Gelombang 2 Penerimaan Masuk SMP dibuka karena 11 Sekolah Menengah Pertama Tahap 1 Belum Terpenuhi
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Sebanyak 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Magelang, Jawa Tengah, kembali membuka pendaftaran murid baru gelombang kedua. Kebijakan itu diambil lantaran daya tampung peserta didik pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama belum terpenuhi secara maksimal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho mengatakan, pembukaan gelombang kedua merupakan tindak lanjut dari petunjuk teknis SPMB. Regulasi tersebut memberikan ruang bagi pihak sekolah untuk mengisi sisa kursi yang masih kosong.
Menurutnya, kekurangan siswa pada tahap awal mayoritas terjadi pada jalur afirmasi dan mutasi. Syarat afirmasi yang mewajibkan calon siswa masuk kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan data Kementerian Sosial, menjadi kendala tersendiri. Sebab, jumlah pendaftar yang memenuhi kriteria ketat tersebut tergolong sangat terbatas.
“Pendaftaran gelombang kedua dilaksanakan pada 17-18 Juni. Seleksinya diserahkan kepada masing-masing sekolah,” kata Nurwiyono, Jumat (19/6/2026).
Mekanisme ujian susulan itu, lanjutnya, dikembalikan pada kebijakan tiap instansi. Ada sekolah yang menggunakan tes daring, wawancara, maupun verifikasi khusus untuk memastikan peserta belum diterima di tempat lain.
Berdasarkan data sementara Disdikbud Kota Magelang, tingkat keterisian kursi antarsekolah cukup timpang. Sejauh ini, baru SMP Negeri 2 Kota Magelang yang terkonfirmasi sukses memenuhi kuota secara penuh. Sebaliknya, pendaftar di SMP Negeri 9 Kota Magelang justru tercatat masih di bawah 50 persen dari total kapasitas.
Apabila sisa kursi tak kunjung penuh usai gelombang kedua ditutup, sekolah diperbolehkan mengalihkan kuota tersebut ke jalur prestasi. Namun, mekanisme seleksinya tidak lagi mengacu sepenuhnya pada nilai rapor, Tes Kemampuan Akademik (TKA), maupun piagam seperti pada seleksi tahap awal.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar