Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Dari Kursi-Meja hingga Rak Bunga, Siswa SMKN 2 Kupang Belajar Berkarya Lewat OSOP dengan Semangat DDBSB

Dari Kursi-Meja hingga Rak Bunga, Siswa SMKN 2 Kupang Belajar Berkarya Lewat OSOP dengan Semangat DDBSB

  • account_circle Mario
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Pembelajaran di SMK Negeri 2 Kupang tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Di ruang praktik, tangan para siswa dilatih untuk mengubah pengetahuan dan keterampilan menjadi karya nyata yang dapat digunakan, bahkan memiliki nilai ekonomi.

Mulai dari membuat kursi dan meja, teralis, tangga, tower, kanopi hingga rak bunga, siswa didorong untuk menghasilkan produk melalui pembelajaran berbasis praktik dan proyek.

Menariknya, kreativitas itu juga diterapkan dalam memanfaatkan sisa material. Potongan besi dari proses pengerjaan yang masih dapat digunakan tidak serta-merta dibuang, tetapi dimanfaatkan menjadi bagian alas atau tatakan rak bunga.

Semangat tersebut menjadi bagian dari visi SMKN 2 Kupang untuk menjadi SMK unggul yang “Berkarya”.

Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesy, menjelaskan bahwa kata “Berkarya” memiliki makna Berkarakter, Relevan, Kompeten, Adaptif dan Berdampak.

Menurutnya, pembelajaran di SMK harus memiliki keterkaitan dengan dunia kerja dan kebutuhan nyata. Karena itu, siswa tidak hanya dibekali hard skill, tetapi juga soft skill, kemampuan beradaptasi serta pengalaman menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan.

“Pembelajaran kita harus relevan dengan dunia kerja. Anak-anak harus punya soft skill, hard skill, kompeten dan adaptif terhadap industri,” kata Hebner ketika ditemui media pada Selasa, 22 September 2026.

SMKN 2 Kupang sendiri memiliki 11 program keahlian. Masing-masing didorong untuk menghasilkan karya maupun layanan sesuai kompetensi yang dimiliki.

Pada Program Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan, misalnya, siswa diarahkan menghasilkan berbagai material maupun produk mebel. Sementara Program Keahlian Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam menghasilkan berbagai produk berbahan logam, seperti teralis, tangga, tower, rak bunga, kursi dan meja.

Sementara Program Broadcasting dan Perfilman tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memberikan layanan seperti live streaming dan peliputan kegiatan pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Ketua Program Keahlian Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam SMKN 2 Kupang, Noch Hati, mengatakan proses menghasilkan sebuah produk dilakukan secara bertahap.

Sebelum membuat produk seperti meja dan kursi, siswa terlebih dahulu dilatih menguasai teknik dasar pengelasan, terutama membuat sambungan.

Dari proses tersebut, guru dapat melihat kemampuan masing-masing siswa sebelum mereka diarahkan ke tahap pengerjaan produk berikutnya.

“Kalau mau membuat kursi atau meja, kami harus melatih anak-anak membuat sambungan dulu. Dari situ kami lihat anak-anak mana yang bagus, baru lanjut ke proses berikutnya,” jelas Noch.

Pengerjaan produk dilakukan oleh siswa Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam sesuai pembelajaran dan mata pelajaran pilihan yang mereka ikuti.

Menurut Noch, keterampilan siswa juga dapat terlihat dari kemampuan mereka memanfaatkan material yang tersisa.

Potongan dari proses pengerjaan maupun sisa hasil gerinda dapat dimanfaatkan untuk membuat bagian tertentu pada rak bunga, terutama sebagai alas atau tatakan.

“Limbah seperti ini kalau orang yang tidak kreatif pasti dibuang, tetapi di tangan orang yang kreatif akan mengolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Noch.

Pembelajaran berbasis produk tersebut kemudian diarahkan untuk mendukung program One School One Product (OSOP) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTT.

Hebner mengatakan OSOP menjadi salah satu program strategis yang didukung melalui kegiatan pembelajaran di SMKN 2 Kupang.

Sekolah telah menyiapkan NTT Mart by OSOP sebagai ruang untuk menampilkan dan memasarkan berbagai produk yang dihasilkan siswa.

Dengan demikian, hasil pembelajaran tidak berhenti sebagai tugas praktik. Produk yang dibuat siswa memiliki peluang untuk dimanfaatkan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

“Ilmu yang anak-anak dapat, keterampilan yang dia dapat, kemudian ada hasil yang bisa dimanfaatkan,” ujar Hebner.

Bagi Hebner, pola tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kewirausahaan kepada siswa sejak berada di bangku sekolah.

OSOP, kata dia, dapat menjadi semacam laboratorium kecil bagi siswa untuk belajar berwirausaha. Siswa tidak hanya terlibat ketika produk selesai dibuat, tetapi dapat dilibatkan sejak menentukan produk yang akan dihasilkan hingga proses produksinya.

“OSOP ini menjadi laboratorium mini pengembangan kewirausahaan. Anak-anak dilibatkan mulai dari perencanaan, produk apa yang mau mereka hasilkan, sampai produksinya,” jelasnya.

Hebner menekankan bahwa pembelajaran praktik di SMK membutuhkan biaya, terutama untuk penyediaan bahan dan material.

Karena itu, sekolah berupaya agar hasil praktik siswa tidak menjadi barang yang tidak terpakai. Produk yang dihasilkan sebisa mungkin memiliki manfaat, baik untuk kebutuhan sekolah maupun untuk dipasarkan.

Misalnya, produk berupa meja dan kursi yang dihasilkan dari program keahlian tertentu dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan ruang belajar.

Dengan cara itu, pembelajaran memberikan manfaat ganda. Siswa mendapatkan pengalaman nyata dalam menghasilkan produk, sementara sekolah juga dapat memanfaatkan hasil karya tersebut.

“Kami dorong agar praktik anak-anak itu tidak menghasilkan sesuatu yang kemudian menjadi sampah. Karena bahan praktik itu membutuhkan biaya, maka hasilnya harus bisa berdampak bagi pengembangan sekolah,” katanya.

Lebih jauh, Hebner berharap semangat OSOP dapat berkembang dari One School One Product menjadi One Student One Product.

Artinya, setiap siswa nantinya tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki pengalaman menghasilkan sebuah produk yang dapat dimanfaatkan atau dikembangkan menjadi peluang usaha.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh siswa selama berada di sekolah harus mampu menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun ketika memilih menjadi wirausahawan.

“Harapan kami ke depan bukan hanya One School One Product, tetapi bisa menjadi One Student One Product,” ujarnya.

Seluruh proses tersebut kemudian dirangkum SMKN 2 Kupang dalam semangat DDBSB, yakni “Dari Dasar, Bersahaja, Berusaha Sampai Bermutu.”

Semangat itu menggambarkan proses pendidikan kejuruan yang dimulai dari kemampuan dasar, dilakukan secara sederhana dan bertahap, kemudian terus dikembangkan melalui usaha hingga menghasilkan karya yang bermutu.

Bagi SMKN 2 Kupang, karya siswa bukan sekadar hasil akhir dari sebuah praktik. Di balik sebuah kursi, meja, rak bunga atau produk lainnya, terdapat proses belajar tentang ketelitian, keterampilan, kreativitas, tanggung jawab dan keberanian untuk menghasilkan sesuatu.

Dari ruang praktik, siswa belajar bahwa keterampilan memiliki nilai ketika mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.

Dan melalui OSOP, karya-karya tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diperkenalkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat melalui NTT Mart by OSOP.

Semangatnya sederhana: berawal dari dasar, dikerjakan dengan bersahaja, terus berusaha, hingga menghasilkan karya yang bermutu.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak “The Soul of Linggarjati”, Festival Linggarjati 2026 Resmi Ditutup

    Semarak “The Soul of Linggarjati”, Festival Linggarjati 2026 Resmi Ditutup

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com — Rangkaian kegiatan Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” resmi ditutup di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kamis (20/8/2026). Perhelatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai sejarah, budaya, sekaligus memperkuat jati diri generasi muda. Wakil Bupati Kuningan Tuti […]

  • Semarakkan Hari Jadi ke-528, Ribuan Peserta Antusias Ikuti “MELESAT RUN” di Kuningan

    Semarakkan Hari Jadi ke-528, Ribuan Peserta Antusias Ikuti “MELESAT RUN” di Kuningan

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Suasana meriah dan penuh euforia mewarnai gelaran “MELESAT RUN” di Kota Kuningan. Ribuan peserta dari berbagai daerah tampak antusias menempuh rute sepanjang 5,28 kilometer yang melintasi sejumlah ruas jalan utama kota. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528  Kuningan. ​Selama berlari, para peserta disuguhi suasana Kota Kuningan yang nyaman […]

  • Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan Demi Beri Jaminan Perlindungan Kaum Buruh 

    Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan Demi Beri Jaminan Perlindungan Kaum Buruh 

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    JAKARTA, jarrakpos.com | Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meresmikan pembentukan Desk Ketenagakerjaan. Pembentukan desk ini diharapkan bisa menjadi salah satu wadah untuk menyelesaikan sengketa industri, serta sengeketa tenaga kerja antara perusahaan dan tenaga kerja. Jenderal Sigit mengemukakan, Desk Ketenagakerjaan ini merupakan bentuk keberpihakan Polri terhadap permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan yang selama ini selalu terjadi. Persoalan-persoalan […]

  • Ucapan Hari Raya Paskah 2026 dari Keluarga Besar DPW Partai Amanat Nasional (PAN) NTT

    Ucapan Hari Raya Paskah 2026 dari Keluarga Besar DPW Partai Amanat Nasional (PAN) NTT

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 219
    • 0Komentar
  • Terjadi Keracunan Masal di Kajoran Magelang, Polisi Selidiki Penyebabnya

    Terjadi Keracunan Masal di Kajoran Magelang, Polisi Selidiki Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polresta Magelang melalui Polsek Kajoran melakukan penyelidikan terkait kejadian dugaan keracunan yang dialami setelah mengonsumsi es buah di wilayah Sidowangi, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Berdasarkan data sementara per Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB, sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, beberapa korban lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas […]

  • Dirjen AHU Kemenkum RI Buka UKEN 2026 di Solo: Ingatkan Integritas, Etika dan Ancaman Sanksi bagi Notaris

    Dirjen AHU Kemenkum RI Buka UKEN 2026 di Solo: Ingatkan Integritas, Etika dan Ancaman Sanksi bagi Notaris

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 72
    • 0Komentar

    SOLO, Jarrakpos.com — Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum RI secara resmi membuka pembekalan dan Ujian Kode Etik Notaris (UKEN) yang dihelat di The Sunan Hotel, Solo, pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan strategis ini merupakan pilar kaderisasi penting bagi Ikatan Notaris Indonesia (INI) guna mencetak calon pejabat umum yang profesional. ​Agenda tersebut dihadiri oleh 638 […]

expand_less