Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Menanti Nahkoda Baru Bakesbangpol Pacitan, Herman Ramahi Masuk Radar Promosi?

Menanti Nahkoda Baru Bakesbangpol Pacitan, Herman Ramahi Masuk Radar Promosi?

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JBM.co.id-Pergantian kepemimpinan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan mulai menjadi perbincangan.

Meski waktunya masih sekitar tujuh bulan lagi, kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut dipastikan akan berganti nahkoda seiring memasuki masa purna tugas Kepala Bakesbangpol Pacitan saat ini, Turmudi, pada April 2027.

Bursa kandidat pun perlahan mengemuka. Sejumlah nama birokrat potensial mulai diperbincangkan untuk mengisi posisi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial-politik di Kota 1001 Gua tersebut.

Salah satu nama yang disebut memiliki kans cukup kuat adalah Herman Ramahi, yang kini dipercaya sebagai Camat Bandar.

Nama Herman bukan tanpa alasan mencuat. Sebelum menduduki jabatan camat, ia pernah menjadi Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik di Bakesbangpol Pacitan. Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami karakter tugas, dinamika kelembagaan, sekaligus medan kerja Bakesbangpol.

Dengan rekam pengalaman itu, Herman dinilai memiliki modal yang relevan apabila kelak mengikuti proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kepala Bakesbangpol.

“Herman ada talenta untuk mengendalikan Bakesbangpol,” ujar sumber internal yang mengetahui dinamika birokrasi Pemkab Pacitan, Jumat (11/9).

Menurut sumber tersebut, pengalaman Herman saat menangani bidang kewaspadaan nasional dan penanganan konflik menjadi salah satu catatan yang patut diperhitungkan.

Bidang tersebut menuntut kemampuan membaca potensi kerawanan, membangun komunikasi lintas elemen, serta mengambil langkah secara terukur ketika menghadapi dinamika sosial di masyarakat.

Tak hanya pengalaman teknis, nama Herman disebut juga masuk dalam radar penilaian manajemen talenta. Hal ini menjadi modal penting dalam sistem pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) yang menempatkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, dan potensi sebagai bagian dari pertimbangan.

Herman Ramahi, Menguatkan Kewaspadaan Daerah dengan Bekal Intelijen

Di balik tugas menjaga kewaspadaan nasional dan penanganan konflik di tingkat daerah, terdapat pengalaman dan kapasitas yang tidak selalu dimiliki setiap aparatur sipil negara.

Sosok Herman Ramahi, yang selama menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan, turut mewarnai penguatan sistem deteksi dini dan koordinasi keamanan di daerah.

Salah satu gagasan yang pernah ia dorong adalah rapat koordinasi (rakor) Tiga Pilar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarelemen pemerintahan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, konflik sosial, maupun berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi Herman, kewaspadaan bukan semata-mata soal merespons persoalan ketika konflik telah terjadi. Lebih dari itu, kewaspadaan membutuhkan kemampuan membaca situasi, mengenali potensi kerawanan sejak awal, serta membangun komunikasi dan koordinasi sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Pemikiran tersebut tidak berdiri sendiri. Ada bekal khusus yang membentuk cara pandangnya dalam menjalankan tugas.

Herman tercatat pernah menempuh pendidikan intelijen sebanyak dua kali. Pendidikan pertama ditempuh bersama Mabes Polri, sementara pendidikan berikutnya dijalani bersama Badan Intelijen Negara (BIN) di Kota Batu, Malang.

Pengalaman pendidikan intelijen tersebut menjadi salah satu modal yang memberi perspektif berbeda dalam menjalankan tugas pemerintahan, khususnya pada bidang kewaspadaan nasional dan penanganan konflik. Kemampuan membaca indikasi, melakukan pemetaan potensi kerawanan, serta memahami dinamika sosial menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang menuntut kepekaan dan ketelitian.

Bekal semacam ini terbilang tidak umum. Di lingkungan aparatur sipil negara, terutama pada lingkup pemerintahan daerah, pengalaman memperoleh pendidikan intelijen melalui dua institusi strategis negara tersebut merupakan pengalaman yang relatif khusus.

Namun, bagi Herman, pengetahuan dan pengalaman itu bukan untuk menempatkan dirinya sebagai sosok yang berbeda. Justru sebaliknya, bekal tersebut menjadi instrumen untuk memperkuat kerja-kerja pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Di bidang kewaspadaan nasional, seorang aparatur dituntut mampu berdiri di antara dua kebutuhan: menjaga stabilitas sekaligus memahami denyut persoalan yang berkembang di masyarakat. Di titik inilah pengalaman Herman menjadi relevan.

Gagasan rakor tiga pilar bersama Forkopimda, misalnya, menunjukkan bahwa pendekatan kewaspadaan tidak hanya bertumpu pada satu institusi. Dibutuhkan keterhubungan antara unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan komponen masyarakat agar setiap potensi persoalan dapat dikenali serta ditangani secara proporsional.

Dengan pengalaman di bidang pemerintahan, ditambah dua kali pendidikan intelijen melalui institusi strategis nasional, Herman Ramahi membawa satu modal yang cukup khas dalam perjalanan pengabdiannya: kemampuan melihat persoalan tidak hanya dari permukaan, tetapi juga membaca tanda-tanda yang mungkin muncul sebelum sebuah persoalan menjadi konflik.

Di tengah kompleksitas persoalan sosial dan dinamika keamanan daerah, kemampuan semacam itu menjadi penting. Sebab menjaga daerah tetap kondusif bukan hanya tentang bagaimana menyelesaikan konflik, melainkan juga tentang bagaimana mencegah konflik sebelum ia menemukan ruang untuk tumbuh.

Namun, bursa calon kepala Bakesbangpol masih jauh dari kata final. Pengisian jabatan tersebut tetap harus berjalan melalui mekanisme yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip sistem merit.

Artinya, siapa pun yang nantinya dipercaya menduduki kursi AE 67—sebutan untuk Kepala Bakesbangpol Pacitan—idealnya bukan semata karena kedekatan atau preferensi tertentu, melainkan karena memiliki kompetensi, integritas, pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta rekam kinerja yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Dalam konteks itu, pengalaman Herman di lingkungan Bakesbangpol dan posisinya saat ini sebagai camat menjadi bekal yang membuat namanya layak diperhitungkan. Tetapi pada akhirnya, keputusan tetap berada pada mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

Sebab, pergantian nahkoda Bakesbangpol bukan sekadar soal siapa yang mengisi sebuah kursi jabatan. Lebih dari itu, posisi tersebut membutuhkan sosok yang mampu membaca zaman, merawat kondusivitas daerah, sekaligus menjembatani kepentingan pemerintah dengan dinamika masyarakat.

Dan ketika masa purna tugas Turmudi semakin mendekat, pertanyaan tentang siapa yang paling tepat menjadi nahkoda berikutnya pun kini mulai menemukan ruang untuk diperdebatkan.

Herman Ramah salah satu nama yang mencuat. Namun, meritokrasi tetap menjadi kata kunci.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok Mayat Ditemukan di Kebun Tebu Bondowoso Mertoyudan, Diduga Meninggal Lebih dari 40 Hari

    Sosok Mayat Ditemukan di Kebun Tebu Bondowoso Mertoyudan, Diduga Meninggal Lebih dari 40 Hari

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM — Sesosok mayat perempuan ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di area kebun tebu Dusun Dowasan, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Penemuan ini menggegerkan warga sekitar karena kondisi mayat diperkirakan telah meninggal lebih dari 40 hari. Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar melalui Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono membenarkan […]

  • Rakernas 2025, Kejagung Buat Sistem Pantau Tuntutan se-Indonesia

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) akan membuat suatu sistem untuk memantau tuntutan seluruh jaksa. Sistem itu akan terintegrasi dari daerah hingga ke pusat. Hal itu disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Asep Nana Mulyana dalam jumpa pers Rakernas Kejaksaan 2025. Dia menyebutkan salah satu yang dibahas adalah tentang transformasi sistem […]

  • PKB Kota Binjai Gelar Fourfeo

    PKB Kota Binjai Gelar Fourfeo

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Binjai – Peduli olahraga adalah bentuk perhatian, dukungan, dan kesadaran terhadap pentingnya aktivitas fisik dan perkembangan dunia olahraga. Kepedulian ini tidak hanya bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh dan mempererat kebersamaan di masyarakat. Itu sikap dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Binjai. Dalam upaya nya mempererat kebersamaan dengan masyarakat PKB Kota […]

  • Komisi 4 DPRD: Pergub BOS Daerah, Solusi Tepat Penghapusan Pungutan Sekolah

    Komisi 4 DPRD: Pergub BOS Daerah, Solusi Tepat Penghapusan Pungutan Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dalam upaya merealisasikan penghapusan atau pembebasan pungutan sekolah atau komite sesuai dengan edaran Gubernur Bengkulu, Komisi 4 DPRD Provinsi Bengkulu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Dikbu) Provinsi Bengkulu sepakat untuk mencari solusi alternatif. Salah satu solusinya adalah pembukaan rekening Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Ketua Komisi IV DPRD […]

  • Cetak Sejarah! Kuningan Gelar Ciremai Coffe Culture Festival Pertama Untuk Angkat Potensi Kopi Lokal

    Cetak Sejarah! Kuningan Gelar Ciremai Coffe Culture Festival Pertama Untuk Angkat Potensi Kopi Lokal

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) resmi menggelar Ciremai Coffee Culture Festival untuk pertama kalinya. Acara bertempat di Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, dan dibuka langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar pada Jumat malam (04/09/2026). ​Festival yang menjadi ajang perdana dalam mempertemukan seluruh ekosistem kopi […]

  • HIPMALIM Raya NTT Dilantik di Rujab Wali Kota Kupang, Gaungkan Sinergi dalam Keberagaman

    HIPMALIM Raya NTT Dilantik di Rujab Wali Kota Kupang, Gaungkan Sinergi dalam Keberagaman

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 146
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Badan Pengurus Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Muslim Manggarai Raya (HIPMALIM Raya) NTT Periode 2026–2028 resmi dilantik dalam suasana penuh kekeluargaan di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kupang pada Sabtu, 16 Mei 2026. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Silaturahim Keluarga Muslim Manggarai Raya Kupang dengan mengusung tema “Sinergi Dalam Keberagaman Untuk Masa Depan Berkemajuan”. HIPMALIM […]

expand_less