Anomali Cuaca Tak Pengaruhi Hasil Tangkapan, Nelayan Andon di Pacitan Panen Tuna hingga 4 Ton Sekali Melaut
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Awi dan Jenggot saat santai usai melaut.
Pacitan,JarrakPos-Anomali cuaca yang belakangan terjadi ternyata tak selalu berdampak negatif terhadap aktivitas perikanan di perairan Pacitan. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, sejumlah nelayan andon justru mengaku mengalami peningkatan hasil tangkapan ikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut dirasakan para nelayan yang kini tengah melaut di perairan Pacitan. Salah satunya disampaikan Jenggot. Ia menyebut, hasil tangkapan ikan sempat mengalami penurunan pada Juni lalu. Namun, situasi berangsur membaik memasuki Oktober.
Bahkan, dalam sekali perjalanan melaut, ia bersama nelayan lainnya mampu membawa pulang sekitar 3 hingga 4 ton ikan tuna.
“Pada Oktober lalu, rata-rata sekali berlayar bisa mendapatkan 3-4 ton ikan tuna,” ungkap Jenggot saat ditemui wartawan, Ahad (1/11).
Pengalaman serupa juga dirasakan Awi, nelayan asal Pemalang yang mencari peruntungan di perairan Pacitan. Menurutnya, kondisi cuaca sejauh ini masih cukup mendukung aktivitas penangkapan ikan. Sehingga, nelayan tetap bisa menjalankan aktivitas melaut dengan hasil yang relatif baik.
Meski demikian, bukan berarti aktivitas mereka tanpa kendala. Di tengah meningkatnya hasil tangkapan, para nelayan justru dihadapkan pada persoalan tingginya biaya operasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Awi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang disampaikan pemilik kapal atau bos, harga solar yang digunakan untuk melaut mencapai Rp27 ribu per liter. Besarnya biaya tersebut menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan nelayan dalam setiap perjalanan.
“Kami nggak tahu pastinya, tapi bos pemilik kapal mengklaim harga BBM solar Rp27 ribu per liter dan dikompensasi dengan hasil tangkapan ikan kami,” tutur Awi.
Kondisi ini menggambarkan bahwa meningkatnya hasil tangkapan belum tentu berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh nelayan. Sebab, tingginya biaya operasional, khususnya bahan bakar, tetap menjadi tantangan tersendiri.
Bagi nelayan andon yang menggantungkan penghasilan dari hasil laut, melimpahnya tangkapan tuna tentu menjadi kabar menggembirakan. Namun, keberlanjutan aktivitas melaut juga sangat ditentukan oleh keseimbangan antara hasil tangkapan dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar