3 Atlet dan 1 Pelatih NPC Sumut Perkuat Indonesia di Asian Youth Para Games 2025 Dubai
- account_circle Syawal
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

MEDAN- Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia olahraga disabilitas Sumatera Utara.
Tiga atlet muda dan satu pelatih dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Utara dipastikan memperkuat kontingen Indonesia pada gelaran Asian Youth Para Games 2025 yang berlangsung di Dubai pada 8–13 Desember mendatang.
Keempat wakil Sumut tersebut terdiri dari Adelia (atletik), Fajar (para taekwondo), Putri Lase (powerlifting), serta pelatih Basuki Nugroho yang dipercaya mendampingi tim nasional para taekwondo Indonesia.
Mereka menjadi bagian dari 65 atlet muda disabilitas yang dikirim NPC Indonesia untuk tampil di ajang olahraga tingkat Asia tersebut, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas pembinaan paralimpik di Sumut.
Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, menjelaskan bahwa ketiga atlet Sumut tersebut berhasil lolos setelah melewati proses monitoring dan seleksi yang dilakukan NPC Indonesia.
Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan NPC Sumut dalam mencari dan menyiapkan regenerasi atlet masa depan.
“NPC Sumatera Utara terus berbenah dalam membina atlet-atlet muda karena kita membutuhkan regenerasi. Tiga atlet ini lolos setelah melewati proses monitoring dan seleksi yang dilakukan NPC Indonesia bersama seluruh NPC provinsi,” ujar Alan kepada Tribun Medan, Minggu (7/12/2025).
Ia menegaskan bahwa ketiga atlet tersebut telah menjalani latihan intensif di Pelatnas Solo dan seluruh pelatih melaporkan perkembangan signifikan pada kemampuan masing-masing atlet.
“Mereka sudah berlatih maksimal dan siap bertanding. Para pelatih juga melaporkan perkembangan mereka sangat baik,” tambahnya.
Meski tampil di level Asia, Alan tidak ingin memberikan beban berat berupa target wajib emas. Ia berharap para atlet cukup tampil maksimal dan memberikan yang terbaik sesuai kemampuan.
“Persaingan di level Asia sangat ketat. Kita tidak ingin terlalu membebani mereka dengan target medali emas. Minimal bisa membawa pulang perunggu atau perak sudah sangat baik. Yang terpenting mereka tampil optimal,” jelasnya.
Alan juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik serta mental saat bertanding.
“Saya sudah berpesan agar mereka menjaga kesehatan dan tidak perlu takut menghadapi lawan. Semua lawan juga manusia. Yang penting mereka punya tekad kuat untuk meraih hasil terbaik,” ucapnya memberi motivasi.
Adelia sebelumnya mencuri perhatian setelah meraih dua medali emas di ajang Peparpenas. Ia juga terpilih masuk program Sistem Komando dan Informasi Olahraga Disabilitas (SKODI)
Program ini berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan berfungsi untuk melakukan pendataan, pemantauan, pelatihan, serta pembinaan terpusat terhadap atlet-atlet disabilitas potensial di Indonesia.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar