Dari Balik Jeruji Menjemput Kemandirian, Yayasan Berkah Srikandi Abadi Dukung Peternakan Ayam Rutan Ponorogo
- account_circle Putu Sta
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

PONOROGO, JARAK POST– Pembinaan warga binaan tidak selalu berhenti pada aktivitas di dalam ruang tahanan. Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, proses pembinaan terus diarahkan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan peternakan ayam dengan konsep kandang close house modern. Program ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus penyerahan hibah kandang ayam dari Yayasan Berkah Srikandi Abadi dan Yayasan Wadah Titian Harapan kepada Rutan Ponorogo, Rabu (9/9/2026).
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi atas dukungan kedua yayasan yang turut memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penuh terkait pembinaan. Semoga program baru ini berhasil dan sekaligus mendukung program Asta Cita Bapak Presiden,” ujar Agung.
Menurutnya, keberadaan kandang tersebut bukan sekadar menjadi fasilitas peternakan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi warga binaan. Pengelolaannya nantinya melibatkan warga binaan, terutama mereka yang mendekati masa bebas.
Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana diharapkan tidak berhenti ketika mereka keluar dari Rutan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Pengembangan ketahanan pangan di Rutan Ponorogo sendiri dilakukan secara bertahap dan tidak hanya bertumpu pada komoditas ayam. Sejumlah potensi lahan juga dimanfaatkan untuk mengembangkan peternakan, perikanan hingga pertanian.
“Yang kita harapkan, kegiatan ini memberikan pengalaman yang dapat diterapkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Selain ayam pejantan, Rutan Ponorogo juga mengembangkan budidaya ayam Jawa, bebek dan entok. Sementara di sektor lain, pengembangan sayur-mayur dan ikan turut dilakukan sebagai bagian dari pemanfaatan lahan sekaligus pembinaan keterampilan.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Yayasan Berkah Srikandi Abadi. Pendiri yayasan, H. Sugeng Hariono, mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari komitmen untuk ikut memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“Melalui langkah ini, kita akan membangun rantai pasok serta memberikan kepastian pasar. Tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk,” katanya.
Ketua Himpunan Mitra Dapur (HMD) tersebut menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pendataan kebutuhan dapur-dapur yang berada di bawah naungan HMD. Bahan baku nantinya diarahkan untuk diperoleh langsung dari produsen yang telah dikoordinasikan.
Saat ini, sekitar 900 ekor ayam telah tersedia dan selanjutnya akan dihitung berdasarkan kebutuhan masing-masing dapur.
“Di sini akan tercipta hubungan antara produsen dan konsumen,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Yayasan Wadah Titian Harapan, Retnaning Tyas, menekankan pentingnya keberlanjutan pendampingan. Menurutnya, pembinaan idealnya tidak berhenti ketika warga binaan menyelesaikan masa pidana.
“Keterampilan yang diperoleh warga binaan akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan dalam kehidupan setelah bebas,” tuturnya.
Konsep tersebut menjadi bagian penting dari tujuan pembinaan, yakni menjembatani kehidupan warga binaan selama berada di Rutan dengan kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.
Kandang close house yang dikembangkan saat ini dirancang dengan kapasitas sekitar 500 hingga 800 ekor ayam. Bersamaan dengan itu, pengembangan sayur-mayur dan budidaya ikan terus dilakukan untuk memperluas kegiatan produktif di lingkungan Rutan Ponorogo.
Di balik tembok Rutan, program tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan dapat menghadirkan ruang untuk belajar, bekerja dan mempersiapkan masa depan. Bukan sekadar mengisi waktu, tetapi menanam keterampilan yang diharapkan tumbuh menjadi bekal kemandirian ketika pintu kebebasan kembali terbuka.
- Penulis: Putu Sta




Saat ini belum ada komentar