Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kyai Mukti Koripan dari Kesunyian Sekarang Didatangi Ribuan Orang

Kyai Mukti Koripan dari Kesunyian Sekarang Didatangi Ribuan Orang

  • account_circle Feri Taufiandi
  • calendar_month 7 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

MAGELANG, JARRAKPOS.COM – Siapa sangka, dari sebuah kawasan di Tegalrejo, Magelang, lahir sebuah majelis yang setiap Ahad pagi mampu mengumpulkan ribuan jamaah dari berbagai penjuru. Kamis,(24/9/2026)

Ada yang datang dari Magelang.
Ada yang dari Temanggung, Wonosobo.
Bahkan dari berbagai daerah lainnya.
Mereka rela menempuh perjalanan sejak pagi demi satu tujuan:
mencari ilmu dan keberkahan majelis.
Di balik besarnya jamaah itu, ada sosok yang dikenal masyarakat sebagai MBAH KYAI MUKTI KORIPAN.

DARI MERINTIS PESANTREN HINGGA MENJADI MAJELIS BESAR
Nama beliau dikenal sebagai KH Abdul Mukti, dan sejumlah sumber juga mencatat nama KH Abdul Mukti Muchid.
Pondok Pesantren An-Najach di Koripan, Dawung, Tegalrejo, Magelang, tercatat berdiri sejak 1985.

Bayangkan…
Ketika sebuah pesantren baru dirintis, tentu belum ada ribuan jamaah yang memenuhi jalan.
Belum ada kendaraan yang berjubel.
Belum ada pedagang yang memenuhi sekitar lokasi.
Yang ada adalah perjuangan.
Mengajar.
Mendidik santri.
Mengadakan pengajian.
Melayani masyarakat.
Dan terus istiqamah.
Hari demi hari.
Tahun demi tahun.
Sampai akhirnya nama Koripan semakin dikenal sebagai salah satu tempat masyarakat mencari ilmu agama.

RAHASIA BESARNYA JAMAAH?
Bukan karena gedungnya megah.
Bukan pula karena berada di tengah kota.
Justru dari kawasan pedesaan itulah masyarakat berdatangan.
Penelitian mengenai Majelis Taklim An-Najach pada 2019 mencatat jumlah santri sekitar 600 orang, sedangkan jamaah pengajian Ahad pagi diperkirakan mencapai 10.000–15.000 orang.

Pengajian malam juga disebut dihadiri sekitar 5.000–7.000 jamaah.
Bahkan dalam salah satu acara besar menjelang Ramadan, jumlah pengunjung dilaporkan mencapai lebih dari 100.000 orang.
Angka tersebut tentu menggambarkan betapa besar daya tarik majelis ini bagi masyarakat.

Namun angka bukanlah tujuan utama.
Karena orang datang bukan sekadar mengejar keramaian.
Mereka datang untuk ngaji.
Untuk mendengar nasihat.
Untuk berdzikir.
Untuk bersilaturahmi.
Dan mungkin…
untuk mencari jawaban atas persoalan hidup yang tidak selalu bisa mereka ceritakan kepada orang lain.

ILMU YANG DEKAT DENGAN KEHIDUPAN
Salah satu hal yang menarik dari pengajian An-Najach adalah materi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Akidah.
Syariah.
Akhlak.
Tasawuf.
Muamalah.
Keluarga.
Dan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
Bahasanya pun mudah dipahami masyarakat.
Mungkin karena itulah seorang petani bisa merasa dekat.
Pedagang merasa dekat.
Buruh merasa dekat.
Guru merasa dekat.
Orang tua merasa dekat.
Anak muda pun bisa ikut menikmati majelis.
Sebab majelis ilmu bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling pintar.
Majelis ilmu adalah tempat kita menyadari bahwa masih banyak yang harus kita pelajari.

KETIKA MAJELIS ILMU MENGGERAKKAN EKONOMI
Ada hal lain yang sering luput kita perhatikan.
Ketika ribuan jamaah berkumpul, yang bergerak bukan hanya kegiatan keagamaan.
Perekonomian masyarakat sekitar pun ikut bergerak.
Warung-warung mendapatkan pembeli.
Pedagang makanan dan minuman mendapatkan pelanggan.
Transportasi menjadi lebih ramai.
Masyarakat sekitar mendapatkan peluang usaha.
Inilah salah satu sisi menarik keberadaan pesantren dan majelis besar.
Dakwah berjalan, kehidupan sosial bergerak, ekonomi masyarakat pun ikut berdenyut.

Sejumlah penelitian mengenai An-Najach juga mencatat adanya berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan kepada masyarakat, bedah rumah, bantuan renovasi masjid dan mushala, serta fasilitas sosial lainnya.
Artinya, keberadaan pesantren tidak berhenti pada kegiatan belajar-mengajar.
Ada pula kepedulian terhadap masyarakat.

