Paraguay vs Prancis, Kekuatan Merata, Erita Optimis La Albirroja Menang
- account_circle Syawal
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan- Paraguay akan kembali mencoba menciptakan kejutan saat menghadapi salah satu favorit juara, Prancis, pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Philadelphia, Sabtu atau Minggu dinihari (5/7)
La Albirroja lolos setelah secara dramatis menyingkirkan Jerman melalui adu penalti, sedangkan Les Bleus melaju dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia.
Paraguay menjadi salah satu kisah terbesar di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan empat kali juara dunia Jerman.
Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Paraguay menang 4-3 lewat adu penalti. Bek Jose Canale menjadi pahlawan dengan mengeksekusi penalti penentu kemenangan.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah fase gugur Piala Dunia. Sebelum turnamen dimulai, Paraguay berada di peringkat 41 dunia, sedangkan Jerman menempati posisi ke-10 FIFA.
Sejak kalah telak 1-4 dari Amerika Serikat pada laga pembuka fase grup, tim asuhan Gustavo Alfaro menunjukkan perkembangan signifikan.
“Paraguay dikenal tampil disiplin, solid dalam bertahan, dan sulit ditembus lawan. Mereka juga hanya menelan satu kekalahan dalam 12 pertandingan kualifikasi Piala Dunia sejak Alfaro menangani tim pada Agustus 2024” kata owner Muspika FC, Erita, dalam pesan wasthap nya, Jumat (3/7)
Dikatakannya, duel Prancis dan Paraguay menjadi laga menarik antara ketajaman lini serang Les Bleus melawan ketangguhan benteng pertahanan Los Guaranies.
Blok rapat La Albirroja sudah terbukti membuat lawan susah mengonversi peluang jadi gol. Saat kontra Jerman, menunjukkan skuad asuhan Gustavo Alfaro hanya menguasai 23 persen ball possesion dan digempur total 21 tembakan. Dari sekian banyak peluang itu, gawang Roberto Gill cuma kemasukan satu saja.
“Kekuatan Paraguay merata dan itu dibuktikan saat menyingkirkan Jerman. Saya optimis Paraguay buat kejutan lagi”, katanya
Meski demikian, rekor pertemuan tidak berpihak kepada Paraguay. Dalam lima pertemuan sebelumnya melawan Prancis, mereka belum pernah menang dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan.
Salah satu kekalahan paling menyakitkan terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 ketika Paraguay kalah 0-1 akibat golden goal Laurent Blanc pada menit ke-114.
Di sisi lain, diakui Erita, Prancis tampil sangat meyakinkan sepanjang turnamen.
Les Bleus menjadi satu dari hanya tiga tim—bersama Meksiko dan Argentina—yang menyapu bersih seluruh pertandingan di Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Didier Deschamps juga menjadi tim paling produktif dengan koleksi 12 gol.
Ketajaman mereka berasal dari lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola.
Mbappe kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar.
Pertandingan tersebut juga menjadi momen emosional bagi Didier Deschamps yang kembali mendampingi tim setelah ibundanya meninggal dunia.
“Tapi, Paraguay punya pemain yang pantang menyerah. Paraguay akan menunjukkan nya kembali”, sebut nya
.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar