Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Makam Ki Angkong di Magelang Penuh Misteri

Makam Ki Angkong di Magelang Penuh Misteri

  • account_circle Feri Taufiandi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Satu makam tepat di pinggir Jalan Magelang-Purworejo menarik perhatian bahkan ada yang melempar uang ketika melintas demi keselamatan. Orang-orang menyebutnya makam Ki Angkong.
“Itu enggak ada makam Ki Angkong. Jadi Ki Angkong tuh cuma sebutan tempat makam saja. Yang dimakamkan di bawah itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak,” kata salah satu warga, Miswati (62), Senin (14/9/2026).

makam ini berada di sisi kanan jika dari arah Magelang menuju Purworejo. Lokasi makam ini persis berada di Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Terlihat juga ada uang koin yang kemungkinan dibuang oleh pengguna jalan yang melintas.

Uniknya, di nisan tersebut tidak tertulis nama Kiai Basiron maupun Kiai Ahwak, melainkan tertulis Mbah Salim, wafat tahun 1960. Kemudian, nisan ini terlihat masih baru.

Meski demikian, lokasi makam ini memang dikenal dengan sebutan Ki Angkong. Kemudian muncul kepercayaan dengan memberi atau membuang uang di sana, maka akan selamat di perjalanan.

Miswati yang tiap sore hingga malam hari berjualan nasi goreng di seberang makam mengatakan Kiai Basiron dan Kiai Ahwak memang dimakamkan di sana sejak lama dan lokasinya di bawah pohon beringin, namun kini tidak terlihat di pinggir jalan karena longsor. Sedangkan sosok Mbah Salim yang namanya tertulis di nisan yang nampak itu merupakan warga asal Manado.

“Yang di bawah pohon beringin ada dua makam yang pokoknya makamnya tuh enggak pernah tumbuh rumput. Jadi selalu bersih. Itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak. Yang itu Pak Salim, sebetulnya orang Manado yang meninggal terus dikubur di sini,” jelas Miswati.

“Keluarganya sudah enggak ada, jadi yang merawat ya orang sini. Nisannya baru. Kan kemarin itu ada truk itu yang mundur terus (mengenai makam), jadi habis. Terus sudah diperbaiki. Tapi, terus ada orang baik lewat melihat makam, terus dia itu ke sini ngasih nisan (warga diminta membangun). Jadi biayanya dia semua. Itu katanya orang Cilacap,” imbuhnya.

Miswati menambahkan, orang yang melintas sudah dari dulu memberikan sedekah uang. Bahkan ada yang memberikan satu kantong plastik berisi uang.

“Jadi sedekah mungkin biar diberikan keselamatan atau gimana. Penting dia sedekah di sini. Nggak mesti (jumlah nominal uangnya), kadang-kadang ada banyak. Kadang Rp 10 ribu, pernah bus ziarah itu sering (satu kantong plastik) Rp 100 lebih (dilempar),” ujar dia.

“Malam ada yang jaga. Kan gini (siang yang ambil uang siapa saja) yang lewat boleh ambil, malam pun siapapun yang ambil boleh. Cuman, kalau malam itu ada yang jaga (dua orang) jam 10 malam sampai pagi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Tlogosari Zarkoni (60) mengatakan sesepuh yang dimakamkan di kawasan tersebut adalah pertama Wali Awak dan Wali Ahmad.

“Itu meninggalnya zaman Belanda. Dan kebetulan sugesti masyarakat sampai saat ini masih percaya kalau bersedekah di situ diberi keselamatan. Tapi, kalau lupa, kadang ada apa istilahnya, mungkin kecelakaan atau apa itu,” kata Zarkoni.

“Ngasih uang. Buang, ngelempar. Dan Alhamdulillah itu juga membantu masyarakat di lingkungan yang punya anak sekolah. Tapi, Insyaallah itu halal karena tidak meminta. Istilahnya ngambil buangan dari orang lewat, sedekahnya yang lewat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan sosok Salim yang berada di makam tersebut berasal dari Manado. Yang mana dulunya bekerja di Margoyoso sebagai penarik karcis.

“Om Lim (Salim) itu orang Manado di Margoyoso tukang karcis di pasar sini. Terus meninggal di situ, makanya termasuk terkenalnya Om Lim, Om Salim itu. Tapi Islam itu,” kata dia.

“Tapi, yang paling sepuh itu Wali Awak sama Wali Ahmad. Tapi, untuk Wali Ahmad tuh makamnya belum terdeteksi karena longsor dulu. Kemarin yang Om Lim itu ada donatur dari Cilacap tahun 2025,” kata dia.

Menurutnya, kepercayaan melempar uang di sana demi keselamatan muncul karena memang dulu sering ada kecelakaan. Dia menyebut kini kecelakaan berkurang, namun hal itu menurut Zarkoni juga karena jalan yang sudah bagus.

“Kalau zaman dulu-dulu tuh sering sekali (kecelakaan). Hampir tiap seminggu sekali pasti ada. Tapi, sugestinya memberi sedekah itu dengan cara melempar uang di situ, diberi keselamatan,” bebernya.

“Ya, jarang (sekarang). Karena sudah mungkin ya jalannya sudah bagus, ada apa penerangan juga itu,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya Perdana mengatakan, makam Ki Angkong tersebut sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dia menyebut ada juga mitus jika tidak melempar uang maka jalan akan bercabang.

“Itu merupakan sesepuh yang ada di wilayah Margoyoso dan sekitarnya. Sehingga meninggal dimakamkan di situ. Konon berdasarkan penelusuran cerita warga mitosnya ketika tidak membuang atau melempar recehan atau uang di situ jalan menjadi bercabang,” ujar Adi.

“Sekali lagi ini mitos versi warga. Tetapi, apapun itu poinnya adalah doa untuk keselamatan ketika perjalanan menjadi hal yang utama. Ketika ada sebagian rezeki Syukur-syukur bisa dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Adi mengatakan, dari dulu lokasi makam memang berada di pinggir jalan yang dianggap angker oleh masyarakat umum. Sedangkan warga sekitar menjaga makam itu dengan menjalankan tradisi nyadran.

“Tetapi, untuk lingkungan itu selama ini juga melaksanakan nguri-uri budaya yaitu bersih makam keliling. Itu dilaksanakan setahun dua kali oleh masyarakat saat nyadran. Sehingga apapun ada cerita, mitos dan sebagainya sisi lain desa tetap nguri-uri membersihkan makam secara rutin bersama masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor: Feri

  • Penulis: Feri Taufiandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Injeksi Laptop Kupang Hadirkan Promo Natal, Laptop Murah Mulai Satu Jutaan Siap Sambut Tahun Baru

    Injeksi Laptop Kupang Hadirkan Promo Natal, Laptop Murah Mulai Satu Jutaan Siap Sambut Tahun Baru

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 321
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Menyambut sukacita Natal dan Tahun Baru, Injeksi Creative Center yang lebih dikenal masyarakat sebagai Injeksi Laptop Kupang menghadirkan promo spesial sepanjang bulan Desember. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi warga Kupang dan sekitarnya untuk berburu laptop murah dengan kualitas terjamin. Melalui promo Natal ini, Injeksi Laptop Kupang menyediakan ribuan unit laptop dengan harga […]

  • Dishub NTT dan Yayasan Gaharu Global Mandiri Canangkan Penanaman 10 Ribu Pohon Balsa, Dorong Udara Bersih hingga Kontribusi bagi PAD

    Dishub NTT dan Yayasan Gaharu Global Mandiri Canangkan Penanaman 10 Ribu Pohon Balsa, Dorong Udara Bersih hingga Kontribusi bagi PAD

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 184
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com– Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Yayasan Gaharu Global Mandiri memulai gerakan penanaman 10 ribu pohon balsa sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN). Kepala Dinas Perhubungan NTT, Frederik C. P. Koenunu, mengatakan gerakan menanam pohon bukan hanya tugas yang menjadi tanggung jawab […]

  • Penyandang Disabilitas Ramaikan Adhyaksa Charity Medan Run 2025

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Medan – Ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk puluhan penyandang disabilitas, mengikuti dengan penuh semangat Adhyaksa Charity Medan Run 2025 yang digelar di Lanud Soewondo, Medan. Acara yang bertujuan menggalang dana untuk kegiatan sosial ini mempersembahkan dua kategori, lari 5 kilometer (5KM) untuk peserta umum dan 2 kilometer (2KM) untuk grup disabilitas. Minggu (23/2/2025).  Kehadiran […]

  • Korban “Penggelapan” Bantuan Beras Bencana Bertambah, Kali Ini Tanda Tangan Warga “Dipalsukan”

    Korban “Penggelapan” Bantuan Beras Bencana Bertambah, Kali Ini Tanda Tangan Warga “Dipalsukan”

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 396
    • 0Komentar

    TAPSEL, JARRAKPOS.COM – DPD LIRA Tabagsel terus melakukan investigasi soal dugaan penggelapan bantuan bencana alam banjir berupa Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di seputaran kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kali ini Rabu (07/01/2026) DPD Lembaga Informasi Rakyat (LIRA) Tabagsel menemukan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan penerima manfaat dan juga terdapatnya diskriminasi distribusi […]

  • Pendaftaran Balon Ketua KONI Sumut Mulai 8 April

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Medan – Tim penjaringan dan penyaringan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara mulai membuka pendaftaran bakal calon ketua umum periode 2025-2029. Pendaftaran diawali dengan pengambilan formulir pada 8 April 2025 di sekretariat tim penjaringan dan penyaringan KONI Sumut. Hal itu disampaikan Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis, dalam sesi conference press di Aula Kantor […]

  • Tim Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Amankan 4 Pemuda yang Membawa Sajam

    Tim Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Amankan 4 Pemuda yang Membawa Sajam

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com I Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon berhasil mengamankan empat pemuda yang membawa senjata tajam (sajam). Mereka ditangkap di wilayah Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (3/11/2025) dinihari kira-kira pukul 05.00 WIB. “Kami juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone dan lainnya. Sehingga pelaku berikut seluruh barang bukti langsung diamankan untuk […]

expand_less