Kebangkitan Semangat Sumpah Pemuda: Mahasiswa Diminta Kawal Demokrasi dan Keadilan Sosial
- account_circle Ghana
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Diskusi publik bertajuk “Aktualisasi Nilai Sumpah Pemuda dalam Merawat Demokrasi dan Keadilan Sosial di Indonesia” sukses digelar atas kerja sama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Barat bersama Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan.
Meski sempat berhalangan hadir secara langsung akibat agenda mendesak yang tidak dapat diwakilkan, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi mendalam dan penghargaan atas terselenggaranya acara ini. Sambutan tertulis bupati dibacakan Wabup Tuti Andriani sekaligus membuka ruang dialog kritis di tengah kalangan akademisi dan pemuda di Pendopo Kuningan, Sabtu (31/10/2026).
Refleksi Sejarah di Tengah Dinamika Zaman
Dalam sambutannya, diingatkan kembali bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah monumental. Perbedaan suku, bahasa, dan latar belakang tidak menghalangi para pemuda masa lalu untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Hampir satu abad berlalu, tantangan yang dihadapi generasi muda hari ini tentu berbeda. Di era demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat dan partisipasi politik, tantangan baru justru muncul seperti:
Polarisasi sosial dan politik identitas.Maraknya penyebaran disinformasi atau hoaks. Kecenderungan masyarakat yang lebih mudah menghakimi daripada membaca atau memahami persoalan secara komprehensif.

Demokrasi dan Keadilan Sosial yang Nyata
Diskusi ini menekankan bahwa aktualisasi nilai Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali semangat persatuan di era modern. Persatuan bukanlah berarti meniadakan perbedaan, melainkan kemampuan mengelola perbedaan melalui dialog yang sehat dan berbasis argumentasi.
Selain itu, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari suksesi pemilihan umum semata, melainkan dari sejauh mana masyarakat dapat:
Menyampaikan aspirasi secara bebas dan bertanggung jawab.
Memperoleh informasi yang benar serta mengawasi jalannya pemerintahan.
Mendapatkan perlakuan yang adil di depan hukum.
Keadilan sosial juga menjadi sorotan utama, di mana kemajuan bangsa belum dapat sepenuhnya terwujud apabila masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan yang layak, serta peningkatan kesejahteraan. Demokrasi harus benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan rakyat.
Peran Strategis Mahasiswa
Menutup rangkaian sambutan, Bupati Kuningan menitipkan pesan khusus kepada para mahasiswa yang hadir. Sebagai agen perubahan sosial, gerakan mahasiswa harus terus berjalan dengan landasan kapasitas, integritas, dan keberanian moral.
Mahasiswa didorong untuk tidak sekadar bisa mengkritik atau mengidentifikasi persoalan, tetapi juga mampu menawarkan gagasan konstruktif, aktif mengawal kebijakan publik, dan membangun solusi nyata bagi masyarakat. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar