Dari KHDTK Mapoli, Kepala BP2SDM Kemenhut Ajak Anak Muda Jadi Influencer Pelestarian Hutan
- account_circle Mario
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mapoli di Kota Kupang menjadi titik lahirnya semangat baru pelestarian hutan dari generasi muda. Melalui Forest Youthverse Summit 2026, Kementerian Kehutanan mengajak anak-anak muda Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menjadi pelestari hutan, tetapi juga influencer positif yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan melalui media sosial.
Pesan itu disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia, M.Si, saat menghadiri puncak Forest Youthverse Summit di KHDTK Mapoli, Selasa (20/7/2026). Kedatangannya disambut hangat dengan tarian adat serta prosesi Natoni, sebagai bentuk penghormatan masyarakat NTT kepada tamu.
Dalam kesempatan tersebut, Indra meresmikan Camping Ground Sakawanabakti dan Basecamp Genries yang akan menjadi pusat pembinaan generasi muda pelestari hutan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya penguatan pembinaan generasi muda kehutanan di NTT.
Menurut Indra, keberadaan camping ground dan basecamp bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang akan melahirkan rimbawan-rimbawan muda yang peduli terhadap kelestarian hutan.
“Atas nama Kementerian Kehutanan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung lahirnya tempat ini. Kami berharap kawasan ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkumpul, belajar, berbagi pengalaman, dan menghadirkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan KHDTK Mapoli seluas sekitar 16 hektare memiliki potensi besar sebagai laboratorium alam. Selain menjadi lokasi pembelajaran konservasi, kawasan tersebut juga dimanfaatkan sebagai pusat pembibitan tanaman hutan dan pengembangan berbagai kegiatan pendidikan lingkungan.
Lebih jauh, Indra menekankan bahwa tantangan pelestarian hutan saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi.
“Sampaikan hal-hal positif melalui media sosial. Jadilah corong Kementerian Kehutanan. Jadilah rimbawan-rimbawan muda yang mampu menjadi influencer positif untuk mengedukasi masyarakat tentang kehutanan,” pesannya di hadapan peserta.
Ia juga mengajak Gerakan Pramuka, khususnya Saka Wanabakti, untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda di bidang kehutanan melalui kolaborasi bersama Kementerian Kehutanan.
“Kami membutuhkan kolaborasi bersama Kwartir Nasional dan seluruh jajaran Pramuka agar pembinaan kepada adik-adik Pramuka, khususnya di bidang kehutanan, semakin kuat dan melahirkan generasi yang mencintai hutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, ak Dr. Muh. Arif Muhammadiyah, S.Hut.,M.Sc, mengatakan Forest Youthverse Summit menjadi momentum penting bagi masa depan generasi muda dan kelestarian hutan di NTT.
“Hari ini kita menghadirkan momen penting bagi masa depan pemuda. KHDTK Mapoli menjadi episentrum yang mempertemukan semangat generasi muda dalam menjaga keanekaragaman hayati. Kawasan ini dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran melalui camping ground dan basecamp agar lahir semakin banyak aksi nyata untuk pelestarian hutan,” ujarnya.
Forest Youthverse Summit merupakan puncak pembinaan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) BP2SDM Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Balai P2SDM Wilayah VII Kupang.
Sebanyak 30 Generasi Pelestari Hutan (Genries) terbaik dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas di NTT mengikuti kegiatan ini setelah lolos dari proses mentoring dan coaching.
Selama dua hari mereka mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari pemeliharaan tanaman di KHDTK Mapoli, kunjungan ke Persemaian Fatukoa, refleksi hutan, penyusunan inovasi pelestarian, hingga mempresentasikan gagasan dalam Forest Innovation Pitching.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Kehutanan berharap lahir semakin banyak generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian hutan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menggerakkan masyarakat melalui aksi nyata dan edukasi di media sosial.
Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan Forum Konsolidasi Penguatan Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur yang dihadiri oleh unsur Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, Balai Perhutanan Sosial Kupang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, BPKH Wilayah XIV Kupang, BPDAS Benain Noelmina, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi NTT, Kwartir Cabang Kota Kupang, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dengan demikian, semangat menjaga hutan tidak berhenti di kawasan konservasi, melainkan menyebar luas hingga ke ruang digital dan menjadi gerakan bersama untuk masa depan hutan Indonesia.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar