, latihan pencak silat, hingga berbagai aktivitas sosial. Kepala Dispora Provinsi Bengkulu, Ika Joni […]

expand_less