Hampir Sebulan Krisis Air Bersih, PDAM Sumenep Belum Temukan Solusi
- account_circle Putu Sta
- calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Hampir satu bulan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengalir ke rumah pelanggan di Desa Geddungan Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Penyebabnya sampai hari ini belum di temukan. Akibatnya, masyarakat menjerit. Mereka melakukan berbagai upaya agar tetap mendapatkan air bersih.
Warga Desa Geddungan terpaksa memenuhi kebutuhan mandi, mencuci pakaian, hingga memasak dengan membeli atau meminta air kepada tetangga memakai wadah galon.
Salah satu warga terdampak, Syaiful (35) mengaku setiap hari harus membeli lebih dari 5 galon air. Sementara, tidak mengalirnya PDAM ke rumahnya sudah mencapai lebih dari sebulan. Dia sendiri merasa tidak ada solusi dari pihak PDAM.
“Saya tiap hari beli lima air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan di jalani hampir sebulan.” ungkapnya ( 26/10/25 )
Syaiful menambahkan bahwa ia meminta kepada PDAM untuk menjelaskan apa penyebabnya keterlambatan penanganan yang membuat krisis air bersih yang berlarut larut.
“Pemeliharaan yang kurang sigap membuat kondisi ini semakin panjang. Kami harus mencari air bersih ke Desa yang lain. Bantuan memang ada, tapi tidak mencukupi kebutuhan sehari hari,” tambahnya
Sementara itu Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep Febmi Noerdiansyah menjelaskan bahwa penyebab kerusakan tidak mengalirnya air tersebut di sebabkan kerusakan yang paling bawah sehingga aliran air ke titik pelanggan tidak nyampek
“penyebabnya pompa yang tidak mendorong, meskipun sudah di ganti dua kali tetap tidak normal,” ungkapnya
Febmi berharap kerusakan ini tidak berlarut larut sehinggga pelanggan terdampak bisa menikmati air dari PDAM, namun ia tidak bisa memastikan kapan aliran air tersebut Normal kembali
” kami terus memantau dan semoga beberapa hari ke depan normal kembali,” pungkasnya (WD)
- Penulis: Putu Sta




Saat ini belum ada komentar