Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Tak Harus Pernah Jadi Kepala Bappeda, Khemal Pandu Disebut Punya Kans Jadi Sekda Pacitan?

Tak Harus Pernah Jadi Kepala Bappeda, Khemal Pandu Disebut Punya Kans Jadi Sekda Pacitan?

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Anggapan bahwa calon Sekretaris Daerah (Sekda) harus memiliki rekam jejak sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) maupun Inspektur Inspektorat ternyata tidak sepenuhnya berlaku dalam dinamika birokrasi Pemerintahan.

Sejarah pemerintahan daerah menunjukkan, posisi Sekda tidak selalu lahir dari satu jalur karier tertentu. Rekam jejak kepemimpinan, pengalaman mengelola perangkat daerah, kapasitas manajerial, serta kemampuan memahami tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pejabat menuju jabatan pimpinan birokrasi tertinggi di daerah.

Pada era pemerintahan Bupati Suyono, misalnya, calon Sekda tidak harus berasal dari mereka yang pernah menduduki jabatan Kepala Bappeda maupun Inspektur Inspektorat.

Sementara pada era pemerintahan Bupati Indartato, figur Sekda Suko Wiyono memang memiliki pengalaman lengkap di dua institusi strategis tersebut. Sebelum dipercaya menjadi Sekda, Suko Wiyono pernah menjabat Kepala Bappeda sekaligus Inspektur Inspektorat, yang pada masa sebelumnya dikenal sebagai Badan Pengawas Daerah (Bawasda).

Jejak berbeda juga terlihat pada perjalanan karier Sekda Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro. Sebelum dipercaya menjadi Sekda Pacitan, ia pernah memimpin Dinas Pendidikan, kemudian mendapat amanah sebagai Kepala Bappeda dan selanjutnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Rangkaian perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa karier menuju kursi Sekda dapat ditempuh melalui pengalaman birokrasi yang beragam.

Sumber internal di lingkungan Pemkab Pacitan menegaskan, pengalaman sebagai Kepala Bappeda maupun Inspektur bukan merupakan satu-satunya ukuran untuk menentukan kelayakan seorang pejabat menduduki jabatan Sekda.

“Yang jelas, mereka dari jajaran JPTP punya kesempatan untuk dicalonkan sebagai Sekda,” ujar sumber tersebut, Senin (21/9).

Menurutnya, meritokrasi birokrasi semestinya memberikan ruang yang proporsional bagi setiap pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang memenuhi persyaratan, memiliki kompetensi, rekam jejak, serta pengalaman kepemimpinan yang memadai.

Dalam konteks tersebut, nama Khemal Pandu Pratikna disebut memiliki peluang untuk masuk dalam bursa calon Sekda Pacitan di masa mendatang.

Secara administratif, Khemal Pandu disebut telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses pengisian jabatan pimpinan tinggi madya tersebut. Perjalanan kariernya juga tidak semata dibangun dari satu bidang pemerintahan.

Sebelum dipercaya sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Khemal Pandu pernah menduduki posisi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Pada saat yang sama, ia juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial.

Pengalaman tersebut, menurut sumber tadi, menjadi modal tersendiri karena seorang Sekda dituntut memiliki pemahaman lintas sektor. Sekda bukan hanya administrator pemerintahan, tetapi juga berperan sebagai penggerak koordinasi antarpemerintah daerah, perangkat daerah, serta berbagai kepentingan pembangunan.

Dari sisi latar belakang pendidikan, Khemal Pandu juga disebut merupakan alumni Sekolah Tinggi Kepamongprajaan. Latar pendidikan tersebut dinilai memberikan bekal mengenai pemerintahan, administrasi publik, tata kelola birokrasi, serta kepemimpinan aparatur.

“Apalagi bila benar Khemal juga akan ditempa dengan dimutasi sebagai Kepala Dinas Pariwisata untuk pengayaan kemampuan sebelum mengemban amanah yang lebih besar,” kata sumber tersebut.

Bila skenario tersebut terjadi, pengalaman memimpin sejumlah perangkat daerah akan semakin memperkaya perspektif Khemal Pandu dalam memahami karakter birokrasi Pacitan secara lebih utuh.

Dalam perspektif meritokrasi, pengayaan pengalaman lintas organisasi perangkat daerah dapat menjadi bagian dari proses pembentukan seorang calon pemimpin birokrasi. Tidak harus selalu melalui Bappeda atau Inspektorat, sepanjang seorang pejabat memperoleh pengalaman kepemimpinan yang relevan, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Nggak harus di Bappeda dulu atau Inspektorat. Khemal layak untuk dipercaya sebagai Sekda masa depan,” tegasnya.

Pada akhirnya, kursi Sekda bukan semata persoalan dari OPD mana seorang pejabat berasal. Lebih dari itu, jabatan tersebut menuntut perpaduan antara kompetensi, pengalaman, integritas, kapasitas manajerial, serta kemampuan menjaga irama pemerintahan agar tetap berjalan efektif.

Karena itu, ruang bagi lahirnya Sekda masa depan Pacitan terbuka melalui proses yang menempatkan kompetensi dan meritokrasi sebagai pijakan, bukan sekadar dari mana seorang pejabat pernah menduduki jabatan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral! Penjambret Seret Seorang Nenek 67 Tahun Berhasil Ditangkap

    Viral! Penjambret Seret Seorang Nenek 67 Tahun Berhasil Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    SEMARANG,JARRAKPOS.COM – Polisi mengungkap dugaan aksi penjambretan di sejumlah wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, setelah menangkap pelaku yang sebelumnya viral karena menyeret seorang nenek berusia 67 tahun di Jalan Seroja, Rabu (2/9/2026). Dari pemeriksaan sementara, tersangka mengaku pernah melakukan penjambretan dengan modus serupa di 12 lokasi. Namun, polisi belum memastikan seluruh aksi tersebut dilakukan oleh […]

  • Timnas U-19 Matangkan Persiapan

    Timnas U-19 Matangkan Persiapan

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Medan – Timnas Indonesia U-19 terus mematangkan persiapan menjelang laga perdana ASEAN U-19 Boys Championship 2026 melawan Myanmar yang akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (1/6/2026). Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, memimpin langsung sesi latihan di Stadion Madya I, Batang Kuis, Deli Serdang, Sabtu (30/5/2026). Dalam latihan tersebut, Nova memberikan perhatian khusus […]

  • Jelang HPN, PLN Jaga Keandalan Listrik hingga Pulau Terluar Salura NTT

    Jelang HPN, PLN Jaga Keandalan Listrik hingga Pulau Terluar Salura NTT

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 101
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Di Pulau Salura, Kabupaten Sumba Timur, listrik bukan sekadar soal lampu yang menyala. Di balik terangnya malam, ada perjuangan petugas PLN yang harus menyeberangi laut, membawa mesin, suku cadang, dan berbagai peralatan untuk memastikan sekitar 140 kepala keluarga tetap mendapatkan pasokan listrik. Menjelang Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, semangat memberikan pelayanan terbaik itu […]

  • DPRD Kabupaten Cirebon Sahkan Raperda Data Desa Presisi Partisipatif, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data

    DPRD Kabupaten Cirebon Sahkan Raperda Data Desa Presisi Partisipatif, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 70
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa/Kelurahan Presisi Partisipatif dalam rapat paripurna, Kamis (17/9/2026). Persetujuan terhadap Raperda tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia. Pengesahan ini […]

  • Bupati Rohul Anton Siap Akselerasi Hilirisasi Pertanian dan Infrastruktur Dalam Rakernas APKASI XVII Di Batam

    Bupati Rohul Anton Siap Akselerasi Hilirisasi Pertanian dan Infrastruktur Dalam Rakernas APKASI XVII Di Batam

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 212
    • 0Komentar

    ​Jarrakpos.com BATAM- Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, ST, MM, menghadiri langsung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-XVII tahun 2026. Acara yang mempertemukan para kepala daerah se-Indonesia ini digelar di Grand Lotus Ballroom Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026). ​Kehadiran Bupati Anton didampingi oleh sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab […]

  • Proliga Seri Medan: Yolla Yuliana Terkesan Antusias Penonton

    Proliga Seri Medan: Yolla Yuliana Terkesan Antusias Penonton

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 348
    • 0Komentar

    MeDAN – Mega bintang bola voli nasional, Yolla Yuliana, mengaku senang dan terkesan bisa bertanding di GOR Voli Indoor Sport Center Sumatra Utara. Laga antara Jakarta Livin Mandiri menghadapi Jakarta Pertamina Enduro pada lanjutan Proliga 2026 menjadi pengalaman perdana bagi Yolla bermain di GOR peninggalan PON XXI tersebut. Bagi eks pevoli Jakarta Elektrik PLN itu, tampil di […]

expand_less