Simprosa Gandut Perjuangkan 1700 Vaksin ASF untuk Manggarai, Dorong Respon Cepat Pemda Selamatkan Ekonomi Rakyat
- account_circle Mario
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Komitmen Anggota Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Simprosa Gandut, dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kembali ditunjukkan.
Legislator asal Daerah Pemilihan NTT IV (Manggarai Raya) ini secara aktif mendorong pendistribusian vaksin African Swine Fever (ASF) ke Kabupaten Manggarai demi menyelamatkan ternak babi dan menopang ekonomi rakyat.
Sebagai anggota Fraksi Partai Golkar dan anggota Komisi II DPRD NTT yang membidangi ekonomi dan pembangunan, meliputi perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, koperasi, hingga industri, Simprosa menilai persoalan ASF bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut langsung hajat hidup masyarakat Manggarai.
Hal tersebut disampaikan Simprosa saat rapat bersama Dinas Peternakan Provinsi NTT pada 22 Januari 2026.
Simprosa menjelaskan, pada tahun anggaran 2025, Dinas Peternakan Provinsi NTT telah menganggarkan vaksin ASF untuk didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di NTT.
Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa daerah yang belum menerima distribusi vaksin, salah satunya Kabupaten Manggarai.
“Waktu itu distribusi vaksin dilakukan menjelang akhir tahun anggaran. Karena pertimbangan teknis, Kabupaten Manggarai menolak menerima vaksin sehingga tidak terdistribusi di tahun 2025,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, hingga kini masih tersisa sekitar 1.700 dosis vaksin ASF di tingkat provinsi.
Melihat kondisi ini, Simprosa tidak tinggal diam. Ia langsung berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTT agar sisa vaksin tersebut dapat dialokasikan dan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai.
Tak berhenti di situ, Simprosa juga secara aktif menghubungi Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai.
Menurutnya, pihak kabupaten pada prinsipnya menyambut baik ketersediaan vaksin ASF, namun menyampaikan keberatan terkait pembiayaan operasional yang harus ditanggung oleh pemerintah kabupaten.
“Mereka senang ada vaksin ASF, tapi memang ada kendala di operasional. Karena itu saya mencoba berkoordinasi dengan Bupati Manggarai. Ini kebutuhan prioritas untuk menyelamatkan ternak dan menjaga ekonomi masyarakat,” tegas Simprosa.
Ia menekankan bahwa ternak babi memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat tinggi bagi masyarakat Manggarai.
Karena itu, keterlambatan penanganan ASF berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi peternak rakyat.
“Saya sangat berharap ada respon positif dan cepat dari Pemerintah Kabupaten Manggarai. Vaksin ini sudah tersedia, tinggal kemauan dan langkah cepat agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Simprosa menegaskan, sebagai wakil rakyat, dirinya akan terus mengawal agar kebijakan dan program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kita butuh respon cepat dari Pemda Manggarai. Ini bukan soal politik, ini soal menyelamatkan ternak rakyat dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar