Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Prof Roy Nendissa Kritik Kuota Wisata Komodo, Ingatkan Jangan Sampai Rakyat Tersingkir

Prof Roy Nendissa Kritik Kuota Wisata Komodo, Ingatkan Jangan Sampai Rakyat Tersingkir

  • account_circle Mario
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Akademisi Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, M.P, angkat suara terkait kebijakan pembatasan kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo yang dinilai berpotensi menekan kehidupan ekonomi masyarakat lokal.

Kebijakan yang menetapkan kuota maksimal 1.000 wisatawan per hari atau 365.000 per tahun itu, menurut Prof. Roy, perlu dikaji ulang secara serius agar tidak hanya berorientasi pada konservasi semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan sosial.

“Masyarakat di Labuan Bajo bukan penonton dalam pariwisata Komodo. Mereka adalah pelaku utama yang menggerakkan ekonomi dari bawah,” tegasnya, (6/4/2026).

Ia menjelaskan, ribuan warga menggantungkan hidup dari sektor pariwisata, mulai dari operator kapal wisata, pemandu, pelaku UMKM, hingga pemilik homestay.

Karena itu, kebijakan pembatasan yang diterapkan tanpa mekanisme transisi yang jelas dinilai berisiko besar bagi keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

“Yang pertama terpukul bukan investor besar, tapi masyarakat kecil. Kesempatan usaha menyempit, perjalanan wisata berkurang, dan pendapatan menurun,” ujarnya.

Selain kuota, Prof. Roy juga menyoroti penerapan sistem time entry di kawasan Padar Selatan yang membagi kunjungan dalam beberapa sesi.

Ia menilai pendekatan tersebut terlalu kaku dan tidak sesuai dengan dinamika lapangan.

“Pariwisata sangat dipengaruhi cuaca, gelombang laut, dan kesiapan operasional. Jika sistem dibuat terlalu teknokratis, justru bisa menimbulkan kekacauan bagi pelaku usaha dan wisatawan,” katanya.

Ia juga mengkritik minimnya pelibatan masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan. Menurutnya, konservasi yang tidak melibatkan masyarakat berpotensi menimbulkan resistensi dan ketidakpercayaan.

Dalam hal ini, Prof. Roy mengapresiasi langkah anggota DPR RI dari NTT, Usman Husin, yang telah mengangkat isu tersebut di Komisi IV DPR RI sebagai persoalan keadilan ekonomi.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa konservasi tidak boleh dilakukan dengan cara yang melemahkan masyarakat di sekitar kawasan.

“Konservasi yang baik adalah yang melindungi alam sekaligus memberi ruang hidup yang adil bagi masyarakat,” ujarnya.

Prof. Roy pun mendorong evaluasi terbuka terhadap kebijakan kuota dan time entry. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam penetapan daya dukung kawasan serta pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Sebagai alternatif, ia mengusulkan pendekatan yang lebih adaptif seperti zonasi, pemerataan kunjungan, peningkatan kualitas wisata, serta pengawasan perilaku wisatawan.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa di balik kebijakan angka kuota, ada realitas kehidupan masyarakat yang terdampak langsung. Mulai dari nelayan yang beralih profesi menjadi operator kapal wisata, pelaku UMKM, hingga keluarga yang membangun usaha dari nol.

“Yang terasa bukan hanya angka, tetapi dapur yang mulai sepi, pesanan berkurang, trip dibatalkan, dan harapan masyarakat yang perlahan memudar,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Roy menegaskan bahwa keberlanjutan Taman Nasional Komodo harus berjalan seiring dengan keberlangsungan hidup masyarakat di sekitarnya.

“Komodo harus dijaga, tetapi masyarakat juga harus hidup. Jangan sampai atas nama konservasi, rakyat justru tersingkir di tanahnya sendiri,” pungkasnya.

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun 2026 Meningkat Signifikan Menjadi RP 4,7 Triliun

    Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun 2026 Meningkat Signifikan Menjadi RP 4,7 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Pemerintah Kota (Pemko) Batam memprediksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 meningkat signifikan menjadi RP 4,7 triliun dibanding dengan tahun – tahun sebelumnya. Wali Kota Batam Amsyakar Achmad,menyampaikan Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) tahun 2026 diprediksi akan meningkat signifikan menjadi RP 4,7 triliun usai rapat paripurna di Kantor DPRD Kota Batam,Senin […]

  • Diawal Tahun 2026, Pemkab Kuningan Mutasi 150 Pejabat Eselon III

    Diawal Tahun 2026, Pemkab Kuningan Mutasi 150 Pejabat Eselon III

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 303
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Sebanyak  150 pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, resmi dilantik oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. secara resmi, Selasa (6/1/2026), bertempat di Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar. Pelantikan di ruang terbuka hijau tersebut bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda, namun juga sarat pesan simbolik tentang keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian […]

  • BPS Kota Kupang Perkuat Kualitas Pelayanan Statistik melalui FGD Reviu Standar Pelayanan

    BPS Kota Kupang Perkuat Kualitas Pelayanan Statistik melalui FGD Reviu Standar Pelayanan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 130
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com– Komitmen Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dalam menghadirkan data yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses masyarakat terus diperkuat. Sebagai lembaga penyedia data resmi negara, BPS tidak hanya menghasilkan berbagai indikator strategis pembangunan, tetapi juga aktif membuka ruang dialog dengan para pengguna data guna memastikan pelayanan statistik semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan […]

  • Bobby Nasution Janjikan Bonus dan Prestasi Meningkat

    Bobby Nasution Janjikan Bonus dan Prestasi Meningkat

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, berharap kontingen Sumatera Utara bisa meraih prestasi terbaik di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII maupun Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI 2025. Bobby Nasution berharap capaian prestasi tahun ini lebih baik dari Popnas 2019 dan 2023 serta Peparpenas 2023. Bobby Nasution meminta para atlet Sumut […]

  • Di Tengah Perjalanan ke Hus Kuda Cup II, Usman Husin Mendadak Singgah Pastikan Bantuan Traktor Aspirasi untuk Petani Rote

    Di Tengah Perjalanan ke Hus Kuda Cup II, Usman Husin Mendadak Singgah Pastikan Bantuan Traktor Aspirasi untuk Petani Rote

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 453
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Rombongan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, sebenarnya sedang bergegas menuju Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut. Di sana, Kamis (2/7/2026), ia dijadwalkan membuka perhelatan budaya terbesar di Rote Ndao, Tradisi Hus Kuda Usman Husin Cup II. Namun di tengah perjalanan, kendaraan yang ditumpanginya […]

  • 3 Atlet dan 1 Pelatih NPC Sumut Perkuat Indonesia di Asian Youth Para Games 2025 Dubai

    3 Atlet dan 1 Pelatih NPC Sumut Perkuat Indonesia di Asian Youth Para Games 2025 Dubai

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 316
    • 0Komentar

    MEDAN- Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia olahraga disabilitas Sumatera Utara. Tiga atlet muda dan satu pelatih dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Utara dipastikan memperkuat kontingen Indonesia pada gelaran Asian Youth Para Games 2025 yang berlangsung di Dubai pada 8–13 Desember mendatang. Keempat wakil Sumut tersebut terdiri dari Adelia (atletik), Fajar (para taekwondo), Putri Lase (powerlifting), […]

expand_less