DARI KORIPAN UNTUK NUSANTARA
Mungkin kita sering berpikir bahwa pusat ilmu agama harus berada di kota besar.
Ternyata tidak selalu demikian.
Kadang sebuah desa justru menjadi tempat ribuan manusia berkumpul untuk mencari ilmu.
Koripan menjadi salah satu contohnya.
Dan kisah ini mengajarkan sesuatu kepada kita:
Jangan pernah meremehkan sebuah perjuangan yang dimulai dari kecil.
Sebab kita tidak pernah tahu…
berapa banyak hati yang kelak tersentuh dari sebuah majelis sederhana.
Berapa banyak anak yang kemudian menjadi santri.
Berapa banyak keluarga yang mendapatkan nasihat.
Berapa banyak orang yang kembali mengingat Allah setelah mendengar sebuah pengajian.
Dan berapa banyak masyarakat yang kehidupannya ikut bergerak karena keberadaan sebuah pesantren.

INGIN MERASAKAN LANGSUNG SUASANANYA?
Bagi panjenengan yang penasaran dengan suasana majelisnya, silakan berkunjung ke Koripan, Tegalrejo, Magelang.
Pengajian Ahad pagi menjadi salah satu momentum berkumpulnya jamaah dari berbagai daerah.
Dan bagi yang ingin mengikuti mujahadah malam Rabu, silakan datang dan merasakan sendiri suasana dzikir, doa dan kebersamaan jamaah.
Tidak harus datang sebagai orang yang sudah alim.
Datanglah sebagai orang yang ingin belajar.

Karena bisa jadi…
nasihat yang kita dengar pagi itu adalah nasihat yang sedang Allah kirimkan untuk menjawab kegelisahan kita.
Semoga Allah SWT menjaga Mbah Kyai Mukti, keluarga, para santri, jamaah, serta Pondok Pesantren An-Najach.
Semoga Koripan senantiasa menjadi tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, silaturahmi dan keberkahan bagi masyarakat.
Alhamdulillah… dari sebuah tempat sederhana, ilmu bisa berjalan begitu jauh.

 

Editor: Feri

  • Penulis: Feri Taufiandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II DPR RI Soroti Efisiensi Anggaran Kemendagri Untuk Daerah

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf buka suara tentang efisiensi anggaran apa saja yang sudah dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai himbauan kepada pemerintah daerah terutama untuk kawan-kawan kita ini yang sedang menanti formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK-red). Karena, kata Dede Yusuf, sampai saat ini masih banyak […]

  • Demi Bayar Tagihan PJU Rp36 Miliar, DPRD Cirebon Perintahkan Dishub Maksimalkan Retribusi Parkir

    Demi Bayar Tagihan PJU Rp36 Miliar, DPRD Cirebon Perintahkan Dishub Maksimalkan Retribusi Parkir

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 42
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Kebutuhan mendesak untuk membayar tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mencapai Rp36 miliar mendorong DPRD Kabupaten Cirebon menekan Dinas Perhubungan (Dishub). Langkah strategis yang dipilih adalah memaksimalkan potensi retribusi parkir yang selama ini belum tergarap optimal. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPRD, Rabu (2/9/2026), terungkap fakta bahwa dari 40 kecamatan […]

  • Tengku Harfansyah Kecam Rekruitmen Tenaga Kerja TA 2026 Di Pertamina Dumai, Diduga Ada Kongkalikong

    Tengku Harfansyah Kecam Rekruitmen Tenaga Kerja TA 2026 Di Pertamina Dumai, Diduga Ada Kongkalikong

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Jarrakpos.Com DUMAI – Panglima Bungsu Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kecamatan Dumai Timur, Tengku Harfansyah, melontarkan pernyataan keras kepada pihak Pertamina RU II Dumai terkait proses penerimaan tenaga kerja Turn Around (TA) 2026.(08/03/26) Tengku Harfansyah menegaskan bahwa proses penerimaan tenaga kerja harus dilakukan secara transparan, jujur, dan tanpa praktik kecurangan. Ia juga meminta agar pihak […]

  • Tom Lembong dan Charles Sitorus Tahap ll ke Kejari Jakarta Pusat

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat menerima penyerahan tanggung jawab terhadap tersangka dan barang bukti (Tahap II) perkara dugaan tindak pidana korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan pada periode 2015 hingga 2016. Tahap ll tersebut dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (14/2/2025). Dua tersangka dalam kasus ini, yaitu mantan Menteri Perdagangan, […]

  • Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar, Usung Program Kesejahteraan Wartawan hingga Peluang Kerja Internasional

    Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar, Usung Program Kesejahteraan Wartawan hingga Peluang Kerja Internasional

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG, Jarrakpos.com – H. Hardiyansyah, S.H. atau yang akrab disapa Kang Andhy, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031. Berkas pendaftaran Kang Andhy diterima oleh panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026 pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Penerimaan pendaftaran dilakukan oleh Ketua Organizing Committee (OC) […]

  • Tanpa Kedip, PLN Sukseskan IPACS 2025

    Tanpa Kedip, PLN Sukseskan IPACS 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 314
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Di tengah semarak persiapan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, semangat kolaborasi tak hanya hadir di panggung budaya, tetapi juga mengalir dari para penjaga cahaya negeri. PT PLN (Persero) UP3 Kupang tampil sebagai garda utama yang memastikan seluruh rangkaian acara internasional yang mempertemukan 17 negara Pasifik itu berjalan terang tanpa gangguan. Digelar di […]

expand_less