Usman Husin Tak Akan Pernah Melupakan Rote Ndao
- account_circle Mario
- calendar_month 24 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Ada sebuah kalimat yang terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna mendalam bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao. “Bapak Usman Husin yang sudah sampai di pusat, tetapi tidak melupakan Rote Ndao.” Kalimat itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh, sebagai ungkapan terima kasih kepada seorang wakil rakyat yang dinilainya tetap memberikan perhatian kepada daerah tersebut.
Bagi petani Rote Ndao, perhatian itu bukan sekadar kata-kata. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, perhatian tersebut kembali terlihat melalui penyaluran 45 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 45 kelompok tani yang tersebar di 38 desa.
Bantuan yang disalurkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, itu menjadi bagian dari perjuangan memperkuat sektor pertanian di salah satu kabupaten kepulauan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyerahan bantuan berlangsung di Kompleks Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Desa Holoama, Kecamatan Lobalain. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh; Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Fraksi PKB, Melkianus Frans Haning; tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Bupati Rote Ndao, Bernad Pele; serta para ketua dan anggota kelompok tani penerima bantuan.
Di balik penyerahan peralatan itu, tersimpan harapan yang dekat dengan kehidupan petani: pekerjaan mengolah lahan menjadi lebih ringan, kebutuhan air pertanian lebih terbantu, dan proses penanaman padi dapat berlangsung lebih efektif.
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada tanah dan hasil panen, dukungan seperti ini bukan semata-mata soal alat. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi salah satu upaya membuka jalan bagi usaha tani yang lebih produktif.
Sudah Sampai di Pusat, Rote Ndao Tetap di Hati
Nixon Molelanik Balukh menyampaikan apresiasi atas perhatian Usman Husin terhadap pembangunan pertanian di Rote Ndao. Menurutnya, meskipun Usman mengemban tugas sebagai anggota DPR RI dengan wilayah pemilihan yang mencakup sejumlah kabupaten, perhatian terhadap kebutuhan petani di Rote Ndao tetap diberikan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Anggota Dewan, Bapak Usman Husin, yang sudah sampai di pusat, tetapi tidak melupakan Rote Ndao,” ujar Nixon.
Kalimat itu menjadi inti apresiasi pemerintah daerah. Bagi Nixon, perhatian seorang wakil rakyat terhadap daerah yang diwakilinya terasa berarti ketika perjuangan tersebut menghadirkan dukungan yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat.
Ia pun mengajak masyarakat mendukung perjuangan Usman agar terus berlanjut.
“Kita dukung dengan doa agar beliau tetap sehat, tetap sukses, dan tetap berjuang untuk mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Rote Ndao,” katanya.
Nixon menjelaskan, dalam kegiatan tersebut terdapat dua bentuk bantuan yang disalurkan, yakni fasilitas alat pertanian dan benih jagung hibrida berkualitas. Keduanya diharapkan membantu petani mengembangkan usaha tani dan meningkatkan produksi pertanian.
Ia juga menilai, salah satu hal penting dalam perjuangan menghadirkan bantuan adalah kemauan melihat kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kita berterima kasih, Bapak Usman sering ke lapangan untuk memantau perkembangan dan dinamika pertanian di Rote Ndao. Beliau melihat apa yang menjadi kebutuhan kita dan terus mendatangkan bantuan pertanian bagi masyarakat Rote Ndao,” ungkap Nixon.
Turun ke lapangan menjadi cara untuk melihat persoalan petani dari dekat. Sebab, kebutuhan pertanian tidak selalu sama di setiap wilayah. Ada petani yang membutuhkan alat untuk mengolah lahan, ada yang berhadapan dengan persoalan air, dan ada pula yang membutuhkan dukungan agar proses penanaman lebih efisien.
Karena itu, bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha tani masyarakat.
Dari Traktor hingga Alat Penanam Padi
Sebanyak 45 unit alsintan yang diserahkan kepada kelompok tani terdiri atas 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, dan lima unit rice transplanter atau alat penanam padi.
Tiga puluh kelompok tani menerima traktor roda dua untuk mendukung pengolahan lahan. Sepuluh kelompok tani memperoleh pompa air guna membantu memenuhi kebutuhan air pertanian, sedangkan lima kelompok tani lainnya menerima alat penanam padi.
Lima kelompok penerima rice transplanter tersebut adalah Gapoktan Bahulain di Desa Siomeda, Kecamatan Rote Tengah; Suka Maju di Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah; Maubupu di Desa Lekona, Kecamatan Pantai Baru; Dalek Esa di Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru; serta Baru Muncul di Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau 45 kelompok tani di 38 desa. Sebarannya meliputi sejumlah kecamatan di Rote Ndao, antara lain Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Rote Barat, Rote Tengah, Rote Timur, Rote Selatan, Lobalain, Pantai Baru, Landu Leko, dan Loaholu.
Setiap jenis alat memiliki fungsi berbeda, tetapi tujuannya sama: membantu petani menjalankan pekerjaan dengan lebih efektif. Traktor dapat mendukung pengolahan lahan, pompa air membantu memenuhi kebutuhan pengairan sesuai kondisi setempat, sedangkan alat penanam padi dapat mempermudah proses penanaman.
Jika dikelola dengan baik, peralatan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat pada satu musim tanam. Perawatan dan penggunaan secara bersama dapat membuat bantuan bertahan lebih lama serta memberikan manfaat kepada lebih banyak anggota kelompok tani.
Pesan Usman: Bantuan Tidak Boleh Diperjualbelikan
Di hadapan para penerima bantuan, Usman Husin menegaskan bahwa alat pertanian yang disalurkan harus digunakan untuk kepentingan bersama. Ia tidak ingin peralatan tersebut hanya dikuasai oleh ketua kelompok, apalagi diperjualbelikan.
“Bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan. Harus digunakan bersama dalam kelompok, tidak boleh hanya ketua kelompok saja yang menggunakan. Semua anggota harus bisa merasakan manfaatnya,” tegas Usman.
Ia juga memastikan bahwa bantuan tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.
“Bantuan-bantuan ini gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa bantuan melalui aspirasi wakil rakyat merupakan fasilitas untuk kepentingan kelompok, bukan milik pribadi. Setiap penerima memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan mengatur penggunaan alat agar seluruh anggota memperoleh manfaat yang adil.
Sebab, nilai sebuah bantuan tidak hanya ditentukan oleh jumlah peralatan yang diserahkan, tetapi juga oleh sejauh mana alat itu digunakan untuk menunjang kegiatan pertanian.
Dengan pengelolaan yang baik, traktor, pompa air, dan alat penanam padi tersebut diharapkan membantu petani menghemat waktu dan tenaga, memperlancar pekerjaan, serta mendukung peningkatan produktivitas lahan.
Petani Bolatena Merasakan Harapan Baru
Di Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur. Yanes Slihan Huru, salah satu ketua kelompok tani penerima bantuan, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diterima kelompoknya.
“Kami bersyukur dan berterima kasih karena sampai saat ini kami baru menerima bantuan dari Bapak Usman Husin. Kami menyampaikan terima kasih banyak,” ujar Yanes.
Ia menyebutkan, kelompok tani yang dipimpinnya memiliki lahan sekitar 12 hektare. Dengan adanya bantuan itu, ia berharap kegiatan pertanian kelompoknya dapat berjalan lebih baik dan memberikan hasil yang semakin optimal.
Bagi kelompok tani dengan lahan yang harus dikelola bersama, dukungan peralatan dapat membantu meringankan pekerjaan dan memperlancar aktivitas di lapangan. Harapannya, petani memiliki kesempatan lebih besar untuk mengoptimalkan lahan serta meningkatkan hasil usaha tani.
Tentu, bantuan alat pertanian bukan satu-satunya penentu keberhasilan panen. Ketersediaan air, kondisi cuaca, kualitas benih, perawatan tanaman, dan pendampingan juga memengaruhi hasil produksi. Namun, tersedianya peralatan yang sesuai kebutuhan dapat menjadi salah satu penopang penting dalam proses tersebut.
Karena itu, para penerima diharapkan memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Penyerahan bantuan tersebut turut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam membangun pertanian. Perjuangan menghadirkan fasilitas perlu berjalan seiring dengan pendampingan, pengawasan, serta komitmen penerima untuk menggunakannya secara tepat.
Kehadiran Usman Husin dalam penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan petani Rote Ndao. Sementara itu, pemerintah daerah dan kelompok tani memiliki peran penting untuk memastikan peralatan yang telah diterima benar-benar digunakan sesuai tujuan.
Bagi daerah yang masyarakatnya menggantungkan penghidupan pada pertanian, dukungan semacam ini diharapkan memberi dampak lebih luas: pekerjaan yang lebih efisien, usaha tani yang semakin berkembang, dan peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar