Usman Husin Bagikan Beras untuk 210 Kepala Keluarga di Alak, Dari Petani Lokal untuk Warga Kurang Mampu
- account_circle Mario
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kesederhanaan pembagian beras di Rumah Tujuh, Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar bantuan pangan.
Sebanyak 210 kepala keluarga (KK) menerima masing-masing satu kantong beras berisi 3 kilogram dalam kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB dapil NTT II, Usman Husin, pada 2 Mei 2026.
Di setiap kemasan beras itu, tertulis jelas: “Gratis, tidak diperjualbelikan.” Sebuah pesan tegas sekaligus pengingat bahwa bantuan tersebut hadir murni untuk membantu warga yang membutuhkan.
Beras yang dibagikan bukan berasal dari pasokan biasa. Seluruhnya merupakan hasil produksi yang dibeli langsung dari petani lokal di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Hingga saat ini, Usman Husin telah membeli lebih dari dua ton beras dari para petani, sebagai langkah konkret membantu mereka mendapatkan kepastian hasil penjualan.
Program bertajuk “Beras untuk Semua” ini menjadi jembatan antara petani dan masyarakat kurang mampu, mengalirkan manfaat dari sawah hingga ke dapur warga.
Pada setiap kantong beras, juga tertera kalimat yang menyentuh: “Setiap butir beras adalah doa, tumbuh dari kasih bumi dan kerja tangan yang tulus.”
Kalimat itu menggambarkan perjalanan panjang beras tersebut, dari kerja keras petani hingga akhirnya sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Usman Husin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmennya untuk menghadirkan bantuan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Saya berbagi beras, kasih ke warga yang membutuhkan. Ini juga bagian dari upaya kita membantu petani, karena hasil mereka kita beli langsung. Jadi manfaatnya dirasakan bersama,” ujarnya dengan nada menyejukkan.
Ia juga kembali menegaskan bahwa beras tersebut tidak untuk diperjualbelikan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima.
Pembagian berlangsung tanpa kemewahan, namun penuh rasa syukur. Bagi 210 keluarga di Alak, bantuan ini bukan hanya soal 3 kilogram beras, melainkan tentang perhatian, kepedulian, dan harapan yang terus dijaga, dari petani lokal hingga masyarakat yang membutuhkan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar