Penyerapan Pupuk Subsidi di NTT Capai 46 Ribu Ton, Dinas Pertanian: Stok Masih Aman untuk Penuhi Kebutuhan Petani
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga semester pertama tahun 2026 atau periode Januari–Juni, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai 46.096,10 ton dari total alokasi 194.601 ton, sementara stok yang tersedia masih mencapai 148.504,91 ton atau sekitar 76,31 persen dari total alokasi.
Data tersebut disampaikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyusul pembahasan mengenai distribusi pupuk subsidi yang sebelumnya menjadi perhatian dalam forum koordinasi bersama PT Pupuk Indonesia, distributor, dan pengecer yang difasilitasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pertanian, penyaluran pupuk Urea telah mencapai 19.000,06 ton atau 25,06 persen dari alokasi 75.806 ton, dengan sisa stok 56.805,94 ton.
Sementara itu, pupuk NPK mencatat realisasi penyaluran tertinggi, yakni 26.970,70 ton atau 27,93 persen dari alokasi 96.554 ton, dengan stok tersisa 69.583,30 ton.
Untuk NPK Formula Khusus, realisasi penyaluran mencapai 23,59 ton atau 6,92 persen dari alokasi 341 ton, sedangkan pupuk Organik telah tersalurkan 101,75 ton atau 0,46 persen dari alokasi 21.900 ton.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PSPPHP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Tommy M. Johannis, mengatakan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi terus meningkat seiring kebutuhan petani pada musim tanam.
“Secara umum penyerapan pupuk subsidi di NTT terus mengalami peningkatan dan stok yang tersedia juga masih sangat aman. Jadi kebutuhan petani masih dapat dipenuhi sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Tommy menjelaskan, distribusi pupuk dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan petani di setiap daerah sehingga penyaluran tidak dilakukan sekaligus dalam satu waktu.
Berdasarkan data per kabupaten/kota, realisasi penyaluran Urea terbesar hingga Juni 2026 tercatat di Kabupaten Kupang sebesar 2.655,59 ton, disusul Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 1.857,29 ton, Kabupaten Rote Ndao 1.725,40 ton, dan Kabupaten Manggarai 1.430,08 ton.
Sementara untuk pupuk NPK, penyaluran tertinggi juga berada di Kabupaten Manggarai Barat dengan realisasi 2.863,73 ton, kemudian Kabupaten Sumba Barat Daya 2.812,33 ton, Kabupaten Manggarai 2.689,96 ton, serta Kabupaten Kupang 2.652,50 ton.
Tommy menambahkan, capaian tersebut menunjukkan distribusi pupuk bersubsidi di NTT terus berjalan dan diharapkan semakin optimal pada semester kedua tahun ini seiring meningkatnya aktivitas tanam masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, distributor, hingga PT Pupuk Indonesia agar penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar, tepat sasaran, dan mampu mendukung peningkatan produksi pertanian di NTT,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar