Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Kota Layak Anak, Wali Kota Kupang Ajak Anak Jaga Mimpi
- account_circle Mario
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Semangat kolaborasi menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan ratusan anak dalam komitmen bersama menghadirkan Kota Kupang yang semakin ramah, aman, dan layak bagi anak.
Perayaan pada Kamis, 23 Juli 2026 yang dihadiri Wali Kota Kupang Christian Widodo, Wakil Wali Kota Serena C. Francis, jajaran pimpinan OPD, anggota DPRD Kota Kupang, serta mitra pembangunan seperti Yayasan Cita Masyarakat Madani (Cita Madani), ChildFund International di Indonesia, PKBI, BI, Bank NTT dan lainnya itu dipenuhi berbagai penampilan seni dari anak-anak TK, SD, hingga SMP.
Kegiatan juga diramaikan dengan kuis berhadiah, permainan edukatif, dan pembagian bingkisan yang menghadirkan suasana penuh kegembiraan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo berpesan agar anak-anak tidak pernah berhenti bermimpi dan terus menjaga cita-cita mereka.
“Adik-adik punya mimpi harus dijaga. Tetap fokus pada tujuan dan terus berjuang agar mimpi itu bisa tercapai,” kata Christian.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang akan terus menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Layak Anak.
“Kami terus mendukung berbagai kegiatan anak-anak. Informasi yang kami terima, penilaian Kota Layak Anak tahun ini meningkat, meski masih menunggu pengumuman resmi. Artinya kita bergerak ke arah yang lebih baik. Tugas pemerintah adalah menghadirkan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, bebas dari kekerasan seksual maupun eksploitasi terhadap anak,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga Kota Kupang agar tetap menjadi kota yang ramah anak.
“Mari kita jaga terus Kota Kupang yang ramah anak, jauh dari kekerasan dan eksploitasi terhadap anak,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kupang memberikan hadiah kepada anak-anak yang berhasil menjawab kuis berupa tas sekolah, alat tulis, dan buku tabungan pelajar senilai Rp200 ribu yang didukung Bank NTT sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan sejak dini.
Anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli menilai pembangunan kota, termasuk perlindungan anak, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri.
“Membangun Kota Kupang membutuhkan banyak tangan, banyak pikiran, dan banyak tenaga. Kehadiran yayasan dan organisasi masyarakat yang langsung menyentuh masyarakat sangat baik. DPRD bersama Pemerintah Kota akan terus berkolaborasi agar anak-anak dapat menjaga mimpi mereka dan tumbuh tanpa bullying maupun diskriminasi,” katanya.
Partnership Portfolio Officer ChildFund International di Indonesia, Itha Kale, mengatakan pihaknya bangga dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dan Cita Madani dalam menyukseskan peringatan Hari Anak Nasional.
“Hari ini anak-anak benar-benar bahagia. Mereka merasa inilah hari mereka. Kami juga bangga melihat Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota berbaur langsung bersama nnak-anak,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kupang yang memberikan buku tabungan kepada anak-anak sebagai bentuk penguatan literasi keuangan sejak dini, sebuah gagasan yang sebelumnya didorong ChildFund International.
Menurut Itha, seluruh anak di Kota Kupang juga harus memiliki akta kelahiran agar memperoleh seluruh layanan dasar yang disediakan pemerintah.
“Kami berharap seluruh anak memiliki identitas, mendapatkan hak-haknya, dan bersama-sama mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Layak Anak yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas,” katanya.
Direktur Yayasan Cita Masyarakat Madani, Silvester Seno, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) yang telah memfasilitasi peringatan Hari Anak Nasional.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi hak-hak anak serta memperkuat perlindungan anak di Kota Kupang.
“Bagi kami ini adalah bentuk dukungan yang sangat besar dari Pemerintah Kota Kupang. Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan sejauh mana upaya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak anak. Yang paling membahagiakan, hari ini anak-anak menikmati kegiatan dan diberi ruang untuk berekspresi,” ujarnya.
Silvester menegaskan perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti hanya pada peringatan Hari Anak Nasional.
“Perhatian terhadap anak harus dilakukan setiap waktu, karena persoalan anak adalah persoalan kita bersama,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Cita Madani bersama ChildFund International di Indonesia menghadirkan berbagai permainan edukatif berupa ular tangga dan puzzle bertema hak anak, internet aman, serta perubahan iklim. Anak-anak juga diajak memainkan congklak berbahan kardus daur ulang dan membuat gantungan kunci dari barang bekas sebagai media belajar yang menyenangkan.
Selain itu, Cita Madani turut membagikan bingkisan alat tulis kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, dr. Marsiana Y. Halek, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam perlindungan anak.
“Kami mengajak semua pihak bersama-sama menyayangi dan melindungi anak-anak agar kelak mereka menjadi generasi yang hebat. Hari ini kita melihat kolaborasi yang luar biasa. Ada PKBI, Cita Madani, ChildFund International, sektor perbankan, dan berbagai pihak lainnya. Ke depan kami berharap semakin banyak pihak yang memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi,” ujarnya.
Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 di Kota Kupang tidak sekadar menjadi ajang hiburan bagi ratusan anak, tetapi juga menjadi pengingat bahwa mewujudkan kota yang benar-benar layak anak hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Sebab, menjaga hak, melindungi, dan merawat mimpi anak adalah investasi terbaik bagi masa depan Kota Kupang.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar