Ratusan Warga Enam Desa Membludak Sambut Reses Usman Husin di Kokbaun: “Menjangkau yang Tak Terjangkau”
- account_circle Mario
- calendar_month 10 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perjalanan panjang menembus akses jalan yang sulit dari pagi hingga siang tak menyurutkan antusiasme masyarakat Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menyambut kedatangan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin.
Sekitar 700 masyarakat memadati lokasi reses di Koentefa, Kecamatan Kokbaun, Sabtu (8/8/2026). Mereka datang dari enam desa di Kecamatan Kokbaun, bahkan sejumlah masyarakat dari kecamatan tetangga turut hadir untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Usman Husin.
Enam desa tersebut yakni Benehe, Koloto, Lotas, Niti, Obaki dan Sabnala. Perwakilan masyarakat dari seluruh desa hadir dalam pertemuan tersebut.
Kehadiran Usman Husin disambut dengan nuansa adat Timor. Tokoh adat setempat menyambutnya melalui perpaduan Natoni dan tarian tradisional, kemudian dilanjutkan dengan pengalungan selendang sebagai simbol kehangatan dan penghormatan.
Camat Kokbaun, Andy Kalumbang, S.IP., CMP, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Usman Husin di wilayah tersebut.
Menurut Andy, kunjungan tersebut memiliki arti penting karena Kecamatan Kokbaun telah berdiri sekitar 20 tahun, namun baru kali ini seorang anggota DPR RI hadir langsung di wilayah tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih karena Bapak Usman Husin boleh hadir di Kecamatan Kokbaun. Kecamatan Kokbaun sudah berdiri sekitar 20 tahun dan Bapak Usman merupakan yang pertama dari anggota DPR RI yang hadir sampai di sini,” kata Andy.
Ia menyebut kondisi Kokbaun sebagai wilayah yang membutuhkan perhatian lebih karena akses menuju daerah tersebut sangat sulit.
“Menjangkau yang tak terjangkau,” ujarnya.
Andy menjelaskan, akses dari Kota Soe menuju Kokbaun masih sangat sulit, sementara kondisi infrastruktur juga belum sepenuhnya memadai.
“Karena akses dari Kota Soe ke Kokbaun sangat sulit, infrastrukturnya juga sangat sulit. Ini pertama kali anggota DPR RI sampai di sini,” katanya.
Menurutnya, banyak kebutuhan dan usulan masyarakat yang belum mampu diintervensi pemerintah daerah karena keterbatasan anggaran.
“Begitu banyak keluhan, kebutuhan dan usulan dari masyarakat Kokbaun yang tidak mampu kami intervensi karena keterbatasan dana. Enam desa yang ada di Kecamatan Kokbaun juga belum sepenuhnya terpenuhi kebutuhannya,” ujarnya.
Andy berharap Usman Husin dapat membawa aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
“Harapan kami sebagai wakil masyarakat di pusat dapat mengintervensi kebutuhan-kebutuhan yang diusulkan masyarakat tetapi belum terpenuhi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih karena kehadiran Usman menjadi salah satu upaya membuka akses komunikasi bagi masyarakat Kokbaun.
“Dari lubuk hati saya sebagai camat, sekaligus pembina masyarakat, kami menyampaikan terima kasih. Bapak adalah yang pertama membuka akses kepada kami,” ujarnya.
Andy berharap kunjungan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat Kokbaun yang jumlahnya sekitar 149 kepala keluarga dengan jumlah penduduk kurang lebih 3.000 jiwa.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat dari enam desa menyampaikan berbagai aspirasi. Mayoritas berkaitan dengan sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber utama penghidupan masyarakat.
Di Kecamatan Kokbaun terdapat sejumlah kelompok tani yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Masyarakat mengusulkan bantuan traktor, bibit jagung hibrida, mesin pemipil atau mol jagung untuk enam desa, mesin pengolahan kemiri, mesin pompa air dan alat semprot pertanian.
Kebutuhan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus mengurangi beban biaya pengolahan lahan.
Salah satu Ketua Kelompok Tani, Marthen Mbula, menyampaikan petani juga membutuhkan dukungan pengembangan sejumlah komoditas pertanian.
“Bawang putih, kacang hijau dan bibit-bibit sayur. Kami juga kekurangan air,” ungkapnya.
Karena itu, masyarakat berharap bantuan mesin pompa air dapat diberikan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Selain itu, masyarakat Desa Sabnala secara khusus menyampaikan potensi bawang putih lokal yang telah dibudidayakan secara turun-temurun.
Menurut masyarakat, bawang putih lokal tersebut tidak membutuhkan banyak pupuk dan memiliki kecocokan dengan kondisi tanah setempat.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan bibit bawang putih untuk dikembangkan di enam desa.
“Bawang putih lokal ini sudah turun-temurun. Tanah di sini cocok. Kami minta dibantu bibit untuk masyarakat enam desa,” demikian aspirasi masyarakat.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Usman Husin mengatakan dirinya akan melihat kebutuhan masyarakat secara konkret.
Ia menegaskan tidak ingin memberikan janji yang tidak bisa direalisasikan.
“Saya selalu katakan, apa yang bisa saya katakan bisa dan yang tidak bisa saya katakan tidak. Saya lebih senang sampaikan apa adanya,” tegas Usman.
Menurutnya, berbagai kebutuhan pertanian yang disampaikan masyarakat Kokbaun memungkinkan untuk diperjuangkan.
“Durian bibit unggul di TTS kemarin sudah saya kasih bantuan, juga di Rote. Bawang putih bisa, traktor juga bisa,” ujarnya.
Usman mengatakan dirinya akan kembali turun ke Kokbaun untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat.
“Saya tidak janji, tapi saya jamin bantuan-bantuan bisa masuk di Kokbaun. Nanti saya datang lagi membawa bantuan dan melakukan penyerahan,” katanya.
Ia juga menegaskan bantuan yang diserahkan kepada masyarakat tidak dipungut biaya.
“Bantuan yang saya serahkan gratis, tidak ada biaya sepeser pun,” tegas Usman.
Menurutnya, program bantuan harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bantuan ke depan harus menyentuh dan bisa bermanfaat untuk Kecamatan Kokbaun,” ujarnya.
Usman juga mengingatkan masyarakat agar membangun komunikasi yang baik terkait kebutuhan bantuan.
“Mau bantuan tapi tidak komunikasi apa yang mau dikasih, kita tidak tahu,” katanya.
Ia mengungkapkan, tahun sebelumnya dirinya telah menyalurkan sekitar 45 ton bibit jagung hibrida.
Sementara di wilayah Bena, ia menyebut telah memberikan sekitar 33 ton bibit padi dan bantuan traktor.
Usman menilai Kokbaun memiliki peluang untuk mengembangkan sejumlah komoditas yang sesuai dengan kondisi tanah dan potensi wilayah, termasuk bawang putih.
Karena itu, aspirasi mengenai bibit bawang putih lokal, traktor, mesin pemipil jagung, pompa air dan sarana pertanian lainnya akan menjadi bagian dari catatan resesnya.
“Tanaman-tanaman seperti ini yang dapar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ratusan warga dari enam desa hadir. Tokoh adat, kepala desa, kelompok tani dan masyarakat umum berkumpul menyambut kedatangan Usman Husin.
Bahkan, masyarakat dari kecamatan tetangga turut hadir.
Selain menyerap aspirasi pembangunan, kehadiran Usman juga diisi dengan pembagian beras kepada masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Bagi Camat Andy Kalumbang, kedatangan Usman Husin menjadi momentum penting setelah sekitar dua dekade Kecamatan Kokbaun berdiri.
Sementara bagi masyarakat, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung, mulai dari infrastruktur, air bersih, pendidikan hingga pertanian.
Dari pagi menembus jalan yang sulit hingga siang dan sore bertemu masyarakat, reses Usman Husin di Kokbaun akhirnya membawa satu pesan kuat: wilayah yang jauh dari pusat tetap harus dijangkau, didengar dan diperjuangkan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar