Wabup Agus Kurniawan Budiman Batal Hadiri Peletakan Pertama Musholah Al Barokah
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Rencana kehadiran Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, S.E., dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Musholah Al-Barokah di Blok H.I.J., Perumahan Trusmiland 5, Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, batal secara mendadak pada Selasa (15/9/2026). Pembatalan ini disampaikan melalui pesan dari ajudan Wabup pada pukul 12.56 WIB, dengan alasan adanya panggilan mendesak dari Ketua Partai di DPR RI, Jakarta.
Keputusan tersebut sempat menimbulkan kekecewaan panitia, mengingat konfirmasi hari, tanggal, dan waktu sebelumnya telah disepakati langsung tanpa ada indikasi perubahan. Meski demikian, acara tetap berjalan dengan khidmat dipimpin oleh Camat Tengah Tani, Hj. Susi Setiawati, S.E., M.Si.
Turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam prosesi peletakan batu pertama tersebut adalah Kapolsek Kedawung, Kompol H. Ahmad Nasori, S.H., Danramil Tengah Tani yang diwakili Babinsa Joko, tokoh masyarakat Mustamid, A.M., S.Pd., S.H., M.H., C.L.A., C.Md., serta Ketua Panitia Pembangunan, Dede Verianto. Kehadiran jajaran Forkopimcam dan DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Cirebon yang dipimpin Marwah, S.ST., M.M., menunjukkan soliditas dukungan terhadap sarana ibadah warga.
Harapan Keberkahan dan Kritik Halus untuk Developer
Dalam sambutannya, Camat Hj. Susi Setiawati berharap pembangunan musholah dapat berjalan lancar. Ia juga berbagi pengalaman pribadi tentang keutamaan bersedekah, meyakinkan warga bahwa Allah SWT akan mengganti setiap infaq dengan lipatan kebaikan.
Sementara itu, Kapolsek Kedawung, Kompol H. Ahmad Nasori, S.H., berpesan agar Musholah Al-Barokah kelak tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga pusat silaturahmi yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah warga Blok H.I.J.
Ketua Panitia, Dede Verianto, didampingi seksi pembangunan Juana Setiadi dan Sutana, mengungkapkan optimisme meski menghadapi tantangan. Ia menyoroti belum adanya kontribusi dari pihak pengembang (developer) Trusmiland terkait Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos), padahal hal tersebut merupakan kewajiban. “Kami tetap berjalan dengan gotong royong warga. Kami mengajak siapa saja untuk berpartisipasi seikhlasnya sebagai tabungan akhirat,” ujarnya.
Dari Tikar Jalanan ke Rumah Ibadah Permanen
Tokoh masyarakat setempat, Mustamid, menceritakan latar belakang berdirinya musholah ini. Selama dua tahun terakhir, warga terpaksa menggelar tikar di jalan untuk sholat Taraweh dan Idul Fitri/Adha, bahkan harus berteduh saat hujan atau menahan terik matahari. Untuk sholat Jumat, jamaah pun harus menempuh jarak 2 km.
“Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, kami bergotong royong. Musholah ini kami namai ‘Al-Barokah’ dengan harapan menjadi sumber keberkahan (ziadatul khair) bagi warga,” jelas Mustamid, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Masyarikul Anwar asuhan K.H. Machtum Hanan.
Ia menambahkan, seluruh perizinan pembangunan telah lengkap, termasuk SK Panitia dan rekomendasi dari Kuwu Battembat serta Camat Tengah Tani. Mustamid berharap musholah ini nantinya tidak hanya untuk sholat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Mari niatkan setiap langkah pembangunan ini sebagai amal jariyah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, barangsiapa membangun masjid/musholah karena Allah, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga,” pungkasnya.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar