Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Koperasi Desa Merah Putih : Menata Ulang Arsitektur Ekonomi Desa Menuju Kedaulatan Nasional

Koperasi Desa Merah Putih : Menata Ulang Arsitektur Ekonomi Desa Menuju Kedaulatan Nasional

  • account_circle Putu Sta
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Oleh : Eko Mulyadi, S.I.P., M.Pd. Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI)

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ketahanan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga oleh kokohnya fondasi ekonomi di tingkat lokal. Dalam konteks Indonesia, fondasi itu adalah desa.

Atas dasar itulah, Program *Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih* layak dipandang sebagai salah satu kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bukan sekadar pembentukan koperasi baru, melainkan momentum untuk menata ulang arsitektur ekonomi desa agar tidak lagi menjadi pelengkap pembangunan nasional, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya.

Mewarisi Gagasan Besar Para Pendiri Bangsa

Sejarah koperasi di Indonesia sesungguhnya merupakan sejarah perjuangan membangun kemandirian ekonomi rakyat. Mohammad Hatta meletakkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional karena meyakini bahwa demokrasi politik hanya akan bermakna apabila ditopang oleh demokrasi ekonomi. Konstitusi pun kemudian menegaskan prinsip tersebut melalui Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan asas kekeluargaan sebagai dasar penyelenggaraan perekonomian nasional.

Dalam perjalanan sejarah itu, terdapat sosok “R.M. Margono Djojohadikoesoemo”pendiri Bank Negara Indonesia sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto yang juga memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan koperasi Indonesia. Sebagai Inspektur Jawatan Koperasi pada masa Hindia Belanda, Margono memandang koperasi sebagai instrumen pemberdayaan rakyat untuk melepaskan diri dari ketergantungan ekonomi dan praktik rente. Gagasan tersebut menunjukkan bahwa koperasi sejak awal tidak dimaksudkan sekadar sebagai badan usaha, melainkan sebagai gerakan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi masyarakat.

Dalam perspektif itu, Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat dibaca sebagai kelanjutan dari cita-cita panjang para pendiri bangsa: membangun Indonesia melalui ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Dari Dana Desa Menuju Kapitalisasi Desa

Selama satu dekade terakhir, Dana Desa telah menjadi instrumen penting dalam membangun infrastruktur dasar, meningkatkan pelayanan publik, dan memperkuat kapasitas pemerintahan desa. Jalan desa dibangun, jembatan diperbaiki, irigasi ditata, dan berbagai fasilitas publik mulai tersedia.

Namun, pembangunan fisik saja belum cukup. Desa membutuhkan mesin ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Karena itu, saya memandang Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai fase baru pembangunan desa. Jika Dana Desa membangun infrastruktur fisik dan sosial, maka koperasi harus membangun infrastruktur ekonomi.

Inilah momentum untuk menggeser paradigma pembangunan desa dari pendekatan yang berorientasi pada belanja publik menuju penguatan kapasitas produksi, penguasaan rantai nilai, dan akumulasi modal masyarakat desa.

Persoalan Desa Bukan Produksi, tetapi Rantai Nilai

Sebagai kepala desa, saya melihat persoalan utama desa bukan rendahnya produktivitas. Desa menghasilkan padi, jagung, tebu, kopi, hasil peternakan, perikanan, hingga berbagai produk UMKM.

Masalahnya, desa masih berada di posisi paling lemah dalam rantai nilai ekonomi. Nilai tambah justru lebih banyak dinikmati oleh pihak yang menguasai pembiayaan, logistik, penyimpanan, pengolahan, distribusi, dan akses pasar. Akibatnya, desa memproduksi kekayaan, tetapi belum sepenuhnya menikmati hasil dari kekayaan tersebut.

Karena itu, koperasi tidak boleh berhenti sebagai lembaga simpan pinjam atau sekadar badan usaha baru. Koperasi harus bertransformasi menjadi *orkestrator ekosistem ekonomi desa* yang menghubungkan produksi, pembiayaan, pengolahan, distribusi, pemasaran, hingga kemitraan usaha dalam satu sistem yang terintegrasi.

Menata Ulang Arsitektur Ekonomi Desa

Keberhasilan Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih tidak boleh diukur dari jumlah koperasi yang berdiri, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat.

Sudah saatnya indikator keberhasilan bergeser dari *output* menuju *outcome*. Yang harus menjadi ukuran adalah meningkatnya pendapatan petani, tumbuhnya usaha mikro, bertambahnya lapangan kerja, menguatnya posisi tawar produsen desa, serta semakin besarnya nilai ekonomi yang tetap berputar di desa.Untuk itu, terdapat beberapa agenda strategis yang perlu mendapat perhatian :

Pertama, koperasi harus dibangun salah satunya berdasarkan potensi unggulan masing-masing desa,dan melibatkan penuh Pemerintah Desa.

Kedua, tata kelola koperasi harus berbasis profesionalisme, digitalisasi, transparansi, dan akuntabilitas sehingga mampu memperoleh kepercayaan masyarakat.

