RDP PSMS di DPRD Sumut Batal, “Kami Sudah Lama Terzolimi”
- account_circle Syawal
- calendar_month 11 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan – Drama tim Ayam Kinantan PSMS Medan kembali memanas. Ini terjadi setelah Kelompok suporter SMeCK Hooligan meminta 40 klub pendiri PSMS Medan tidak membuat kegaduhan di tengah tren positif yang sedang ditunjukkan Ayam Kinantan pada kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Tapi menurut Tengku Faizal pengurus Bintang Utara dan Bintang Selatan klub anggota PSMS Medan, mereka sudah lama terzolimi. Pasalnya, 40 klub pendiri PSMS ini telah dibohongi oleh pengelola PT KMI
“Kamilah sebagai pendiri yang seharusnya kecewa. Sudah hampir 10 tahun ini prestasi PSMS sangat buruk dan sangat mengecewakan , karena era management PSMS selama ini menzholimi/pembohongan kepada kami 40 klub pendiri PSMS”, kata Tengku Faizal dalam pesan wasthap nya, Rabu (7/10)
Seperti diketahui Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, berharap persoalan yang sebelumnya juga sudah beberapa kali muncul tersebut tidak kembali menjadi pembahasan yang dapat mengganggu konsentrasi tim.
Menurutnya, pihak-pihak yang mengaku mencintai PSMS seharusnya lebih mengedepankan dukungan terhadap perjuangan tim di kompetisi kasta kedua sepakbola Indonesia.
“Kalau tidak paham tak usah terlalu jauh mencampuri. Dan, jangan membuat opini yang tak baik. Kami selama ini selalu berupaya untuk mentuntaskan polemik ini agar PSMS bisa berkiprah /berjaya kembali”, sebut nya
Tapi tambah Tengku Faizal management tersebut tidak mau tau, hal tersebut membuat persoalan berlarut larut.
“Kami tetap berupaya untuk mentuntaskan permasalahan tersebut,”, katanya
Mengenai hal Rdp di DPRD Sumut, perwakilan 40 klub telah mengajukannya lebih kurang 4 bulan lalu
Klub pun meminta kepada semua pihak memahami dan mempelajari persoalan di PSMS
Sebenarnya ini perwakilan 40 klub sudah berkali-kali mereka datang ke DPRD memohon untuk dilakukan RDP. Sebelumnya sudah pernah mau dibuat tapi ditunda dan 40 klub datang lagi.
“Mudah mudahan segera mungkin bisa terealisasi agar polemik ini bisa terselesaikan dengan baik”, ujarnya
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar