Siswa SMP di Kuningan Babak Belur Dianiaya Pelajar SMK, Korban Dirawat di RSUD 45
- account_circle Ghana
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan kembali tercoreng oleh aksi kekerasan antar-pelajar. MN (15), seorang siswa SMP warga Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, menjadi korban penganiayaan brutal hingga harus dilarikan dan mendapat perawatan intensif di RSUD 45 Kuningan.
Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian bermula saat terduga pelaku berinisial KN (18), seorang siswa SMK di Kuningan, mendatangi rumah korban di Blok Cantilan, Desa Babakanmulya. Pelaku kemudian mengajak korban pergi ke kawasan Objek Wisata Balong Dalem.
Sesampainya di lokasi kejadian, beberapa rekan pelaku ternyata sudah menunggu. Tanpa ada adu mulut terlebih dahulu, pelaku mendadak melayangkan pukulan bertubi-tubi ke area kepala dan dada korban. Bahkan saat korban sudah tersungkur, pelaku tetap menginjak-injak tubuh korban. Mirisnya, rekan-rekan pelaku yang berada di lokasi hanya menonton tanpa berupaya melerai atau menolong.
Setelah korban tak berdaya, pelaku mengantarkannya pulang ke rumah lalu melarikan diri. Pihak keluarga yang melihat kondisi korban penuh luka langsung melarikannya ke RSUD 45 Kuningan untuk penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, motif di balik aksi penganiayaan ini diduga dipicu oleh masalah asmara. Hingga saat ini, pihak keluarga korban tercatat belum melayangkan laporan resmi ke kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pihak korban untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
”Kami belum menerima laporan resmi. Jika ada pihak yang merasa dirugikan, silakan melapor agar kami dapat menindaklanjuti dan mengusut tuntas peristiwa ini,” tegas AKP Abdul Aziz.
Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan setempat. Masyarakat berharap sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum dapat bekerja sama lebih ketat guna mencegah aksi kekerasan serupa tidak terulang kembali di masa depan. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar