Ketua DPRD Sophi Zulfiah Dorong Pemkab Cirebon Percepat Penanganan Banjir.
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Akibat banjir di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon Ratusan rumah di tiga kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisanggarung, sejak Kamis, 12 Februari 2026 dinihari.
Banjir terjadi di antaranya di Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman, ketinggian banjir bahkan mencapai 1,75 meter.
Bencana banjir juga merendam Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug, serta Desa Barisan, Desa Kalirahayu, dan Desa Tawangsari, Kecamatan Losari.
Ketinggian debit air Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisanggarung menjadi penyebab utama banjir kali ini. Air masuk dengan cepat dan merendam ratusan rumah warga.
Menurut Sanusi 45 tahun Warga Desa Cilengkrang, air mulai masuk sekitar pukul 012.30 WIB dan mencapai ketinggian 1,75 meter.
” Sebenarnya di sini hujannya cuma gerimis, ini karena limpahan air dari Sungai Cijangkelok,”kata Sanusi.
Ia mengatakan buruknya saluran drainase dan tingginya sedimentasi Sungai Cijangkelok turut menjadi faktor penyebab banjir.
” Di Desa Cilengkrang saja, diperkirakan sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) dan 900 rumah terendam banjir.
“Alhamdulillah, air surut mulai pukul 05.00 WIB sekarang ketinggian sudah turun mencapai 20 centimeter,” imbuhnya.
Di tengah duka di suasana banjir , Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia, SH,MH, hadir langsung ke Desa Cilengkrang. Tanpa sekat protokoler yang kaku,
Dr. Sophi Zulfiah yang akrab disapa Sophi menemui warga, dan mendengarkan cerita mereka untuk memastikan kondisi di lapangan. Ia menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang terjadi.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah desa dan BBWS untuk penanggulangan banjir,” ujar Sophi.
Ia menegaskan, peristiwa ini tidak boleh hanya disikapi sebagai musibah rutin tahunan. Menurutnya, harus ada langkah konkret, mulai dari normalisasi sungai, evaluasi tanggul, hingga perbaikan sistem drainase.
“Kami DPRD akan memastikan koordinasi dengan beberapa instansi terkait, baik dinas maupun BBWS, agar ada langkah penanganan yang serius,” tegasnya.
Kehadiran Ketua DPRD Sophi Zulfiah di tengah warga bukan sekadar simbolik. Di sela kunjungan, ia berdiskusi dengan camat dan kepala desa setempat, mencatat titik-titik rawan, dan meminta laporan detail dampak kerusakan.
Warga pun menyambut hangat kehadirannya. Di tengah lelah dan dinginnya sisa air, ada rasa diperhatikan.
Banjir mungkin telah merendam rumah, namun semangat pada mereka terlihat nyata. Warga begitu semangat bahu-membahu membersihkan lumpur.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar