Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Makam Ki Angkong di Magelang Penuh Misteri

Makam Ki Angkong di Magelang Penuh Misteri

  • account_circle Feri Taufiandi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Satu makam tepat di pinggir Jalan Magelang-Purworejo menarik perhatian bahkan ada yang melempar uang ketika melintas demi keselamatan. Orang-orang menyebutnya makam Ki Angkong.
“Itu enggak ada makam Ki Angkong. Jadi Ki Angkong tuh cuma sebutan tempat makam saja. Yang dimakamkan di bawah itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak,” kata salah satu warga, Miswati (62), Senin (14/9/2026).

makam ini berada di sisi kanan jika dari arah Magelang menuju Purworejo. Lokasi makam ini persis berada di Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Terlihat juga ada uang koin yang kemungkinan dibuang oleh pengguna jalan yang melintas.

Uniknya, di nisan tersebut tidak tertulis nama Kiai Basiron maupun Kiai Ahwak, melainkan tertulis Mbah Salim, wafat tahun 1960. Kemudian, nisan ini terlihat masih baru.

Meski demikian, lokasi makam ini memang dikenal dengan sebutan Ki Angkong. Kemudian muncul kepercayaan dengan memberi atau membuang uang di sana, maka akan selamat di perjalanan.

Miswati yang tiap sore hingga malam hari berjualan nasi goreng di seberang makam mengatakan Kiai Basiron dan Kiai Ahwak memang dimakamkan di sana sejak lama dan lokasinya di bawah pohon beringin, namun kini tidak terlihat di pinggir jalan karena longsor. Sedangkan sosok Mbah Salim yang namanya tertulis di nisan yang nampak itu merupakan warga asal Manado.

“Yang di bawah pohon beringin ada dua makam yang pokoknya makamnya tuh enggak pernah tumbuh rumput. Jadi selalu bersih. Itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak. Yang itu Pak Salim, sebetulnya orang Manado yang meninggal terus dikubur di sini,” jelas Miswati.

“Keluarganya sudah enggak ada, jadi yang merawat ya orang sini. Nisannya baru. Kan kemarin itu ada truk itu yang mundur terus (mengenai makam), jadi habis. Terus sudah diperbaiki. Tapi, terus ada orang baik lewat melihat makam, terus dia itu ke sini ngasih nisan (warga diminta membangun). Jadi biayanya dia semua. Itu katanya orang Cilacap,” imbuhnya.

Miswati menambahkan, orang yang melintas sudah dari dulu memberikan sedekah uang. Bahkan ada yang memberikan satu kantong plastik berisi uang.

“Jadi sedekah mungkin biar diberikan keselamatan atau gimana. Penting dia sedekah di sini. Nggak mesti (jumlah nominal uangnya), kadang-kadang ada banyak. Kadang Rp 10 ribu, pernah bus ziarah itu sering (satu kantong plastik) Rp 100 lebih (dilempar),” ujar dia.

“Malam ada yang jaga. Kan gini (siang yang ambil uang siapa saja) yang lewat boleh ambil, malam pun siapapun yang ambil boleh. Cuman, kalau malam itu ada yang jaga (dua orang) jam 10 malam sampai pagi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Tlogosari Zarkoni (60) mengatakan sesepuh yang dimakamkan di kawasan tersebut adalah pertama Wali Awak dan Wali Ahmad.

“Itu meninggalnya zaman Belanda. Dan kebetulan sugesti masyarakat sampai saat ini masih percaya kalau bersedekah di situ diberi keselamatan. Tapi, kalau lupa, kadang ada apa istilahnya, mungkin kecelakaan atau apa itu,” kata Zarkoni.

“Ngasih uang. Buang, ngelempar. Dan Alhamdulillah itu juga membantu masyarakat di lingkungan yang punya anak sekolah. Tapi, Insyaallah itu halal karena tidak meminta. Istilahnya ngambil buangan dari orang lewat, sedekahnya yang lewat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan sosok Salim yang berada di makam tersebut berasal dari Manado. Yang mana dulunya bekerja di Margoyoso sebagai penarik karcis.

“Om Lim (Salim) itu orang Manado di Margoyoso tukang karcis di pasar sini. Terus meninggal di situ, makanya termasuk terkenalnya Om Lim, Om Salim itu. Tapi Islam itu,” kata dia.

“Tapi, yang paling sepuh itu Wali Awak sama Wali Ahmad. Tapi, untuk Wali Ahmad tuh makamnya belum terdeteksi karena longsor dulu. Kemarin yang Om Lim itu ada donatur dari Cilacap tahun 2025,” kata dia.

Menurutnya, kepercayaan melempar uang di sana demi keselamatan muncul karena memang dulu sering ada kecelakaan. Dia menyebut kini kecelakaan berkurang, namun hal itu menurut Zarkoni juga karena jalan yang sudah bagus.

“Kalau zaman dulu-dulu tuh sering sekali (kecelakaan). Hampir tiap seminggu sekali pasti ada. Tapi, sugestinya memberi sedekah itu dengan cara melempar uang di situ, diberi keselamatan,” bebernya.

“Ya, jarang (sekarang). Karena sudah mungkin ya jalannya sudah bagus, ada apa penerangan juga itu,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya Perdana mengatakan, makam Ki Angkong tersebut sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dia menyebut ada juga mitus jika tidak melempar uang maka jalan akan bercabang.

“Itu merupakan sesepuh yang ada di wilayah Margoyoso dan sekitarnya. Sehingga meninggal dimakamkan di situ. Konon berdasarkan penelusuran cerita warga mitosnya ketika tidak membuang atau melempar recehan atau uang di situ jalan menjadi bercabang,” ujar Adi.

“Sekali lagi ini mitos versi warga. Tetapi, apapun itu poinnya adalah doa untuk keselamatan ketika perjalanan menjadi hal yang utama. Ketika ada sebagian rezeki Syukur-syukur bisa dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Adi mengatakan, dari dulu lokasi makam memang berada di pinggir jalan yang dianggap angker oleh masyarakat umum. Sedangkan warga sekitar menjaga makam itu dengan menjalankan tradisi nyadran.

“Tetapi, untuk lingkungan itu selama ini juga melaksanakan nguri-uri budaya yaitu bersih makam keliling. Itu dilaksanakan setahun dua kali oleh masyarakat saat nyadran. Sehingga apapun ada cerita, mitos dan sebagainya sisi lain desa tetap nguri-uri membersihkan makam secara rutin bersama masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor: Feri

  • Penulis: Feri Taufiandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Unit Aek Tarum Serahkan Hadiah PHS kepada Nasabah Beruntung

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Tanjungbalai-BRI Unit Aek Tarum BO Tanjungbalai menyerahkan hadiah Panen Hadiah Simpedes (PHS) Semester II Tahun 2024 kepada salah satu nasabah beruntung, Kegiatan penyerahan hadiah berlangsung di Kantor BRI Unit Aek Tarum, pukul 16.00 WIB, dan dihadiri Supervisor Operasional & Layanan Unit Aek Tarum, Abdu Robby, serta nasabah pemenang Ramayanti Marpaung. Pada kesempatan itu, Ramayanti menerima […]

  • Ditahan KPK, Bupati Pekalongan Bawa-bawa Nama Gubernur Jateng

    Ditahan KPK, Bupati Pekalongan Bawa-bawa Nama Gubernur Jateng

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    SEMARANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi angkat bicara terkait tudingan yang dilontarkan Fadia Arafiq soal momen penangkapannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fadia sebelumnya menyebut dirinya ditangkap saat sedang bersama Gubernur Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikannya usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). Menanggapi hal tersebut, Luthfi membantah tegas. […]

  • Reses DPRK Subulussalam: Rasumin Janji Kawal Aspirasi Masyarakat ke Meja Pembahasan

    Reses DPRK Subulussalam: Rasumin Janji Kawal Aspirasi Masyarakat ke Meja Pembahasan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, Jarrakpos.com – Wakil Ketua DPRK Subulussalam, Rasumin, menggelar Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Sultan Daulat. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka. Dalam sambutannya, Rasumin menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak akan berhenti […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Salurkan Manfaat JKM untuk Keluarga Pekerja di Seluma dan Bengkulu Selatan

    BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Salurkan Manfaat JKM untuk Keluarga Pekerja di Seluma dan Bengkulu Selatan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Bengkulu, Jarrakpos.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dengan menyalurkan dua santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan. Santunan pertama diserahkan pada Kamis (20/2) di Masjid At-Taqwa, Rimbo Kudai, Kabupaten Seluma, kepada ahli waris almarhum Tauhid. Almarhum merupakan pekerja sosial […]

  • 15 Tahun Tak Benar-Benar Kusut, Usman Husin Temukan Kenangan Saleh Husin di Kokbaun

    15 Tahun Tak Benar-Benar Kusut, Usman Husin Temukan Kenangan Saleh Husin di Kokbaun

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 249
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Sabtu, 8 Agustus 2026 saat matahari belum terlalu tinggi, perjalanan panjang dari Kota Kupang menuju Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dimulai. Sekitar pukul 06.40 WITA, rombongan Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, bergerak menembus perjalanan menuju wilayah yang berada jauh dari pusat kota. Jalan terjal, jembatan, serta medan yang tidak […]

  • Truk Rem Blong di Jl. Glagah Magelang Tabrak 2 Mobil dan 1 Motor

    Truk Rem Blong di Jl. Glagah Magelang Tabrak 2 Mobil dan 1 Motor

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan satu truk tronton, dua unit mobil, dan satu sepeda motor terjadi di Jalan Magelang-Purworejo, tepatnya di kawasan Glagah, Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Polisi menyebut truk bermuatan plastik itu diduga mengalami rem blong. Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 16.09 WIB tadi di Jalan Magelang-Purworejo, tepatnya di depan Apotik […]

expand_less