Ketiga, diperlukan sinergi lintas kementerian agar koperasi memperoleh dukungan dari sisi produksi, pembiayaan, hilirisasi, logistik, hingga pemasaran. Membangun koperasi bukan hanya tugas satu kementerian; ia merupakan proyek besar pembangunan ekonomi nasional.

Keempat, koperasi harus menjadi simpul kolaborasi seluruh kekuatan ekonomi desa—BUMDes, kelompok tani, kelompok peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan komunitas usaha lainnya—bukan menjadi pesaing mereka.

Dari Desa untuk Indonesia

Pada akhirnya, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bukan sekadar program ekonomi. Ia adalah ikhtiar membangun kembali kepercayaan bahwa desa bukan lagi halaman belakang pembangunan, melainkan halaman depan masa depan Indonesia.

Jika desa mampu menguasai produksi sekaligus nilai tambahnya, maka desa tidak hanya menjadi tempat lahirnya komoditas, tetapi juga tempat tumbuhnya kesejahteraan.

Sejarah mengajarkan bahwa bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang sekadar mampu memproduksi, melainkan bangsa yang mampu menguasai nilai tambah dari apa yang diproduksinya. Karena itu, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih harus kita maknai sebagai instrumen untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi kepada rakyat. Ketika desa mampu menguasai ekonominya sendiri, sesungguhnya Indonesia sedang memperkokoh fondasi kemajuan dan kedaulatannya sebagai sebuah bangsa.

Terkait dengan , DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) mendukung penuh Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen strategis untuk menata ulang arsitektur ekonomi desa menuju ekonomi yang lebih berdaulat, inklusif, dan berkeadilan.

Ketika desa menguasai nilai tambah atas sumber dayanya sendiri, saat itulah Indonesia sedang membangun kedaulatan ekonominya dari fondasi yang paling kokoh: desa.

  • Penulis: Putu Sta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Turut Memfasilitasi Penyerahan Ijazah Paket C.

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfiah, SH, M.H, turut serta memfasilitasi dan mendampingi penyerahan ijazah paket C di PKBM amanah Desa Kudukeras. Senin 10/02/25. Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Dr. Sophi Zulfiah berkenan mendampingi Penyerahan Ijazah dari PKBM ke peserta didik bernama Erdi sebagai wujud kepedualian terhadap pendidikan. Sophi mengatakan, Erdi […]

  • Eks Menteri Perhubungan Diperiksa KPK

    Eks Menteri Perhubungan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – KPK memeriksa mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengenai proses pengadaan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan hingga kaitannya dengan anggota Komisi V DPR RI selaku mitra kerja Kemenhub. Pemeriksaan tersebut bertempat di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, pada 9 Maret 2026. “Dalam […]

  • Rahmad Sukendar: Presiden Prabowo Harus Peka dan Lakukan Deteksi Dini demi Stabilitas Nasional

    Rahmad Sukendar: Presiden Prabowo Harus Peka dan Lakukan Deteksi Dini demi Stabilitas Nasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Jakarta, jarrakpos.com |  Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, kembali melontarkan kritik tajam terkait kinerja pemerintah dalam merespons berbagai persoalan bangsa. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto harus lebih peka terhadap situasi nasional serta mampu melakukan deteksi dini agar setiap peristiwa penting di Indonesia bisa segera ditangani tanpa keterlambatan. “Seharusnya Bapak Presiden Prabowo lebih […]

  • Walikota Berhentikan Sementara Izin Minimarket Modern, Untuk Lindungi Pedagang Kecil

    Walikota Berhentikan Sementara Izin Minimarket Modern, Untuk Lindungi Pedagang Kecil

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Keberadaan minimarket di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu yang kian menjamur mengancam dan bisa mematikan pedagang kecil. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menerima laporan banyak warung kecil tutup dan bangkrut karena terlibas dengan jaringan gerai modern yang terus bertumbuh.Maka dari itu, mulai saat ini, ia memastikan tak ada izin penerbitan baru. Pemkot melakukan pemberhentian […]

  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Kuningan Tanam Jagung Serentak di 27 Titik

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Kuningan Tanam Jagung Serentak di 27 Titik

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 193
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Polres Kuningan melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar serempak di 27 titik lokasi lahan di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat Polda Jawa Barat. Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar turut mengikuti penanaman jagung di […]

  • Proliga 2026 Seri Medan, Misi Kebangkitan Jakarta Livin’ Mandiri

    Proliga 2026 Seri Medan, Misi Kebangkitan Jakarta Livin’ Mandiri

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Medan – Tim voli putri Jakarta Livin’ Mandiri masih terus mencari bentuk permainan terbaik di Proliga 2026. Skuad asuhan Danai Sriwatcharamethakul itu tercatat mengalami dua kekalahan pada seri pembuka di Pontianak. Yolla Yuliana dan kolega menyerah dengan skor telak 0-3 di tangan Bandung bjb Tandamata serta Jakarta Electric PLN. Manajer Jakarta Livin’ Adnan Husein menilai pelatih serta […]

expand_less