BBKSDA NTT Hadir Menjaga Harapan Pesisir, Mangrove Ditanam dan Sampah Dibersihkan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
- account_circle Mario
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Komitmen Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali terlihat melalui aksi nyata di kawasan Taman Wisata Mangrove Muara Abu, Oesapa Barat, Kota Kupang, (14/6/2026).
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kawasan pesisir, BBKSDA NTT terus menunjukkan kepeduliannya dengan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berdampak bagi alam, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Sebagai institusi yang selama ini berada di garis depan upaya konservasi sumber daya alam di NTT, BBKSDA NTT dinilai konsisten merawat harmoni antara manusia dan alam.
Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada perlindungan kawasan dan satwa, tetapi juga mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Langkah-langkah seperti inilah yang membuat kehadiran BBKSDA NTT semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dedikasi BBKSDA NTT dalam menjaga keanekaragaman hayati juga tercermin melalui kemampuannya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dengan semangat kebersamaan, konservasi tidak lagi menjadi tanggung jawab satu lembaga semata, melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat demi mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan bersama PLN UIP NTT, JPM, pemerintah kelurahan dan desa, serta masyarakat di kawasan Taman Wisata Mangrove Muara Abu.
Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian bersama terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi kehidupan.
Tidak hanya melakukan penanaman mangrove, seluruh peserta juga bergotong royong membersihkan kawasan pesisir dengan memungut sampah yang berserakan di sekitar lokasi kegiatan.
Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan menanam, tetapi juga memastikan kawasan tetap bersih dan sehat agar ekosistem dapat berkembang dengan baik.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis sebanyak 57.750 bibit mangrove dari PLN yang akan ditanam di Tanah Merah, Pantai Beringin, dan Talibura, Maumere.
Ribuan bibit itu diharapkan menjadi investasi lingkungan jangka panjang yang mampu melindungi garis pantai, menjaga habitat berbagai biota, serta memperkuat ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pantai dari abrasi dan gelombang besar.
Selain itu, keberadaannya juga menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan, burung, dan satwa lainnya yang menjadi bagian dari kekayaan hayati Nusa Tenggara Timur.
Melalui kolaborasi ini, BBKSDA NTT kembali menegaskan bahwa menjaga alam dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana namun penuh makna.
Menanam satu pohon, memungut satu sampah, dan mengajak satu orang untuk peduli lingkungan merupakan bagian dari upaya besar menjaga pesisir tetap hijau, bersih, dan lestari.
Aksi di Muara Abu tersebut menjadi bukti bahwa ketika berbagai pihak bersatu dalam semangat yang sama, harapan untuk mewujudkan pesisir yang sehat dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil.
Dari tepian pantai Kota Kupang, tumbuh harapan baru untuk masa depan lingkungan Nusa Tenggara Timur yang lebih hijau dan lebih baik.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar