Tolak Geothermal Gunung Ciremai, Mahasiswa Gelar Aksi di Pemkab Kuningan
- account_circle Ghana
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Kelompok mahasiswa di Kabupaten Kuningan kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ciremai, Senin (5/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kekhawatiran terkait ancaman kerusakan lingkungan serta mendesak transparansi dari pemerintah.
Kedatangan massa aksi diterima langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, bersama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani. Di hadapan para mahasiswa, Dian menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan hingga saat ini belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat terkait proyek tersebut.
”Sampai hari ini, surat resmi pemberitahuan dari pusat, khususnya dari Kementerian ESDM, belum kami terima. Kami memang belum mengetahui sampai sejauh mana perizinan atau misalnya penetapan WKP atau bahkan lelang. Sampai hari ini, kami belum menerima dan belum mengetahui apa terjadi progres di sana,” kata Dian saat menemui kerumunan massa aksi.
Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan enam poin tuntutan utama:
Penolakan Geothermal: Menolak tegas rencana pengembangan panas bumi di Gunung Ciremai karena dinilai mengancam kelestarian lingkungan, sumber mata air, dan ruang hidup masyarakat.
Penghentian Lelang WKP: Mendesak Kementerian ESDM RI untuk segera menghentikan seluruh proses lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ciremai.
Sikap Tegas Pemda & DPRD: Mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Kuningan berpihak pada masyarakat serta tidak hanya menjadi penonton dalam kebijakan kawasan Ciremai.
Pemberantasan Tambang Ilegal: Menuntut penindakan tegas terhadap aktivitas pertambangan ilegal di Kuningan beserta pengawasan yang ketat dari aparat penegak hukum.
Transparansi Informasi: Menuntut keterbukaan penuh atas seluruh dokumen perizinan, kajian lingkungan, hingga rencana investasi geothermal.
Pelibatan Masyarakat: Mendesak ruang partisipasi masyarakat secara terbuka, bermakna, dan demokratis dalam setiap pengambilan keputusan terkait Gunung Ciremai.
Aksi berjalan dengan tertib dan diakhiri dengan penandatanganan dokumen tuntutan oleh Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, serta perwakilan mahasiswa sebagai bentuk komitmen pengawalan aspirasi masyarakat. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar