Connect with us

Bogor Raya

Sabet Juara Pertama Fashion Show Wastra Nusantara di APKASI Otonomi Expo 2023 , Pemkab Bogor Usung Kearifan Lokal

Admin Jarrak

Published

on

Jarrakposbogor, 22/07/2023

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor berhasil meraih juara pertama pada kegiatan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2023 kategori perlombaan Fashion Show Wastra Nusantara yang diikuti oleh 12 Pemerintah Kabupaten se-Indonesia, yang diselenggarakan di Hall 3-3A ICE BSD, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Jumat (21/07/23). Kabupaten Bogor menjadi satu-satunya Kabupaten yang mewakili Provinsi Jawa Barat dalam lomba Fashion Show Wastra Nusantara.

Kabupaten Bogor berhasil unggul di peringkat pertama setelah bersaing dengan 11 Kabupaten di 8 Provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Tenggara, Banten, Kalimantan Selatan, Bali, Jambi, Papua, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kabupaten Bogor menjadi satu-satunya Kabupaten yang mewakili Provinsi Jawa Barat, bersaing dengan 11 Kabupaten sebagai peserta Fashion Show, yaitu Kabupaten Bombana, Kabupaten Serang, Kabupaten Banjar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Mimika, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Tangerang.

Advertisement

Sebagai informasi, dalam event Fashion Show Wastra Nusantara pada 21 Juli 2023, Kabupaten Bogor menampilkan empat look produk fashion yang mengusung tema “RED ODYSSEY” yang merupakan kolaborasi kooperatif dari sembilan pelaku dan produk ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor. Yakni Srengenge by Retno Suminaringtyas, Djejak Daun by Yanthi Machdalena, Kriti by Lusy Rachmat, LQU Ecoprint by Siti Nurhasanah, Paduzeecraft by Siera, Yannata Collection by Ari Fitriani, Baarnis by Nurjanah, Rajut Morrens by Nenny Martini dan Sharaga Art by Oting.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti mengungkapkan, bahwa dalam perlombaan Fashion Show Wastra Nusantara, APKASI Otonomi Expo (AOE) 2023, para peserta harus menampilkan hasil kreasi dari Kain Wastra Nusantara yang dibuatkan berdasarkan kreativitas para desainer lokal kabupaten dan memadupadankan dengan aksesoris tambahan yang juga hasil kreasi kain Wastra Nusantara, produk kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)/Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bogor.

“Persiapan yang kita lakukan bersama para pelaku ekraf Kabupaten Bogor untuk mengikuti kegiatan Fashion Show Wastra Nusantara ini hanya dua minggu, dengan menampilkan empat look produk fashion,” ungkap Titi Sugiarti saat dihubungi oleh Tim Komunikasi Publik Diskominfo.

Dalam kesempatan ini titi serta para pelaku ekraf Kabupaten Bogor dan para model yang tampil di Lomba Fashion Show menyatakan terimakasih kepada Plt. Bupati Bogor, Para Kadis pembina UMKM/Ekraf dan Kabekraf.

Advertisement

“Atas kesempatan , kepercayaan dan supporting yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti event di Apkasi Otonomi Expo dan membawa nama Kabupaten Bogor menjadi Juara Pertama di ajang kemarin,” tegas Titi.

Titi menjelaskan, motif kain Wastra Nusantara yang diusung para pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Bogor dalam fashion show adalah motif kain khas Jawa Barat khususnya motif Bogor, yaitu Kujang, Bunga Teratai, dan Konsep 2 Sungai Ciliwung dan Cikeas dari Motif Batik Anggun by Mitha.

Katanya, pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengusung konsep keberadaan dan keberagaman potensi destinasi pariwisata di Kabupaten Bogor sebagai salah satu daya tarik wisata dan pengembangan produk Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor yang kaya akan potensi pariwisatanya dikaryakan oleh para pelaku Ekraf yang juga merupakan binaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor bersama dengan binaan perangkat daerah lain yang melakukan binaan kepada para pelaku UMKM yang telah dikurasionalkan oleh Disbudpar dan tentu siap mengikuti lomba Fashion Show Wastra Nusantara 2023 ini,” ujar Titi Sugiarti.

Advertisement

Ia berharap ke depannya potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bisa berkolaborasi dengan sektor lain, selain sektor pariwisata sehingga bisa terus maju dan bersaing dalam komitmen hexahelix pariwisata dan ekonomi kreatif, serta produk ekonomi kreatif Kabupaten Bogor bisa mengembangkan potensinya terus di berbagai event nasional maupun internasional.

“Semoga potensi unggulan UMKM dan Ekraf Kabupaten Bogor bisa terus berkolaborasi dengan sektor lain sebagai satu rangkaian ekosistem pengembangan ekonomi kreatif sehingga bisa terus maju dan produk Ekraf bisa terus diakui keberadaannya sebagai produk unggulan. Dan menjadi kebanggan terhadap produk lokal,” imbuh Titi. (Wins)