Ditemui Massa HMI, Ketua DPRD Cirebon Sophi Zulfia Tegaskan Komitmen Transparansi dan Siap Di Audit
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 33 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
CIREBON, JARRAKPOS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, ditemui oleh perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon di Gedung DPRD, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan ini menjadi titik terang penyelesaian aksi demonstrasi yang sebelumnya berujung pada penyegelan pintu utama gedung dewan oleh massa aksi.
Dalam audiensi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum HMI Cirebon, Muhammad Akramul Farhan, pihaknya menyampaikan tiga tuntutan mendesak terkait tata kelola keuangan dewan.
Tuntutan tersebut meliputi keterbukaan informasi publik terkait program dan anggaran, permintaan audit komprehensif, serta penghapusan tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota dewan.
Merespons desakan tersebut, Sophi Zulfia menunjukkan sikap kooperatif dan terbuka. Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif tidak alergi terhadap kritik dan siap berbenah demi akuntabilitas publik.
“Kami memandang masukan dari masyarakat dan mahasiswa sebagai hal yang sangat vital. Transparansi anggaran bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban moral kami. Kinerja dewan harus akuntabel, dan kami tidak hanya mengejar predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) semata, tetapi lebih pada substansi pengelolaan yang bersih,” ujar Sophi di sela-sela audiensi.

Terkait tuntutan audit menyeluruh, Sophi menyatakan kesiapan DPRD Kabupaten Cirebon untuk menjalani proses pemeriksaan.
Pihaknya berkomitmen untuk membuka ruang bagi mekanisme audit internal maupun eksternal guna memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sesuai peruntukan dan regulasi yang berlaku.
Sikap terbuka yang ditunjukkan oleh pimpinan DPRD ini langsung ditanggapi positif oleh massa aksi.
Setelah memastikan bahwa aspirasi mereka didengar dan mendapat jaminan respons dari Ketua DPRD, massa HMI sepakat untuk mencabut aksi penyegelan dan spanduk di gerbang utama kantor dewan, serta membubarkan diri dengan tertib.
Langkah cepat Sophi Zulfia dalam menemui massa aksi dinilai mampu meredam ketegangan dan mengembalikan fungsi komunikasi antara wakil rakyat dengan konstituennya, khususnya elemen mahasiswa yang berperan sebagai kontrol sosial.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar