Ayam Kinantan Terkapar di Tegal
- account_circle Syawal
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tegal –Untuk mengamankan empat besar kandas sudah, usai tim ayam Kinantan PSMS Medan ditaklukan Persekat Tegal 0-2 di Stadion Tri Sanja, Tegal, Sabtu malam, 21 Februari 2026, kick off pukul 20.30 WIB. Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan tim tuan rumah.
Meski tampil menekan dan menciptakan sejumlah peluang emas, PSMS gagal memaksimalkan kesempatan menjadi gol, sementara tim tamu tampil efektif dan disiplin.
Sejak menit awal, PSMS tampil agresif. Beberapa peluang tercipta melalui skema serangan cepat dan bola mati, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia. Sebaliknya, Persekat menunjukkan efisiensi tinggi. Dari peluang yang mereka miliki, dua di antaranya berhasil dikonversi menjadi gol, pertama oleh Atieda dan gol kedua dicetak Arsyad Yusgiantoro.
Gol pertama Persekat menjadi sorotan karena dinilai berbau kontroversi. Dalam prosesnya, terjadi insiden dorongan Atieda, pencetak gol terhadap pemain PSMS sebelum bola bersarang ke gawang. Namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Menyikapi hal pertandingan tersebut, Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui banyak peluang yang sia-sia dilakukan anak asuhnya. Sehingga tidak menciptakan gol bagi PSMS dalam laga ini.
“Banyak peluang yang belum bisa kita manfaatkan untuk terjadinya gol, peluang Persekat bisa dimanfaatkan menjadi gol, tapi begitulah sepakbola kita kalah dua kosong mereka sangat disiplin, sehingga kita kesulitan, tapi kita tadi bisa dapat peluang tapi belum bisa terjadi gol sangat disayangkan,” ucap Eko usai pertandingan.
Terkait gol pertama yang dianggap kontroversial, ia menyebut ada dorongan terhadap pemainnya. Namun dia mengakui bahwa Persekat Tegal tampil disiplin sehingga menyulitkan PSMS.
“Gol pertama tadi ada sedikit dorongan kepada pemain kita, tapi itulah sepakbola. Persekat juga tampil disiplin,” ucapnya.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tetap terjaga. PSMS berupaya meningkatkan tekanan, namun barisan pertahanan Persekat tampil disiplin.
Beberapa peluang dari tim tamu belum mampu dikonversi menjadi gol penyama kedudukan. Alih-alih menyamakan skor, PSMS justru kembali kebobolan pada menit ke-77. Arsyad Yusgiantoro mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan situasi di depan gawang.
Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi Persekat hingga peluit panjang dibunyikan. Tambahan tiga poin ini membuat Persekat tetap berada dalam persaingan ketat di klasemen Championship Grup Barat.
Namun, kemenangan tersebut belum cukup untuk menggeser posisi tim-tim di atasnya yang juga mengoleksi poin tinggi. Persaingan menuju papan atas semakin sengit mengingat selisih angka antar tim terbilang tipis.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSMS Medan yang harus segera bangkit di laga berikutnya. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama jika ingin tetap bersaing di jalur promosi.
Secara statistik, Persekat tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Meski penguasaan bola tidak terlalu dominan, mereka mampu bermain sabar dan memaksimalkan momen penting. Di sisi lain, PSMS masih perlu meningkatkan penyelesaian akhir agar tidak kembali kehilangan poin.
Dengan hasil ini, peta persaingan Championship 2025/2026 kian menarik untuk disimak. Setiap pertandingan kini menjadi krusial, terutama bagi tim-tim yang membidik posisi teratas klasemen. Para pendukung tentu berharap konsistensi tim kesayangan mereka tetap terjaga hingga akhir musim.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar