Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Realisasi Belanja APBD Pacitan Baru 59,38 Persen, Pemkab Kejar Serapan di Sisa Waktu

Realisasi Belanja APBD Pacitan Baru 59,38 Persen, Pemkab Kejar Serapan di Sisa Waktu

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pacitan hingga akhir September 2026 masih berada di bawah angka 60 persen.

Dengan waktu pelaksanaan anggaran yang tersisa kurang dari tiga bulan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan dituntut mengoptimalkan serapan anggaran tanpa mengabaikan prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pacitan, Deni Cahyantoro, mengatakan realisasi belanja APBD hingga penghujung September baru mencapai sekitar 59,38 persen, atau senilai Rp916,92 miliar.

Angka tersebut masih harus dikejar pada kuartal terakhir tahun anggaran. Terlebih, pemerintah daerah hanya memiliki waktu efektif sekitar tiga bulan untuk menuntaskan berbagai program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD.

“Biasanya serapan akan berlangsung masif dan cepat pada awal November nanti. Untuk saat ini, serapan tertinggi ada di pos belanja gaji,” kata Deni, di sela rapat dinas melalui pesan WhatsApp, Rabu (7/10).

Deni menjelaskan, belanja pegawai menjadi salah satu komponen yang relatif stabil penyerapannya karena berkaitan dengan pembayaran gaji dan tunjangan aparatur. Sementara sejumlah belanja lainnya masih akan bergerak mengikuti tahapan pelaksanaan program dan kegiatan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Memasuki triwulan IV, percepatan realisasi anggaran menjadi pekerjaan penting bagi Pemkab Pacitan. Namun, percepatan tersebut tidak berarti pemerintah daerah dapat mengesampingkan tahapan administrasi maupun ketentuan pengadaan barang dan jasa.

Dalam pengelolaan keuangan daerah, pelaksanaan APBD harus berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, serta ketentuan teknis pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan pemerintah.

Prinsipnya, serapan anggaran bukan semata-mata mengejar besarnya angka belanja. Setiap rupiah dalam APBD harus benar-benar mendukung program yang telah direncanakan, memiliki keluaran yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.

Karena itu, percepatan belanja pada penghujung tahun harus tetap dilakukan secara terukur. OPD perlu memastikan kegiatan yang telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran dapat direalisasikan sesuai jadwal, sementara kegiatan yang memiliki kendala harus segera diidentifikasi dan dicarikan solusi sesuai koridor regulasi.

Dengan realisasi sebesar Rp916,92 miliar atau 59,38 persen, masih terdapat sekitar 40,62 persen anggaran belanja yang belum terealisasi. Artinya, nilai belanja yang harus dikejar pada sisa tahun anggaran masih cukup besar.

Pemkab Pacitan memiliki momentum pada Oktober hingga Desember untuk meningkatkan realisasi tersebut. Terutama pada kegiatan yang secara administrasi maupun fisik telah memasuki tahapan pembayaran dan penyelesaian pekerjaan.

Kendati demikian, capaian serapan yang tinggi pada akhir tahun tetap harus dibarengi dengan kualitas belanja. Pemerintah daerah perlu menghindari pola belanja yang sekadar mengejar target persentase, tetapi minim dampak terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Apalagi, salah satu ukuran keberhasilan APBD bukan hanya seberapa besar anggaran terserap, melainkan sejauh mana belanja tersebut mampu menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Dari sisi target, Pemkab Pacitan masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan seluruh program prioritas daerah yang telah dituangkan dalam APBD dapat berjalan hingga akhir tahun. Optimalisasi pendapatan dan percepatan belanja pun perlu berjalan beriringan agar pelaksanaan APBD tetap sehat.

Dengan waktu kurang dari tiga bulan, triwulan terakhir bakal menjadi fase krusial bagi pengelolaan keuangan daerah Pacitan. Percepatan serapan, ketepatan pelaksanaan kegiatan, dan disiplin terhadap regulasi menjadi tiga hal yang akan menentukan wajah realisasi APBD hingga tutup buku tahun anggaran 2026.

Tantangannya kini bukan sekadar membuat angka serapan menembus target, melainkan memastikan setiap anggaran yang dibelanjakan benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan, pembangunan, dan manfaat yang dapat dirasakan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadisdik Subulussalam Sambut Kepulangan Merawati, Juara 1 Nasional GTK 2025

    Kadisdik Subulussalam Sambut Kepulangan Merawati, Juara 1 Nasional GTK 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com – Rabu, 3 Desember 2025. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, Nasrul Padang, S.Pd., SD, menyambut langsung kedatangan Merawati, S.Pd., M.Pd, Kepala TK Belegen Mulia yang sukses meraih Juara 1 Nasional Kategori Kepala Sekolah Dedikatif pada Apresiasi GTK 2025 di Jakarta. Penyambutan berlangsung hangat di kantor Dinas Pendidikan, dihadiri jajaran dinas, pengawas […]

  • Hari Obesitas Sedunia, Dispora Bengkulu: Olahraga dan Pola Makan Sehat Kunci Lawan Obesitas

    Hari Obesitas Sedunia, Dispora Bengkulu: Olahraga dan Pola Makan Sehat Kunci Lawan Obesitas

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Memperingati Hari Obesitas Sedunia yang jatuh pada 4 Maret 2025 , Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu mengajak masyarakat untuk melawan obesitas dengan rutin berolahraga dan menerapkan pola makan sehat . Kepala Dispora Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, S.Sos. , menekankan bahwa obesitas merupakan masalah kesehatan global yang perlu mendapat perhatian […]

  • Kabupaten Ngada Paling Aktif 2025, Bulog NTT Imbau Pemda Rajin Ajukan GPM Agar Menjangkau Pelosok

    Kabupaten Ngada Paling Aktif 2025, Bulog NTT Imbau Pemda Rajin Ajukan GPM Agar Menjangkau Pelosok

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 163
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk lebih aktif dan rutin mengajukan permohonan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), agar distribusi pangan dapat menjangkau hingga ke wilayah pelosok. Wakil Pimpinan Bulog Kanwil NTT, Ramaijon Purba, menegaskan bahwa Bulog siap menyiapkan kebutuhan GPM di berbagai daerah selama ada permintaan […]

  • Dinamika Konfercab PDI-P Di Cirebon Menghasilkan Ketua dan Pengurus DPC  Masa Bakti 2025-2030.

    Dinamika Konfercab PDI-P Di Cirebon Menghasilkan Ketua dan Pengurus DPC Masa Bakti 2025-2030.

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 299
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM I PDI Perjuangan (PDI-P) melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab)  VI Serentak di seluruh Jawa Barat. Khusus  Ciayumajakuning diikuti oleh Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, dan Sumedang yang bertempat di Ballroom Apita Hotel Cirebon, Senin 8 Desember 2025. Acara di hadiri oleh Ketua DPP, PDI-P, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri didampingi oleh Ketua  DPD […]

  • Saat Sidak KDM Temukan Tambang Ilegal di Kawasan Kaki Gunung Ciremai

    Saat Sidak KDM Temukan Tambang Ilegal di Kawasan Kaki Gunung Ciremai

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 290
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menepati janjinya untuk turun langsung ke kawasan Gunung Ciremai. KDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Dalam sidak ini hadir juga Sekda Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos, M.Si, didampingi Kepala OPD lainnya, Kamis 15 Januari 2026. Sidak […]

  • Anggota DPRD NTT, Mercy Piwung Soroti Kasus Keracunan MBG di Ngada: Saya Mengutuk Keras

    Anggota DPRD NTT, Mercy Piwung Soroti Kasus Keracunan MBG di Ngada: Saya Mengutuk Keras

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 446
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngada kembali memicu kegaduhan publik setelah puluhan siswa dari SD Trikora, SD Inpres Waturutu dan SDK Regina Pacis mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Rabu, 26 November 2025. Para siswa terpaksa mendapat perawatan medis di RSUD Bajawa, menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan pangan dalam […]

expand_less