PAD Pacitan Baru Terealisasi 71,94 Persen, Masih Ada Kekurangan Rp71,9 Miliar
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Badan Keuangan Daerah Pacitan, Deni Cahyantoro, SH, M. Si.
Pacitan,JarrakPos.com-Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pacitan tahun 2026 menjadi sorotan dalam rapat kerja bersama Bupati Pacitan, Rabu (30/9). Hingga pekan keempat September, capaian PAD masih berada di angka 71,94 persen.
Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, realisasi PAD baru mencapai Rp184.349.596.534,12 dari target yang ditetapkan sebesar Rp256.267.479.297. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar Rp71,92 miliar yang harus dikejar hingga akhir tahun.
Kepala BKD Pacitan, Deni Cahyantoro, mengungkapkan capaian sejumlah komponen PAD masih belum optimal. Salah satunya berasal dari pajak bintonit yang hingga September belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Targetnya Rp25 juta, realisasinya masih nol persen,” kata Deni, Kamis (1/10).
Di tengah sejumlah komponen yang belum mencapai target, terdapat pula pos pendapatan yang mencatatkan realisasi jauh melampaui target. Pendapatan pengembalian, misalnya, terealisasi hingga 1.906,28 persen, dengan nilai sekitar Rp1,525 miliar dari target awal yang hanya Rp80 juta.
Sementara itu, kontribusi terbesar terhadap PAD Pacitan berasal dari retribusi daerah. Pos ini ditargetkan sebesar Rp170,316 miliar, dan hingga September telah terealisasi 68,15 persen atau sekitar Rp116,065 miliar.
Deni menjelaskan, dari sektor retribusi, pendapatan terbesar berasal dari retribusi pelayanan kesehatan. Target yang ditetapkan mencapai Rp149,946 miliar, dengan realisasi hingga September sebesar 67,32 persen atau sekitar Rp100,950 miliar.
Adapun dari sektor pajak daerah, kontribusi terbesar berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Dari target sebesar Rp26,264 miliar, realisasinya telah mencapai 72,99 persen atau sekitar Rp20,807 miliar.
Dengan waktu yang tersisa sekitar dua bulan sebelum tahun anggaran 2026 berakhir, Pemkab Pacitan masih memiliki pekerjaan cukup besar untuk menutup selisih target PAD tersebut.
Deni menegaskan, pihaknya akan melakukan berbagai langkah intensifikasi guna mendorong peningkatan penerimaan, terutama dari sektor pajak dan retribusi.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengerek realisasi PAD secara signifikan hingga akhir tahun, sekaligus mempersempit selisih antara target dan capaian pendapatan daerah.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar