Di Pos 3 Pendakian Suwanting Gunung Merbabu Resmi Mengoperasikan Shelter Emergency Berbasis Teknologi
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Taman Nasional Gunung Merbabu resmi mulai mengoperasikan Shelter Emergency berbasis teknologi di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting, Kabupaten Magelang. Fasilitas ini dihadirkan untuk memperkuat sistem keselamatan pendaki sekaligus mendukung target zero accident di kawasan gunung tersebut. Rabu,(17/6/2026)
Shelter ini berada di ketinggian 2.738 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pembangunan dilakukan pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026 melalui skema cost sharing, sebelum akhirnya diserahkan dan diresmikan untuk mulai beroperasi.
Fasilitas ini dirancang sebagai ruang perlindungan darurat bagi pendaki yang mengalami kondisi berbahaya di jalur pendakian, seperti cuaca ekstrem, hipotermia, tersesat, hingga kecelakaan. Shelter ini menjadi titik evakuasi awal sebelum proses penanganan lebih lanjut dilakukan oleh petugas.
Tidak hanya sebagai tempat perlindungan, Shelter Emergency ini juga dilengkapi fasilitas berbasis teknologi, antara lain panel listrik tenaga surya, kamera pengawas (CCTV), jaringan internet (Wifi), perangkat komunikasi radio (RIG), serta sistem penangkal petir. CCTV di lokasi tersebut juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca dan aktivitas pendakian secara real time.
Kepala Balai TN Gunung Merbabu Dr Anggit Haryoso menyampaikan, keberadaan shelter ini merupakan bagian dari penguatan sistem mitigasi risiko dalam aktivitas pendakian di kawasan konservasi tersebut.
“Pembangunan shelter emergency ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Kehutanan dalam mewujudkan program Zero Accident di kawasan Taman Nasional. Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan keselamatan pendaki sekaligus menjadi momentum untuk menciptakan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Kepala Balai TN Gunung Merbabu juga mengingatkan agar seluruh pendaki turut menjaga fasilitas yang telah disediakan agar dapat berfungsi secara optimal. “Kami mengimbau para pendaki untuk menggunakan fasilitas ini dengan bijak, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kawasan ini dan meninggalkan jejak kebaikan, bukan sampah,” katanya.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar