Dzikro Maulidurrasul di Pacitan, Momentum Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno.
Pacitan,Jarrakpos.com-Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menghidupkan keteladanan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut mengemuka dalam acara Dzikro Maulidurrasul Muhammad SAW yang diselenggarakan Ikatan Pecinta Rasulullah SAW di halaman Masjid Agung Darul Fallah Kabupaten Pacitan, Kamis (10/9/2026).
Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan, tamu undangan, jamaah majelis dzikir, serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan dzikir dan shalawat, kemudian dilanjutkan tausiah dan doa bersama. Lantunan dzikir dan shalawat menjadi ungkapan kecintaan umat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, sekaligus ikhtiar memohon keberkahan, keselamatan, dan ketenteraman bagi masyarakat Kabupaten Pacitan.
Tausiah hikmah Maulid Nabi disampaikan Al Mukarrom KH. K.P. Lukman Harist Dimyati dari Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.
Dalam tausiyahnya, KH. K.P. Lukman Harist Dimyati mengajak jamaah agar menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk semakin mengenal dan mencintai Rasulullah SAW. Lebih dari itu, kecintaan tersebut hendaknya diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan yang dicontohkan Rasulullah.
Dengan demikian, Maulid Nabi tidak berhenti pada seremoni, melainkan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam perilaku umat, baik dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah kehidupan.
Mewakili Bupati Pacitan, Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Pacitan kepada Ikatan Pecinta Rasulullah SAW yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Dzikro Maulidurrasul memiliki arti penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat tali silaturahmi, sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis dan berakhlakul karimah.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, terutama kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Prayitno.
Ia menambahkan, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman. Kejujuran dalam menjalankan amanah, kepedulian terhadap sesama, kesabaran menghadapi persoalan, serta sikap saling menghormati merupakan nilai universal yang dapat menjadi fondasi kehidupan sosial yang lebih baik.
Dalam konteks pembangunan daerah, semangat tersebut juga dinilai memiliki makna yang kuat. Kebersamaan, gotong royong, kepedulian dan saling menghormati menjadi modal sosial penting untuk membangun Kabupaten Pacitan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, keteladanan beliau dapat kita implementasikan dalam kehidupan, serta Kabupaten Pacitan senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kerukunan dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap kegiatan keagamaan dan majelis dzikir dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, membangun kepedulian sosial, dan menghadirkan kehidupan masyarakat yang semakin damai dan berakhlak.
Sebab, hakikat memperingati kelahiran Rasulullah SAW bukan hanya mengenang sosok mulia yang membawa risalah Islam, tetapi juga menghadirkan kembali nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan nyata.
Dari masjid, majelis dzikir, dan lantunan shalawat, diharapkan tumbuh masyarakat yang semakin mencintai Rasulullah SAW, meneladani akhlaknya, serta bersama-sama menjaga Pacitan sebagai daerah yang religius, rukun, aman dan penuh keberkahan.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar