Pedagang Asongan Manfaatkat Dampak Pengecoran Jalan yang bikin Macet, bisa Mendapat Hasil 500-1jt setiap Hari
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KENDAL,JARRAKPOS.COM – Dampak pengecoran jalan di Pantura Brangsong Kendal tak sepenuhnya menimbulkan kemacetan.
Sejumlah pedagang asongan memanfaatkan momen itu sebagai ladang mengais rezeki.
Di tengah terik matahari yang mencapai 29 derajat, Ridwan pun tetap duduk di atas lemari pendingin yang dibawanya di tepian jalan lingkar Brangsong – Kaliwungu.
Sesekali dia menawarkan sebotol minuman dingin kepada sopir-sopir truk yang lewat terjebak kemacetan saat proses pengecoran jalan Pantura Brangsong.
Dalam satu lemari pendingin, terdapat puluhan botol air mineral dan minuman berasa yang dibawa Ridwan sebagai pekerjaan semata wayangnya.
“Saya bawa sekitar 3 lemari pendingin. Setiap hari saya jualan di sini,” katanya, Minggu (19/4/2026).
Ridwan mengatakan, dalam sehari dirinya mampu menjual sekitar 24 dus air mineral berukuran 1,5 liter.
Jumlah itu lebih banyak dari pada yang laku terjual sebelum adanya proyek pengecoran jalan Pantura Brangsong.
Ridwan menuturkan, aktivitas berjualan minuman dingin telah dilakoni sekitar 3 tahun terakhir.
Dia biasa berjualan di pinggir jalan Pantura perempatan pos polisi Pantes Brangsong.
Selama masa pengecoran jalan yang dijadwalkan rampung selama sebulan itu, Ridwan seolah ketiban rezeki.
Sopir truk silih berganti datang ke lapaknya mencari minuman dingin, apalagi saat ini tengah berlangsung pengecoran jalan Pantura yang menimbulkan kemacetan.
Hari biasa penghasilan sekitar Rp 500 ribu sehari, tapi kalau pas macet ada pengecoran jalan seperti ini bisa sampai Rp 1 juta sehari,” paparnya.
Ridwan menambahkan aktivitas berjualan minuman itu telah menjadi pekerjaan satu-satunya untuk bisa tetap memberikan nafkah keluarga.
Bahkan dia rela membuka lapaknya selama 24 jam untuk menjamin kebutuhan ekonomi.
Editor : Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar