Milangkala ke-46 Desa Cisantana: Perkuat Kolaborasi Menuju Desa Mandiri, Berbudaya, dan Berdaya Saing
- account_circle Ghana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (Milangkala) ke-46 Desa Cisantana menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Desa Cisantana untuk memperkuat visi pembangunan daerah. Kepala Desa Cisantana, Ano Suratno, A.Md., menegaskan bahwa usia 46 tahun bukan sekadar perayaan rutin, melainkan titik refleksi sekaligus pijakan strategis dalam menata masa depan desa yang mandiri, kreatif, dan berakar kuat pada tradisi lokal.
Menurut Ano Suratno, indikator kemandirian Desa Cisantana tidak hanya diukur dari masifnya pembangunan fisik semata, tetapi juga dari keberhasilan masyarakat dalam mengoptimalkan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor ekonomi, kriya, kreativitas, hingga pariwisata.
“Cisantana harus menjadi desa yang mandiri dalam segala arti, mulai dari kemandirian ekonomi, kriya, kreativitas, hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” ujar Ano.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, ia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Pembangunan desa tidak bisa bergerak optimal jika hanya bergantung pada pemerintah desa semata. Sinergi antara tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelaku seni, pelaku usaha, hingga lembaga kemasyarakatan menjadi kunci utama.
Rencana Pembangunan Fasilitas Publik dan Ekonomi
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Desa Cisantana merancang sejumlah infrastruktur strategis yang mengombinasikan fasilitas publik dengan ruang pertumbuhan ekonomi warga:
Sarana Olahraga: Rencana pembangunan lapangan mini soccer yang diproyeksikan berlanjut pada tahun 2027 dan terintegrasi dengan sarana pendukung lainnya.
Fasilitas Wisata & Seni: Pembangunan homestay milik desa, panggung seni dan budaya, serta kawasan interaksi publik untuk pusat aktivitas ekonomi warga.
Pasar Wisata Desa Palutungan:
Kawasan Palutungan diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi baru melalui pembangunan Pasar Wisata Desa. Konsep dan desain pasar telah siap dan kini memasuki tahapan penganggaran serta persiapan konstruksi.
Pengembangan sektor pariwisata ini diharapkan tidak hanya menjadikan Cisantana sebagai destinasi kunjungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung terhadap kesejahteraan warga setempat.

Merawat Seni, Budaya, dan Nilai Spiritual
Di tengah arus modernisasi dan pembangunan fisik, Pemerintah Desa Cisantana berkomitmen menjaga identitas budaya serta nilai-nilai spiritual warisan para leluhur. Keberadaan sanggar seni dan ruang kreativitas terus didorong agar generasi muda memiliki wadah untuk berekspresi sekaligus memahami akar budayanya.
Ano menekankan bahwa kemajuan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan kelestarian nilai-nilai sosial masyarakat.
Melalui momentum Milangkala ke-46 ini, seluruh elemen Desa Cisantana diajak untuk terus bergerak bersama dalam semangat gotong royong dan kolaborasi demi mewujudkan desa yang mandiri, berbudaya, dan siap memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar