Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Tanggapan Vita Ervina Terkait Rencana Kenaikan Iuran BPJS

Tanggapan Vita Ervina Terkait Rencana Kenaikan Iuran BPJS

  • account_circle Feri Taufiandi
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, S.E., M.B.A. menegaskan bahwa keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan agenda strategis negara dalam menjamin hak dasar kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Namun demikian, rencana kenaikan iuran JKN tidak boleh dijadikan jalan pintas untuk menutup defisit pembiayaan tanpa disertai transparansi dan pembenahan menyeluruh tata kelola BPJS Kesehatan.

Dalam wawancaranya di Posko Vita Ervina Center Magelang pada Rabu, (25/2/2026), anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina menjelaskan bahwa pemerintah perlu membuka secara jelas dan akuntabel kondisi keuangan BPJS Kesehatan, termasuk proyeksi defisit, struktur pembiayaan, serta faktor-faktor utama yang menyebabkan peningkatan beban layanan.

Vita Ervina menilai tanpa keterbukaan tersebut, kebijakan penyesuaian iuran berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik dan membebani masyarakat, khususnya kelas menengah.

“Saya sebagai anggota Komisi IX menilai bahwa penguatan efisiensi belanja, pengendalian biaya layanan kesehatan, serta optimalisasi negosiasi harga obat dan alat kesehatan harus menjadi prioritas utama. Pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan wajib dilakukan secara paralel agar prinsip keadilan dan gotong royong dalam JKN tetap terjaga,” terang Vita Ervina.

Dijelaskan olehnya, imbuh Vita (sapaan akrab Vita Ervina), bahwa kenaikan iuran apabila dipertimbangkan, harus dirancang secara adil, proporsional, dan tidak membebani kelompok rentan.

“Negara wajib memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan menjamin keberlanjutan JKN dalam jangka panjang,” tegas Vita Ervina, menutup wawancara kepada awak media. (Fri)

 

 

Editor: Feri

  • Penulis: Feri Taufiandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dedi Mulyadi Tegaskan: “Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat!”

    Dedi Mulyadi Tegaskan: “Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat!”

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle YL
    • visibility 854
    • 0Komentar

    jarrakpos.com | Pangandaran — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menjaga pengelolaan keuangan daerah yang bersih, efisien, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-13 Kabupaten Pangandaran yang digelar di Gedung DPRD Pangandaran, Sabtu (25/10/2025). Dalam sambutannya, Dedi mengatakan Pemprov Jabar kini sedang gencar mengubah pola […]

  • BULOG Pecah Rekor Serapan Gabah Nasional, NTT Sumbang Hampir 4.000 Ton untuk Ketahanan Pangan

    BULOG Pecah Rekor Serapan Gabah Nasional, NTT Sumbang Hampir 4.000 Ton untuk Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 142
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Perum BULOG kembali menorehkan sejarah dalam perjalanan ketahanan pangan Indonesia. Hingga 3 Juni 2026, serapan gabah dan beras petani secara nasional berhasil menembus angka 3.008.626 ton setara beras (3,01 juta ton) atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton. Pencapaian tersebut menjadi rekor […]

  • Terseret Arus, Pemuda di Talango Meninggal dunia

    Terseret Arus, Pemuda di Talango Meninggal dunia

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 750
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Moh Kholiq (25), warga Dusun Jati Deje, Desa Padike, Kecamatan Talango, Sumenep, Jawa Timur. ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus saat mandi di sumber di pesisir pantai Dusun Pasar Daya, Desa Talango, Sumenep. Minggu, (20/7/2025). Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Korban diketahui berangkat dari rumahnya bersama sepupunya, Dolip (24), […]

  • Pak Wali Kapan Ke Parit Bugis, Lihatlah Jalan Kami Yang Mulus Ini

    Pak Wali Kapan Ke Parit Bugis, Lihatlah Jalan Kami Yang Mulus Ini

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Dumai, Jarrakpos. Com – Jalan Paret Bugis Rt 07 Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai yang mana jalan tersebut merupakan jalan yang dipergunakan oleh masyarakat sekitar untuk akses ke luar masuk ketika ingin mencari sesuatu atau kebutuhan sehari hari. Di jalan Paret Bungis dan Rt 08 Perepat Jaya sekitar 150 Kepala Keluarga yang tinggal di jalan […]

  • Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia

    Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Syafiq Ali pelajar yang hilang saat mendaki gunung Slamet ditemukan Meninggal Dunia oleh Timsar setelah 17 hari penuh melakukan pencarian. Sosok Syafiq Ridhan Ali Razan 18 tahun adalah pendaki asal Magelang sekaligus siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang. Ia hilang saat mendaki Gunung Slamet pada 27 Desember 2025 dan ditemukan dalam kondisi meninggal […]

  • Angka Inflasi Selama bulan Ramadhan dan Pasca Lebaran di Indramayu di bawah nilai Inflasi Provinsi Jawa Barat.

    Angka Inflasi Selama bulan Ramadhan dan Pasca Lebaran di Indramayu di bawah nilai Inflasi Provinsi Jawa Barat.

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Wahyu Supriatna
    • visibility 179
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPost.Com-Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, yang menyebabkan penurunan daya beli uang. Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan barang/jasa yang tidak sebanding dengan pasokan (demand-pull inflation), peningkatan biaya produksi (cost-push inflation), beredarnya jumlah uang yang terlalu banyak, serta ekspektasi inflasi masyarakat. Faktor pemicu lainnya termasuk kenaikan harga komoditas […]

expand_less