Ratusan Makam Kuno di Dasar Waduk Gajah Mungkur Bermunculan
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

WONOGIRI,JARRAKPOS.COM – Fenomena bermunculannya ratusan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur (WGM), Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kembali terjadi akibat menyusutnya debit air waduk selama musim kemarau panjang.
Makam-makam tua yang mayoritas terbuat dari batu kapur putih ini merupakan jejak sejarah dari puluhan desa yang ditenggelamkan demi pembangunan proyek waduk raksasa tersebut pada era 1970-an. Selasa,(15/9/2026)
Salah satu kompleks makam yang mulai terlihat jelas berada di Makam Kenteng, Desa Kenteng, Kelurahan Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. Selain itu, makam tua juga tampak di wilayah bekas Desa Sentono.
Makam-makam yang muncul ke permukaan memiliki bentuk kijing atau nisan berukuran 1 hingga 1,5 meter dari batu kapur putih. Sebagian batu nisan masih utuh, namun banyak yang telah terkikis atau hancur termakan waktu. Beberapa nisan memiliki ukiran tulisan yang kini sudah sangat sulit dibaca.
Latar Belakang Sejarah
Situs Permukiman Lawas: Sebelum area ini digenangi air, kawasan tersebut merupakan pemakaman umum warga.
Dampak Pembangunan Waduk: Proyek pembangunan Waduk Gajah Mungkur yang dimulai sekitar tahun 1976–1978 memaksa 51 desa di 7 kecamatan ditenggelamkan. Akibatnya, lebih dari 41.000 warga harus direlokasi dan menjalani program transmigrasi ke luar Pulau Jawa.
Pola Musiman
Menurut penuturan pihak Kecamatan Wuryantoro dan warga setempat, fenomena ini merupakan siklus tahunan rutin setiap kali kemarau melanda.
Pada tahun 2026 ini, makam baru mulai terlihat pada bulan September karena volume air waduk yang menyusut lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya sudah mulai tampak sejak Agustus.
Ratusan hingga ribuan makam diperkirakan akan terlihat sepenuhnya pada puncak surut air di bulan Oktober.
Kompleks pemakaman bersejarah ini diprediksi akan kembali tenggelam dan tertutup air saat musim penghujan tiba sekitar bulan Desember.
Selain makam kuno, ketika air Waduk Gajah Mungkur surut drastis, puing-puing peninggalan kehidupan masa lalu seperti bekas fondasi rumah, sumur tua, jembatan, hingga jalur kereta api lama terkadang kembali terlihat dan menjadi saksi bisu sejarah wilayah Wonogiri yang tenggelam.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar