8 Hari Turun ke Dapil Jabar VIII, Rokhmin Dahuri Serap Aspirasi Petani hingga Nelayan: ‘Bantuan Pangan Bukan Solusi Akhir’
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menghabiskan waktu delapan hari penuh menyambangi konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII. Wilayah yang disambangi meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu sepanjang Juli 2026.
Tak sekadar seremonial, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini melakukan “belanja masalah” langsung ke lapangan. Ia bertemu ratusan warga, mulai dari petani, nelayan, pembudidaya ikan, pelaku UMKM, hingga tokoh masyarakat.
Rokhmin menegaskan, reses adalah kewajiban konstitusional untuk melihat realitas di akar rumput.
“Reses bukan kunjungan formal. Ini tanggung jawab moral untuk mendengar keluhan, melihat kondisi nyata, dan merumuskan solusi bersama rakyat,” ujar Rokhmin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).
Aspirasi Menumpuk di Sektor Pangan dan Ekonomi
Selama delapan hari tersebut, tumpukan aspirasi masuk ke meja Rokhmin. Mayoritas keluhan berkisar pada sektor pertanian, ketahanan pangan, kelautan, lingkungan hidup, hingga sulitnya akses permodalan bagi UMKM.
Rokhmin menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya jadi objek penerima program. Mereka harus dilibatkan sejak perencanaan hingga pengawasan pembangunan.
“Aspirasi ini akan saya perjuangkan lewat fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan di DPR. Saya akan koordinasikan dengan kementerian terkait agar jadi kebijakan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Bagikan 1.036 Paket Beras, Tapi Ada Pesan Keras
Di sela-sela dialog, Rokhmin juga menyalurkan bantuan sosial berupa 1.036 paket beras dari Bulog, masing-masing berisi 5 kilogram. Namun, ia memberikan catatan penting terkait bantuan ini.
“Bantuan pangan ini bentuk kepedulian, tapi bukan tujuan akhir pembangunan. Jangan sampai masyarakat tergantung pada bantuan,” katanya.
Rokhmin meminta bantuan ini menjadi pemantik solidaritas. Ia mendorong program pemberdayaan yang lebih substansial, seperti akses teknologi, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan kepastian pasar.
“Yang jauh lebih penting adalah memastikan rakyat punya akses sarana produksi dan pembiayaan agar mandiri dan sejahtera,” imbuhnya.
Peduli Lingkungan: Tanam Mangrove
Tak lupa, Rokhmin juga menyisipkan agenda pelestarian lingkungan. Ia mengajak masyarakat menanam mangrove sebagai bentuk mitigasi bencana dan perlindungan ekosistem pesisir, khususnya di wilayah Indramayu dan Cirebon Utara.
“Ekonomi rakyat harus jalan, tapi alam juga harus lestari. Ini fondasi keberlanjutan hidup kita,” pungkasnya.
Kegiatan reses ini ditutup dengan apresiasi Rokhmin kepada seluruh pihak yang telah berdiskusi terbuka. Bagi politisi senior PDI Perjuangan itu, ukuran sukses wakil rakyat bukan dari banyaknya bantuan yang dibagi, tapi sejauh mana produktivitas dan kesejahteraan rakyat meningkat. (JP)
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar