Sayang sekali, Sumenep Belum Memiliki Taman Ramah Anak.
- account_circle Putu Sta
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sayang sekali,
Sumenep Belum Memiliki Taman Ramah Anak.
Oleh : Jong Sumenep
Di tengah perkembangan kota dan meningkatnya kebutuhan ruang publik yang sehat, Sumenep justru masih tertinggal dalam menyediakan taman atau zona ramah anak yang benar-benar layak. Kota ini seharusnya tidak hanya membangun gedung, jalan, atau proyek-proyek fisik lainnya. Yang lebih esensial adalah menyediakan ruang tumbuh kembang bagi generasi masa depan — anak-anak Sumenep.
Hingga hari ini, Sumenep belum memiliki taman kota yang secara khusus dirancang sebagai ruang bermain sekaligus tempat belajar bagi anak. Sebuah kota yang ingin maju semestinya menyediakan taman ramah anak yang aman, nyaman, dan bisa menjadi titik temu keluarga. Di dalamnya bisa ada permainan edukatif, ruang terbuka hijau, area belajar lingkungan, hingga wahana taman baca yang membuat anak-anak mencintai literasi sejak dini.
Padahal, banyak daerah lain sudah lebih dulu menjadikan ruang publik ramah anak sebagai prioritas. Sumenep dengan segala potensi dan anggarannya tentu mampu, jika punya kemauan. Pemerintah daerah seharusnya menyadari bahwa investasi terbesar bukan pada bangunan megah, melainkan pada pembentukan karakter dan kreativitas anak-anak melalui ruang yang mendukung perkembangan mereka.
Ketika anak-anak tidak memiliki ruang bermain yang aman, mereka akhirnya beraktivitas di jalanan, di tempat-tempat tidak layak, atau hanya terpaku pada gawai. Ini jelas berbahaya bagi tumbuh kembang mereka, baik secara fisik, sosial, maupun emosional.
Sudah saatnya pemerintah Sumenep berani mengambil langkah: bangunlah taman kota ramah anak. Buat zona bermain kreatif, hadirkan wahana taman baca, jadikan ruang publik sebagai tempat membangun masa depan. Jika tidak sekarang, kapan lagi? Jika bukan kita, siapa lagi yang peduli pada tumbuh kembang anak Sumenep?
Sumenep pantas maju, dan anak-anak Sumenep pantas mendapatkan ruang yang lebih manusiawi.
- Penulis: Putu Sta




Saat ini belum ada komentar