Kebakaran Gudang PT Multi Inti Parahiyangan di Astanajapura Berhasil di Padam Setelah 2 Jam
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Sebuah kebakaran melanda gudang penyimpanan barang milik PT Multi Inti Parahiyangan yang berlokasi di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (22/8/2026) dini hari. Beruntung, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan, dan Penyelamatan (Kabid PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Penanganan Bencana (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pertama kali pada pukul 04.55 WIB. Seketika itu, Regu 2 Damkar Sektor Pangenan langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 05.10 WIB.
“Melihat kondisi api yang cukup besar dan melibatkan material mudah terbakar seperti makanan ringan, minuman botol, dan kopi sachet, kami segera meminta bantuan tambahan dari Sektor Lemahabang dan Sektor Losari,” ujar Eno Sujana.

Berdasarkan kronologi lapangan, api diperkirakan bermula dari lubang udara gudang sebelum akhirnya membesar. Dengan koordinasi yang solid antara ketiga sektor damkar serta dukungan dari Security PT, karyawan, Babinsa Desa Kanci Kulon, dan Anggota Polsek Astanajapura, proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 07.05 WIB, dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 07.20 WIB.
Eno menyebutkan, luas area yang terbakar mencapai sekitar 450 meter persegi. Hingga saat ini, penyebab pasti masih dalam investigasi lebih lanjut, namun dugaan awal mengarah pada konsleting listrik.
“Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini (nihil). Namun, kerugian materiil masih dalam tahap pendataan oleh pihak perusahaan dan instansi terkait,” tambah Eno.
Himbauan Penting Bagi Pelaku Usaha
Menyikapi kejadian tersebut, Eno Sujana menyampaikan beberapa himbauan penting kepada seluruh pelaku usaha, khususnya yang memiliki gudang penyimpanan barang:
1. Instalasi Listrik Berkala: Pastikan instalasi listrik di gedung atau gudang diperiksa secara rutin oleh tenaga ahli untuk mencegah korsleting, terutama pada kabel-kabel tua atau beban listrik yang berlebihan.
2. Sirkulasi Udara & Penyimpanan Barang: Perhatikan ventilasi udara dan tata letak penyimpanan barang. Jangan menumpuk barang terlalu dekat dengan sumber panas atau panel listrik.
3. Kesiapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Setiap titik rawan harus dilengkapi dengan APAR yang berfungsi baik dan personel yang terlatih menggunakannya untuk penanganan awal (first response).
4. Koordinasi dengan Diddamkarmat: Lakukan simulasi kebakaran bersama petugas setempat untuk memastikan jalur evakuasi dan akses pemadaman selalu siap.
“Keselamatan adalah prioritas. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Cirebon untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran,” pungkas Eno.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar