Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » David Boimau Heran, Warga Boti Belum Tahu Ada Proses Legal Hutan Adat, Minta Kementerian Kehutanan Sosialisasi

David Boimau Heran, Warga Boti Belum Tahu Ada Proses Legal Hutan Adat, Minta Kementerian Kehutanan Sosialisasi

  • account_circle Mario
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Kepedulian terhadap masyarakat adat kembali ditunjukkan Anggota Komisi I DPRD NTT dari Daerah Pemilihan Timor Tengah Selatan (TTS), , yang selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai isu kerakyatan dengan pendekatan kritis, rasional, dan berimbang. Sikapnya yang konsisten membuka ruang dialog dinilai menjadi salah satu bentuk keberpihakan terhadap masyarakat akar rumput, khususnya komunitas adat di wilayah TTS.

Sebagai legislator yang relatif baru di DPRD NTT, David tampil dengan gaya komunikasi yang tegas namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyikapi setiap persoalan. Ia tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan negara maupun pemerintah daerah benar-benar sampai dan dipahami oleh masyarakat di tingkat paling bawah.

Hal itu kembali terlihat ketika David menyoroti dua persoalan sekaligus yang disampaikan masyarakat adat Boti, yakni terkait proses pengakuan Hutan Adat Boti serta polemik penerapan Peraturan Desa (Perdes) Nomor 4 Tahun 2022 tentang penertiban hewan ternak yang dinilai berdampak pada hak-hak masyarakat.

Dalam rapat dan komunikasi kelembagaan, David mengaku heran sekaligus prihatin karena masyarakat adat Boti ternyata belum mengetahui secara utuh adanya proses legal pengakuan hutan adat yang saat ini tengah berjalan di pemerintah pusat.

“Saya sempat singgung dalam rapat bahwa Boti sudah masuk dalam proses perhutanan sosial dan pengakuan hutan adat. Tapi ternyata masyarakat belum tahu. Ini cukup memprihatinkan,” ujar David, (18/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena masyarakat adat merupakan pihak utama yang paling berkepentingan terhadap wilayah yang sedang diproses pengakuannya oleh negara.

Karena itu, David meminta Kementerian Kehutanan melalui Balai Perhutanan Sosial di Nusa Tenggara Timur segera turun langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat adat Boti. Ia menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting agar tidak terjadi kesenjangan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat.

“Saya minta Kementerian Kehutanan, khususnya balai di NTT, segera melakukan sosialisasi. Tidak boleh masyarakat yang menjaga dan hidup dari wilayah adat justru tidak mengetahui proses yang sedang berjalan,” tegasnya.

David menegaskan bahwa pengakuan Hutan Adat Boti merupakan langkah penting dan bersejarah bagi masyarakat Timor Tengah Selatan. Jika terealisasi, Boti akan menjadi salah satu wilayah adat pertama di NTT yang mendapatkan pengakuan resmi dari negara pada tahun 2026.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengakuan tersebut tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Negara juga harus menghadirkan dukungan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi lokal.

“Pengakuan itu penting, tapi harus diikuti dengan dampak nyata bagi masyarakat. Jangan hanya berhenti pada status hukum,” katanya.

Di sisi lain, David juga menyoroti persoalan Perdes di Desa Boti yang menurut warga telah menimbulkan ketidakadilan dalam penertiban hewan ternak. Warga mengaku sebagian hak mereka merasa terdampak akibat implementasi aturan tersebut, termasuk dalam proses penertiban yang dinilai belum sepenuhnya adil.

Ia menegaskan bahwa setiap regulasi di tingkat desa harus dikaji secara menyeluruh agar tidak merugikan masyarakat. DPRD NTT, kata David, akan memastikan persoalan tersebut diklarifikasi langsung melalui kunjungan kerja ke lapangan.

“Semua aturan harus dievaluasi secara adil. Kami akan turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya dan memastikan hak-hak masyarakat tidak diabaikan,” ujarnya.

David berharap seluruh proses, baik pengakuan hutan adat maupun penyelesaian persoalan di tingkat desa, dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat.

Menurutnya, tidak boleh ada kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat adat yang selama ini menjadi penjaga utama kawasan tersebut.

“Yang paling penting adalah masyarakat harus tahu, memahami, dan dilibatkan. Karena mereka adalah subjek utama dalam pengelolaan wilayah adatnya sendiri,” pungkasnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbukti: 125 Peserta Pelatihan BLK Plumbon Dapat Kontrak Kerja Sebelum Lulus

    Terbukti: 125 Peserta Pelatihan BLK Plumbon Dapat Kontrak Kerja Sebelum Lulus

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 21
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Angka pengangguran di Kabupaten Cirebon tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan mencetak lulusan bersertifikat. Pemerintah Kabupaten Cirebon kini menerapkan pendekatan baru yang menempatkan dunia usaha sebagai mitra setara dalam merancang kurikulum pelatihan kerja. Bukti keberhasilannya terlihat nyata: dari 144 peserta Pelatihan Keterampilan Berbasis Klaster Kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Plumbon, […]

  • Kontrol Publik: Inilah Cara Meningkatkan Pengunjung di Terminal Selain Masa Liburan dan Hari Raya

    Kontrol Publik: Inilah Cara Meningkatkan Pengunjung di Terminal Selain Masa Liburan dan Hari Raya

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Untuk meningkatkan pengunjung terminal di luar musim liburan, fokus pada peningkatan fasilitas dan kenyamanan, promosi berkelanjutan lewat digital dan kolaborasi, serta mengadakan acara rutin untuk menciptakan daya tarik konstan, seperti memperbarui area tunggu, menyediakan Wi-Fi, menawarkan diskon di kios makan, bekerja sama dengan UMKM lokal, dan menggelar event komunitas atau bazar kecil […]

  • Polda Kepri Terima Audiensi GMPK, Perkuat Sinergi Wujudkan Generasi Muda Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan

    Polda Kepri Terima Audiensi GMPK, Perkuat Sinergi Wujudkan Generasi Muda Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com – Polda Kepulauan Riau menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Provinsi Kepulauan Riau di Ruang Kerja Kapolda Kepri. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan kalangan mahasiswa dalam membangun karakter generasi muda serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kepulauan […]

  • Panen Raya Jagung Polsek Bukit Kapur: Polres Dumai Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    Panen Raya Jagung Polsek Bukit Kapur: Polres Dumai Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jarrakpos.Com DUMAI – Sebagai wujud nyata dukungan terhadap Program Nasional Ketahanan Pangan, Polres Dumai melaksanakan Panen Raya Jagung di lahan milik Polsek Bukit Kapur, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, pada Selasa (14/3/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam mendukung upaya pemerintah memastikan […]

  • Jelang Lebaran Idul Fitri Perbaikan Jalan Dipercepat

    Jelang Lebaran Idul Fitri Perbaikan Jalan Dipercepat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si meninjau kondisi jalan di Jalan Sudirman, tepatnya di ruas antara rumah sakit hingga Balai Desa Winduhaji, dan memastikan perbaikan besar segera dilakukan. Berdasarkan laporan progres dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), ruas Winduhaji hingga Jalan Lebakwangi akan direhabilitasi sepanjang kurang lebih 15 kilometer […]

  • Kelalaian Sesaat, Petaka Menjelang Malam: 8 Ekor Kambing Hangus dan Rumah Warga Pasawahan Ludes Dilalap Api

    Kelalaian Sesaat, Petaka Menjelang Malam: 8 Ekor Kambing Hangus dan Rumah Warga Pasawahan Ludes Dilalap Api

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 16
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Malam Senin (20/7/2026) menjadi malam yang kelam bagi seorang warga di Blok Puhun, Desa Pasawahan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon. Sebuah kelalaian kecil dalam membuang sisa pakan ternak berujung pada musibah kebakaran yang melahap kandang kambing sekaligus merembet ke kamar tidur rumah tinggal. Delapan ekor kambing mati terbakar, dan sejumlah harta benda […]

expand_less