Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Timur » Tidak Punya Jabatan Tapi Punya Kuasa

Tidak Punya Jabatan Tapi Punya Kuasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

By : Moh. Zainur Rahman

“Raja tanpa mahkota yang sesungguhnya”

JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Dalam konteks Pemerintahan maupun organisasi sosial sering kali kita menjumpai figur figur yang tidak memiliki jabatan struktural, namun mampu memainkan peranan besar dalam pengambilan sebuah keputusan. Seringkali mereka yang tidak tercatat dalam hierarki jabatan, namun memiliki power yang sangat kuat sehingga keputusan yang dibuat lebih menentukan daripada pemegang jabatan formal.

Inilah yang disebut sebagai fenomena “kuasa tanpa jabatan” atau informal power, sebuah bentuk kekuasaan yang berjalan di balik layar dan sering kali luput dari perhatian sekitar. Di kalangan kaum aktivis hal semacam ini di sebut dengan “Raja Tanpa Mahkota”

Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk jabatan. Hal tersebut sejalan dengan yang dikatakan oleh filsuf politik Michel Foucault, “Power is everywhere… because it comes from everywhere.” Artinya, kekuasaan tidak hanya bersumber dari struktur formal, tetapi juga dari relasi sosial, akses informasi, dan kedekatan dengan sumber daya strategis.

Dalam konteks lokal, kuasa bisa bersumber dari hubungan kekerabatan, ekonomi, atau jaringan politik yang mengakar kuat.
Orang yang memiliki kuasa tanpa jabatan ini bisa berasal dari berbagai latar belakang, seperti tokoh masyarakat, keluarga pejabat, pengusaha besar, bahkan mantan pejabat yang masih memiliki loyalis dalam sistem. Mereka bekerja secara informal, tetapi sering kali menjadi aktor kunci dalam proses pengambilan keputusan. Di sinilah muncul persoalan etika dan akuntabilitas. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki tanggung jawab struktural bisa mempengaruhi kebijakan yang berdampak pada masyarakat luas?

Dengan ketiadaan jabatan yang mereka meliki hal tersebut membuat kekuasaan mereka sulit dikontrol. Tidak ada mekanisme evaluasi, audit, atau pertanggung jawaban publik yang bisa dikenakan kepada mereka. Jika keputusan yang dihasilkan bermasalah, sulit untuk menagih tanggung jawab pada sosok di balik layar ini. Inilah yang membahayakan sistem demokrasi dan tata kelola yang sehat. Seperti yang diingatkan oleh Lord Acton, “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Kuasa tanpa batas dan tanpa kontrol hanya akan memperbesar potensi penyalahgunaan.

Dalam konteks pemerintahan daerah, seperti di Sumenep, praktik semacam ini seringkali terjadi dalam bentuk intervensi terhadap proyek-proyek pembangunan, mutasi jabatan, hingga distribusi bantuan sosial. Hal ini bukan hanya melahirkan ketidakadilan, tetapi juga mematikan prinsip meritokrasi di mana yang berhak dan kompeten seharusnya mendapatkan tempat. Sebaliknya, keputusan diambil berdasarkan kedekatan, loyalitas, atau kepentingan sesaat.

Tak jarang pula, kuasa tanpa jabatan ini menjadi sarana lahirnya praktik-praktik kolusi dan nepotisme. Keputusan yang seharusnya rasional dan berbasis data, malah dikendalikan oleh pertimbangan relasi personal. Ini menggerogoti kepercayaan publik terhadap institusi negara dan menciptakan budaya birokrasi yang tidak profesional. Padahal, seperti dikatakan oleh Bung Hatta, “Indonesia merdeka bukan hanya untuk mengganti penjajahan asing dengan penjajahan orang dalam negeri, tetapi untuk membangun sistem yang adil dan transparan.”

Namun demikian, tidak semua pengaruh tanpa jabatan bersifat destruktif. Ada pula figur-figur informal yang justru menjadi penyeimbang kekuasaan formal, seperti tokoh agama, intelektual lokal, atau aktivis masyarakat sipil yang menyuarakan kritik konstruktif. Dalam konteks ini, pengaruh tanpa jabatan bisa menjadi kekuatan moral yang menjaga integritas pemerintahan. Tapi perbedaannya terletak pada orientasi, mereka bergerak demi kepentingan publik, bukan keuntungan pribadi atau kelompok.

Solusi terhadap persoalan ini tidak cukup hanya dengan mengatur ulang struktur formal. Diperlukan kesadaran kolektif untuk membangun budaya politik yang sehat. Masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam proses pengawasan kebijakan. Pers dan lembaga pengawas harus diberi ruang yang luas untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Seperti ditegaskan oleh Kofi Annan, mantan Sekjen PBB, “Good governance is perhaps the single most important factor in eradicating poverty and promoting development.” Pemerintahan yang baik harus bersih dari kuasa-kuasa gelap yang bekerja di luar sistem.

Dalam konteks Sumenep, upaya untuk membangun tata kelola daerah yang transparan dan akuntabel harus dimulai dari komitmen pemimpinnya. Pemimpin daerah harus tegas membatasi ruang pengaruh yang tidak memiliki legitimasi publik. Perlu juga dibangun sistem rekrutmen, perencanaan, dan pelaksanaan kebijakan yang terbuka, partisipatif, dan berbasis data. Dengan begitu, kebijakan benar-benar lahir dari proses yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan dari bisikan para penguasa tanpa nama.
Akhirnya, kita harus menyadari bahwa jabatan adalah amanah, dan kuasa adalah alat untuk melayani. Jika kekuasaan dijalankan tanpa jabatan dan tanpa tanggung jawab, maka yang lahir bukan pelayanan publik, melainkan dominasi pribadi.

Dalam demokrasi yang sehat, jabatan dan kuasa harus bersatu dalam kerangka etika, hukum, dan kepentingan rakyat. Tanpa itu, kita hanya akan menjadi saksi dari sistem yang dikendalikan oleh tangan tangan tak terlihat, yang kuat bukan karena mandat, akan tetapi karena kedekatan dan kepentingan politik sesaat. (*).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. Marabunta Terbakar Hebat Ditengah Ruang Lingkup Tiga Perusahaan.

    PT. Marabunta Terbakar Hebat Ditengah Ruang Lingkup Tiga Perusahaan.

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 140
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Terjadi kebakaran hebat menimpa perusahaan yang  membidangi memproduksi Briket dari bahan Batu Bara milik PT. Marabunta yang beralamat di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, 17 Mei  2026. Kebakaran terjadi dilokasi ruang lingkup tiga buah perusahaan yaitu PT. Java, PT. Niaga dan PT. Marabunta, sehingga di khawatirkan api yang berasal […]

  • Guru Besar UI Sindir Kejari Bandung Soal Status Hukum Erwin Menggantung Tanpa Kejelasan 

    Guru Besar UI Sindir Kejari Bandung Soal Status Hukum Erwin Menggantung Tanpa Kejelasan 

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Derry Rachman
    • visibility 94
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM – Kasus hukum yang menjerat Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian datang dari Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa, SH., MH., yang mempertanyakan lambannya perkembangan penanganan perkara tersebut hingga belum juga memasuki tahap persidangan. Menurut Eva, kondisi yang terjadi saat ini menimbulkan pertanyaan […]

  • Pimpin Perempuan Bangsa NTT, Merci Piwung Siapkan Kader Politik Perempuan dan Benahi Kepengurusan Lama

    Pimpin Perempuan Bangsa NTT, Merci Piwung Siapkan Kader Politik Perempuan dan Benahi Kepengurusan Lama

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 60
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Angela Merci Piwung, bertekad membangkitkan kembali Perempuan Bangsa NTT sebagai wadah strategis untuk memberdayakan perempuan, mencetak kader-kader politik perempuan, sekaligus membenahi organisasi agar lebih aktif dan berdampak bagi masyarakat. Susunan kepengurusan DPW Perempuan Bangsa Provinsi Nusa Tenggara Timur periode terbaru dipimpin oleh Angela Merci Piwung sebagai […]

  • DPRD Kota Batam Akan Gelar Rapat Koordinasi Permasalahan UMKM Genta I Kaota Batam

    DPRD Kota Batam Akan Gelar Rapat Koordinasi Permasalahan UMKM Genta I Kaota Batam

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Habil
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Batam, Jarrakpos.com | Permasalahan terhentinya aktivitas usaha UMKM di Perum Genta I Batu Aji,akibat penutupan jalan akses Lenjen Suprapto menjadi perhatian Publik. Komisi II DPRD Kota Batam yang membidangi ekonomi keuangan,Industri akhirnya turun tangan untuk membahas UMKM secara resmi. Sebagai langkah awal Komisi II DPRD Kota Batam menjadwalkan Rapat koordinasi pada hari,Rabu (20/12/2025) Rapat tersebut […]

  • Jelang Arus Mudik Lebaran 1447 H, BNNK Kuningan Pastikan Seluruh Awak Bus Bersih dari Narkoba

    Jelang Arus Mudik Lebaran 1447 H, BNNK Kuningan Pastikan Seluruh Awak Bus Bersih dari Narkoba

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan bergerak cepat memastikan seluruh armada angkutan darat siap mengantar masyarakat dengan aman dan nyaman. Melalui Operasi Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Rampcheck), pengawasan dilakukan secara intensif selama empat hari berturut-turut, 2–5 Maret 2026. Kegiatan rampcheck dilaksanakan di berbagai […]

  • Wali Kota Kupang: Pengentasan Kemiskinan Dimulai dari Pemberdayaan, Program Garuda Jadi Langkah Nyata

    Wali Kota Kupang: Pengentasan Kemiskinan Dimulai dari Pemberdayaan, Program Garuda Jadi Langkah Nyata

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 38
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi harus dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar mampu menciptakan nilai ekonomi secara mandiri sehingga kesejahteraan dapat meningkat secara berkesinambungan. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan […]

expand_less