Connect with us

EKONOMI

Tahun 2018 Pemprov Bali Tambah 49 Unit Simantri Baru

Redaksi Jarrakpos

Published

on

Foto : Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. IB Wisnuardhana, M.Si (kanan) bersama Kepala UPT Simantri I Wayan Sunada, SP.M.Agb saat saat pengarahan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Selasa (10/4/2018).

[socialpoll id=”2481371″]


Denpasar, JARRAKPOS.com – Pemprov Bali melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali tahun 2018 menargetkan pengembangan 60 unit kelompok Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi). Namun setelah melalui proses panjang, hanya 49 kelompok Simantri sebagai penerima hibah. Kelompok Simantri itu akan diberikan dana hibah masing-masing sebesar Rp225 juta melalui penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Selasa (10/4/2018).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. IB Wisnuardhana, M.Si mengatakan, jumlah Simantri dari dana hibah yang telah terbangun sejak 2009 sampai 2017 sebanyak 701 kelompok. Dengan adanya tambahan Simantri baru tahun 2018 sebanyak 49, maka sampai dengan Agustus 2018 akan terdapat sebanyak 750 unit Simantri tersebar di seluruh Bali. Transfer dana hibah ditargetkan dapat dilakukan pada minggu III April 2018. Sedangkan Simantri tersebut ditargetkan mengerjakan pembangunan fisik dengan target 100 persen hingga Juli 2018.

Advertisement

Dana hibah untuk 49 unit Simantri baru tersebut digunakan untuk kandang koloni 20 ekor sapi betina, pembangunan pengolah limbah padat dan bio urine, register biogas dengan kelengkapannya, pembuatan hidroponik, pembentukan demplot pertanian organic, pengembangan komoditi hortikultura unggulan, konsumsi ternak sapi, dll. “Tahun 2018, koloni tidak dilengkapi dengan sapi jantan karena sudah ada program sapi indukan wajib bunting (Siwab) dari Dinas Peternakan,” ujarnya.

Dari Simantri baru ini, ia berharap dapat melestarikan plasma nutfah sapi Bali, peningkatan ketersediaan pupuk organic untuk pertanian organic. Simantri juga diharapkan dapat menyediakan atau membuat pakan dari limbah tanaman, dan kegiatan simantri itu juga diharapkan dapat menghasilkan gas sebagai energy alternative. Tak hanya itu, Simantri juga diharapkan dapat mengembangkan diversifikasi usaha kelompok, dan peningkatan pendapatan.

Sementara itu, Kepala UPT Simantri I Wayan Sunada, SP.M.Agb menegaskan dari 701 Simantri, hanya sekitar 13 persen yang tidak optimal di tahun 2014. Namun setelah dilakukan pembinaan, jumlahnya akhirnya turun menjadi 5,5 persen. “Penyebabnya tidak optimalnya Simantri itu, akibat kontrak lahan tidak bisa diperpajang atau terdesak pemukiman terutama di Kota Denpasar. Jadi paling banyak Simantri yang tidak optimal di Kota Denpasar atau sekitar 4 unit dari total 39 Simantri. Selain itu, juga akibat terkendala SDM,” beber Birokrat asal Tabanan ini.

Dikatakan, memang taget Simantri sampai akhir jabatan Gubernur Bali sebesar 1.000 unit Simantri seluruh Bali, namun hanya bisa tercapai 750 unit Simantri. “Meski demikian Simantri swadaya jumlahnya sudah banyak meniru Simantri yang sudah ada. Karena sudah banyak Simantri yang sukses, sehingga jumlahnya lebih dari 1.000 unit Simantri sekarang,” tambahnya. aya/ama

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /home/jarrakpos/public_html/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply