Usman Husin Bergerak Cepat, Besok BBWS Nusa Tenggara II Turun Identifikasi Embung Livuhanik di Desa Lentera Rote Ndao yang Rusak
- account_circle Mario
- calendar_month 20 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Keluhan masyarakat tentang Embung Livuhanik yang kering total dan mengalami kerusakan pintu air langsung mendapat respons dari Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi IV, Usman Husin. Tak ingin aspirasi masyarakat berhenti sebatas keluhan, Usman bergerak cepat membangun koordinasi dengan kementerian terkait agar persoalan yang berdampak pada kehidupan petani di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian serius.
Langkah tersebut mulai menunjukkan respons positif. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) dijadwalkan turun ke lapangan pada Rabu, 21 Oktober 2026, untuk melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap kondisi Embung Livuhanik.
Kepastian itu disampaikan Bernadetha Tea, pejabat di lingkungan Balai Wilayah Sungai (BWS)/Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, saat dikonfirmasi media pada Selasa malam, 20 Oktober 2026.
“Besok teman-teman yang di Rote akan melakukan identifikasi lebih lanjut,” ucapnya.
Respons ini menjadi langkah awal yang dinantikan masyarakat. Sebab, bagi petani di Desa Lanteran, Embung Livuhanik bukan sekadar bangunan penampung air, melainkan infrastruktur penting yang menopang keberlangsungan pertanian dan penghidupan keluarga mereka.
Sudah Ada Sejak 1983, Mengairi 442 Hektare Lahan
Embung Livuhanik telah ada sejak tahun 1983 dan memiliki peran penting sebagai sumber pengairan bagi 442 hektare lahan pertanian. Namun, kini kondisi air dilaporkan kering total, sementara pintu air mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan aktivitas pertanian, terutama ketika kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung musim tanam dan menjaga produktivitas lahan.
Keluhan itu disampaikan masyarakat Desa Lanteran bersama Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Fraksi PKB, Melkianus Frans Haning. Mereka berharap pemerintah pusat memberi perhatian terhadap kerusakan embung tersebut dan mendorong langkah perbaikan agar fungsinya dapat kembali dirasakan oleh petani.
Usman Husin Kawal Aspirasi Masyarakat
Mendengar keluhan tersebut, Usman Husin langsung membangun komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk mendorong perhatian Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Komisi IV, Usman diharapkan dapat menjembatani aspirasi petani agar persoalan yang mereka hadapi memperoleh tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Bagi masyarakat, yang dibutuhkan bukan sekadar kunjungan atau pendataan, melainkan langkah nyata untuk mengatasi kerusakan embung dan memulihkan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Karena itu, identifikasi yang dijadwalkan BBWS Nusa Tenggara II pada Rabu, 21 Oktober 2026, menjadi tahapan penting untuk mengetahui kondisi kerusakan serta kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Masyarakat kini menaruh harapan agar langkah awal tersebut tidak berhenti pada identifikasi, tetapi berlanjut pada upaya perbaikan yang konkret.
Sebab, di balik Embung Livuhanik yang kini kering total, terdapat 442 hektare lahan pertanian dan harapan banyak keluarga petani di Rote Ndao yang menantikan kembalinya sumber pengairan mereka.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar