Sosialisasi Aplikasi AFRINA, Inovasi Cegah Anemia dan Tekan Angka Stunting
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

BENGKULU, jarrakpos.com – Upaya pencegahan anemia sekaligus penurunan angka stunting di Kota Bengkulu kini semakin diperkuat dengan hadirnya Aplikasi APFRINA (Anemia Free Integrated Network Approach). Aplikasi ini merupakan hasil penelitian Afrina Mizawati, SKM, SST, MPH, mahasiswa Program Doktoral (S3) Universitas Andalas (UNAND), yang dikembangkan sebagai model integrasi lintas sektor dalam pencegahan anemia khususnya bagi calon pengantin.
Menurut Afrina, AFRINA lahir dari riset lapangan yang menunjukkan masih tingginya kasus anemia pada masyarakat Kota Bengkulu, terutama calon pengantin. Padahal, anemia pada ibu memiliki risiko besar terhadap kesehatan kehamilan, kualitas bayi, hingga berpotensi menyebabkan stunting.
“AFRINA adalah model pengembangan integrasi lintas institusi. Puskesmas berperan dalam pemeriksaan hemoglobin (HB), DP3AP2KB melalui kader mendampingi konsumsi tablet zat besi, sementara KUA memverifikasi kesehatan calon pengantin sebelum memberikan surat layak nikah. Dengan sistem ini, kita berharap calon pengantin benar-benar siap secara kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehamilan,” jelas Afrina, Selasa (26/8/2025).
Ia menambahkan, manfaat aplikasi ini sangat nyata bagi calon pengantin. Tiga bulan sebelum menikah, pasangan sudah bisa mendaftar melalui AFRINA sehingga mendapat pemeriksaan HB, konsumsi tablet besi, hingga evaluasi ulang sebelum dinyatakan bebas anemia. Dengan begitu, calon ibu memiliki kondisi tubuh yang sehat untuk menjalani kehamilan dan melahirkan bayi yang kuat.
Afrina juga menegaskan keterkaitan anemia dengan stunting. Kekurangan hemoglobin menyebabkan berkurangnya suplai oksigen ke organ reproduksi ibu. Akibatnya, kehamilan berisiko tinggi menimbulkan perdarahan, kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga gangguan pernapasan. Kondisi tersebut pada akhirnya memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak.
“Jika anemia bisa dicegah sejak calon pengantin, maka stunting dapat ditekan bahkan dihapuskan. Harapannya, Kota Bengkulu bisa mencapai target zero stunting,” tegasnya.
Sosialisasi AFRINA mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Staf Ahli Wali Kota Bengkulu Bidang Kemasyarakatan, Dra. Rosminiarti, menilai aplikasi ini sebagai inovasi luar biasa yang bermanfaat bagi calon pengantin maupun masyarakat secara luas.
“Kami sangat bersyukur adanya inovasi ini. Melalui AFRINA, calon pengantin bisa mendapat pendampingan khusus sehingga mereka tahu kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan begitu, kita bisa mencegah anemia sekaligus menekan angka stunting di Kota Bengkulu,” ujar Rosminiarti.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Hj. Dewi Dharma, M.Si, menyebutkan bahwa AFRINA akan memperkuat program pendampingan keluarga berisiko stunting yang sudah berjalan.
“Selama ini pendampingan dimulai dari calon pengantin, ibu hamil, pasca persalinan hingga baduta. Dengan AFRINA, fokus pada calon pengantin yang anemia bisa dilakukan lebih optimal. Ke depan, aplikasi ini dapat diterapkan hingga tingkat RT agar setiap calon pengantin wajib screening kesehatan minimal tiga bulan sebelum menikah,” terang Dewi Dharma.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap inovasi ini dapat segera diimplementasikan secara luas. Selain meningkatkan kesehatan calon pengantin, AFRINA diharapkan menjadi terobosan dalam mempercepat penurunan stunting, meningkatkan kualitas generasi muda, serta mewujudkan masyarakat Bengkulu yang lebih sehat dan sejahtera.
Penulis : Isep/rls
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar